Kemenag dan Baznas Bahas Penguatan Pengelolaan Zakat untuk Pengentasan Kemiskinan

Penulis -

Kamis, 16 April 2026 - 22:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenag bersama pengurus Baznas periode 2026–2031 menggelar rapat perdana di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. (Foto: Kemenag)

Kemenag bersama pengurus Baznas periode 2026–2031 menggelar rapat perdana di Kantor Kementerian Agama, Jakarta. (Foto: Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Agama bersama pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) periode 2026–2031 menggelar rapat perdana usai penerimaan Surat Keputusan (SK) penugasan di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

Pertemuan ini membahas skema penguatan zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan.

Dalam rapat tersebut, Kemenag dan Baznas mengevaluasi tata kelola Zakat, Infak, Sedekah, serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL).

Pembahasan ini menyoroti upaya memperkuat peran zakat dalam pengentasan kemiskinan menuju Indonesia Emas 2045.

Dorongan Transformasi Tata Kelola Zakat

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam yang juga anggota Baznas, Abu Rokhmad, menegaskan pentingnya perubahan sistem pengelolaan zakat agar lebih transparan dan akuntabel. Ia menilai kepemimpinan baru harus menjadi momentum transformasi.

“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara-cara lama. Zakat harus menjadi solusi konkret dalam pengentasan kemiskinan nasional. Setiap rupiah dana umat harus dikelola dengan prinsip syariah, amanah, kemanfaatan, keadilan, kepastian hukum, terintegrasi, dan akuntabel,” ujarnya di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Penyesuaian Regulasi dan Pengawasan

Abu Rokhmad juga menekankan pentingnya penyesuaian regulasi untuk menjawab dinamika pengelolaan zakat. Ia menyebut evaluasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 serta penguatan fungsi pengawasan sebagai prioritas.

“Publik membutuhkan jaminan bahwa tata kelola zakat adaptif. Evaluasi terhadap Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 serta penguatan fungsi pengawasan menjadi prioritas,” katanya.

Kesenjangan Potensi dan Realisasi Zakat

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur, menyoroti kesenjangan besar antara potensi zakat nasional dan realisasi pengumpulan yang mencapai hampir Rp300 triliun. Ia menilai kondisi ini menjadi pekerjaan rumah utama.

“Kesenjangan hampir Rp300 triliun ini menjadi pekerjaan rumah besar. Kami akan memperkuat kebijakan rencana kerja dan anggaran, serta memperketat laporan kinerja agar zakat tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga meningkatkan produktivitas ekonomi umat,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemko Padang Bertekad Raih WTP Ke-10 Beruntun
Dominasi Program Sosial

Data menunjukkan penyaluran zakat untuk program ekonomi produktif baru mencapai 5,2 persen. Sementara itu, program sosial kemanusiaan masih mendominasi sebesar 49,9 persen. Kondisi ini menjadi fokus pembenahan ke depan.

Komitmen Integrasi Tata Kelola Baznas

Ketua Baznas RI periode 2026–2031, Dikdik Sodik Mudjahid, menyampaikan komitmen untuk memperkuat integrasi tata kelola zakat nasional. Ia menekankan pentingnya sinergi antarlembaga.

“Kami berkomitmen menyelaraskan visi dan misi kelembagaan. Sinergi antara Baznas pusat, provinsi, dan kabupaten/kota akan diperkuat agar distribusi zakat lebih merata dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Standardisasi dan Digitalisasi Zakat

Pertemuan juga membahas standardisasi penghitungan zakat mal dan zakat fitrah secara nasional. Selain itu, Kemenag dan Baznas mempercepat digitalisasi Laporan Pengelolaan Zakat Nasional (LPZN). Langkah ini ditujukan untuk mewujudkan tata kelola zakat yang modern, transparan, dan terukur.

Kegiatan ini dihadiri anggota Baznas dari unsur pemerintah dan masyarakat, serta pejabat eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama. (*/red)

Berita Terkait

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB