Pemutakhiran DTSEN 2026 Berdampak pada Penerima Bansos, Gus Ipul Sebut Ada 470 Ribu KPM Baru

Penulis -

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat Rapat Tingkat Menteri terkait Evaluasi Capaian Pelaksanaan Inpres Nomor 8 Tahun 2025 di Gedung BP Jamsostek, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026). (Foto: Kemensos)

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul saat Rapat Tingkat Menteri terkait Evaluasi Capaian Pelaksanaan Inpres Nomor 8 Tahun 2025 di Gedung BP Jamsostek, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026). (Foto: Kemensos)

Jakarta, Javanusa—Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut lebih dari 470 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru menerima bantuan sosial pada triwulan kedua 2026.

Perubahan penerima bansos terjadi setelah Badan Pusat Statistik (BPS) memutakhirkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Setiap triwulan pasti ada perubahan-perubahan penerima manfaat. Untuk triwulan kedua ini, ada lebih dari 470 ribu Keluarga Penerima Manfaat baru yang mendapatkan bantuan di triwulan kedua. Dimana mereka belum mendapatkan bantuan pada triwulan pertama,” kata Gus Ipul.

Ia menyampaikan hal tersebut usai mengikuti Rapat Tingkat Menteri terkait Evaluasi Capaian Pelaksanaan Inpres Nomor 8 Tahun 2025 di Gedung BP Jamsostek, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026).

Rapat tersebut dipimpin Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan dihadiri Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.

Pemutakhiran DTSEN Jadi Dasar Penyaluran Bansos

Gus Ipul menjelaskan, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sosial setiap triwulan berdasarkan DTSEN yang telah diperbarui oleh BPS. Karena itu, perubahan data penerima bantuan dinilai sebagai hal yang wajar.

“Oleh karena itu, ada pasti perubahan-perubahan Keluarga Penerima Manfaat. Meskipun sebagian besar masih tetap pada KPM-KPM yang sudah menerima sebelumnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kemensos terus bekerja sama dengan BPS dan pemerintah daerah untuk memperbarui DTSEN sebagai acuan penyaluran bansos.

Menurut Gus Ipul, saat ini sudah lebih dari 70 ribu operator data desa terlibat dalam proses pembaruan data tersebut.

“Alhamdulillah, lewat satu kerja sama yang baik, sekarang kita telah memiliki lebih dari 70 ribu operator data desa,” ungkapnya.

Operator Desa Percepat Pembaruan Data

Gus Ipul mengatakan keberadaan operator data desa membantu masyarakat memperbarui data secara lebih cepat. Masyarakat juga bisa mengajukan aktivasi maupun reaktivasi data penerima bantuan.

Baca Juga :  Bupati Eka Putra Serahkan Hibah Tanah untuk Pemerintah Nagari Pandai Sikek

“Dengan adanya operator data desa ini, disamping kita memperoleh data langsung, masyarakat bisa lebih cepat jika memerlukan aktivasi atau reaktivasi atau untuk memperbarui data,” katanya.

Data penerima bansos yang telah diperbarui kemudian masuk ke Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) milik Kemensos.

Aplikasi tersebut telah terhubung dengan dinas sosial kabupaten dan kota, pemerintah provinsi, Kemensos, serta DTSEN yang dikelola langsung oleh BPS.

“Jadi lewat aplikasi ini kami bisa mengukur usulan-usulan dari daerah, pembaruan-pembaruan data dari daerah dan sekaligus juga tentu melihat perkembangan sosial ekonomi setiap keluarga menerima manfaat,” jelasnya.

BPS Catat 289 Juta Data Penduduk Masuk DTSEN

Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut pihaknya telah memutakhirkan DTSEN untuk triwulan kedua 2026.

“Dimana di dalam DTSEN versi II 2026 ini atau di triwulan II 2026 ini, jumlah penduduk yang teregistrasi atau kita sebutnya adalah jumlah record yang masuk di dalam DTSEN kami yang sudah kami rekonsiliasi dengan Dukcapil adalah sebanyak 289 juta orang,” kata Amalia. (*/red)

Berita Terkait

Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:20 WIB

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru