Kemenag: Abaikan Pesantren Sama Saja Mengabaikan Sejarah Pendidikan Indonesia

Penulis -

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takjil Pesantren: Talkshow dan Ngaji Bareng Santri yang digelar Kemenag di Pondok Pesantren Al-Karimiyah, Depok, Senin (16/3/2026). (Foto: Kemenag)

Takjil Pesantren: Talkshow dan Ngaji Bareng Santri yang digelar Kemenag di Pondok Pesantren Al-Karimiyah, Depok, Senin (16/3/2026). (Foto: Kemenag)

Depok, Javanusa—Pesantren merupakan sistem pendidikan asli Indonesia yang lahir dari tradisi masyarakat. Negara memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan dan pengembangannya.

Pernyataan ini disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, saat acara Takjil Pesantren: Talkshow dan Ngaji Bareng Santri di Pesantren Al-Karimiyah, Depok, Senin (16/3/2026).

Menurut Suyitno, pendidikan pesantren berbeda dari sistem formal modern karena menekankan pembinaan menyeluruh melalui kehidupan berasrama.

“Pesantren adalah produk asli pendidikan Indonesia. Jika negara tidak memberi perhatian serius, sama saja dengan mengabaikan sejarah pendidikan bangsa,” ujar Suyitno.

Acara ini dihadiri Wali Kota Depok, Supian Suri, yang menekankan peran strategis pesantren dalam membentuk moral masyarakat. Ia menyebut pendidikan berbasis asrama menjadi ruang pembentukan akhlak dan karakter generasi muda.

“Pesantren berperan besar dalam membina akhlak santri sekaligus menjaga nilai moral di tengah masyarakat. Pemerintah Kota Depok berkomitmen untuk terus mendukung pengembangannya,” kata Supian.

Supian juga menambahkan pengalamannya sebagai mantan santri menjadi bekal penting dalam kehidupan pribadi dan profesionalnya.

Menurutnya, pendidikan pesantren memungkinkan pembinaan berlangsung sepanjang waktu, tidak hanya dari sisi pengetahuan tetapi juga karakter dan spiritualitas santri.

Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said, menambahkan bahwa program Takjil Pesantren merupakan ruang dialog antara pemerintah dan komunitas pesantren di berbagai daerah.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat komunikasi dan menyerap aspirasi pesantren, bukan sekadar agenda seremonial.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Karimiyah, KH Ahmad Damanhuri, menceritakan perjalanan lembaganya yang awalnya hanya berupa kegiatan pendidikan sederhana di serambi masjid.

Seiring waktu, Al-Karimiyah berkembang menjadi pusat pendidikan yang menaungi jenjang mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi.

“Kami memulai dari kondisi sederhana, tetapi dengan semangat memberi manfaat bagi umat, pesantren ini terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang lebih luas,” ujar Damanhuri.

Baca Juga :  KSPPS Hidup Berkah Bermakna Bukukan SHU Rp 97 Juta

Pesantren Al-Karimiyah menekankan penyebaran nilai Islam yang moderat dan inklusif, sekaligus berkontribusi bagi masyarakat luas. (*/red)

Berita Terkait

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG
Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Sinopsis Film Menang untuk Kalah: Terjerat Judi Online demi Gaya Hidup Mewah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Akbar Chalay Gandeng Matta di Single Terbaru Kera Sakti, Hadirkan Perpaduan Musik Elektronik dan Pop

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:20 WIB

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Visa Andrea Bocelli Belum Terbit, Imigrasi Tunggu Keputusan Kabaintelkam Polri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Berita Terbaru

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menerima audiensi Ketua LAN Sumbar Firman Sikumbang di ruang kerjanya, Balai Kota Aie Pacah, Jumat (30/10/2026). (Foto: Pemko Padang)

Kota Padang

Pemko Padang Gandeng LAN Sumbar, Siapkan Satgas Pencegahan Narkoba

Jumat, 30 Okt 2026 - 18:57 WIB