Kemenag Gandeng KPK Perkuat Program Pengendalian Gratifikasi

Penulis -

Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengayaan Persepsi Monitoring dan Evaluasi (Monev) untuk memperkuat implementasi Program Pengendalian Gratifikasi (PPG) di Jakarta, Kamis (12/3/2026). (Foto: Desi Hariati/Kemenag)

Pengayaan Persepsi Monitoring dan Evaluasi (Monev) untuk memperkuat implementasi Program Pengendalian Gratifikasi (PPG) di Jakarta, Kamis (12/3/2026). (Foto: Desi Hariati/Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Inspektorat Jenderal Kementerian Agama bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk memperkuat implementasi Program Pengendalian Gratifikasi (PPG).

Kolaborasi ini dibahas dalam kegiatan pengayaan persepsi monitoring dan evaluasi (monev) yang digelar di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Komisi Pemberantasan Korupsi guna memberikan pendampingan serta masukan terkait pelaksanaan pengendalian gratifikasi di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Inspektur Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Khairunas, menyatakan pelaporan gratifikasi merupakan bagian dari upaya menjaga integritas aparatur.

Menurutnya, kewajiban melaporkan gratifikasi tidak hanya terkait kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga berkaitan dengan prinsip tidak menerima sesuatu yang bukan menjadi hak.

Ia menjelaskan sosialisasi pengendalian gratifikasi terus dilakukan di berbagai unit kerja. Upaya ini juga mencakup layanan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, termasuk layanan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA).

Selain itu, penguatan integritas juga dilaksanakan di lingkungan perguruan tinggi keagamaan melalui kegiatan sosialisasi dan pembinaan.

Dalam kegiatan tersebut, Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Madya Komisi Pemberantasan Korupsi, Anna, menyampaikan sejumlah catatan terkait implementasi Program Pengendalian Gratifikasi di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia.

Ia menyebutkan bahwa penguatan pemahaman mengenai gratifikasi perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui sosialisasi di berbagai satuan kerja.

Penyebaran informasi dapat memanfaatkan beragam media komunikasi, baik internal maupun eksternal, seperti publikasi media cetak, banner, surat edaran, hingga media digital seperti podcast dan konten media sosial.

Selain itu, Anna menekankan pentingnya identifikasi kegiatan utama yang memiliki potensi risiko gratifikasi.

Langkah tersebut mencakup pemetaan titik rawan serta penyusunan langkah mitigasi secara terstruktur agar pengendalian gratifikasi berjalan lebih efektif. Ia juga mendorong penguatan instrumen kode etik sebagai pedoman bagi aparatur dalam memahami batasan terkait penerimaan honorarium maupun bentuk pemberian lainnya.

Baca Juga :  Pengajuan Insentif Dosen Bukan ASN Ma’had Aly Dibuka hingga 1 Oktober 2026, Ini Syaratnya

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Khoirul Huda Basyir, memaparkan hasil monitoring dan evaluasi implementasi Program Pengendalian Gratifikasi tahun 2025.

Menurutnya, evaluasi tersebut mencakup sejumlah komponen penilaian, antara lain perangkat pengendalian gratifikasi, pemanfaatan media komunikasi, diseminasi program, identifikasi kegiatan yang berpotensi menimbulkan gratifikasi, pemetaan titik rawan, mitigasi risiko, pelaporan gratifikasi, serta inovasi dalam pengendalian gratifikasi.

Hasil evaluasi tersebut menjadi bahan bagi Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program pengendalian gratifikasi di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia. (*/red)

Berita Terkait

BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB