Pemerintah Tetapkan Lebaran Idul Adha 1447 H Jatuh pada Rabu 27 Mei 2026

Penulis -

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar bersama Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii didampingi Dirjen Bimas Islam Prof Abu Rohmad dan Wakil MPR RI Hidayat Nur Wahid dan Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan dalam konferensi pers Sidang Isbat Idul Adha, Minggu (17/5/2026). (Foto Latifahtul Jannah/MUI Digital)

Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar bersama Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii didampingi Dirjen Bimas Islam Prof Abu Rohmad dan Wakil MPR RI Hidayat Nur Wahid dan Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan dalam konferensi pers Sidang Isbat Idul Adha, Minggu (17/5/2026). (Foto Latifahtul Jannah/MUI Digital)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian Hari Raya Idul Adha 1447 H berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan keputusan tersebut dalam Sidang Isbat penetapan awal Dzulhijjah 1447 H di Jakarta, Minggu (17/5/2026).

“Dengan demikian, berdasarkan hasil hisab serta adanya laporan hilal tersebut dapat terlihat, disepakati bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1447 jatuh pada Senin 18 Mei 2026. Dan dengan demikian, Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 jatuh pada Rabu 27 Mei 2026,” kata Nasaruddin Umar.

Kemenag mengambil keputusan setelah menerima laporan rukyatulhilal dari 88 titik pemantauan di seluruh Indonesia.

Berdasarkan laporan tersebut, hilal terkonfirmasi terlihat di Kabupaten Labuhan oleh dua perukyat, yakni KH Soeudul Azkar dan Zarkasyi.

“Berdasarkan laporan yang diterima, hilal terkonfirmasi terlihat oleh pertama, KH Soeudul Azkar dan Zarkasyi di Kabupaten Labuhan dan telah disumpah oleh Dr Tommy Asram, SH MH, Hakim Pengadilan Agama Labuhan,” ujar Menag.

Penetapan Berdasarkan Hisab dan Rukyat

Menag menjelaskan, pemerintah menetapkan awal Dzulhijjah berdasarkan hasil hisab dan rukyat yang dipaparkan dalam seminar serta dibahas dalam sidang isbat bersama berbagai pihak terkait.

“Dengan dukungan data hisab dan kesaksian rukyat, laporan ini menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menetapkan awal Dzulhijjah 1447 secara objektif, ilmiah, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Menag.

Menurut Nasaruddin Umar, Sidang Isbat dihadiri Ketua Komisi VIII DPR RI, Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), pimpinan organisasi masyarakat Islam, pakar falak dan astronomi, serta sejumlah instansi terkait.

Seminar Hilal Digelar Sebelum Sidang Isbat

Sebelum sidang isbat berlangsung, Kemenag lebih dahulu mengadakan seminar terbuka mengenai posisi hilal. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag menyiarkan seminar itu melalui media sosial.

Baca Juga :  Kontingen Kota Padang Dulang Prestasi di Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Sumbar 2024

“Melalui seminar tersebut telah dipaparkan dasar-dasar penetapan awal bulan kamariah, baik dari sisi metode maupun prinsipnya, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel bersama para narasumber mengenai hisab rukyat dan ilmu falak dalam berbagai sudut pandang,” ujar Menag.

Berdasarkan data hisab yang dipaparkan dalam sidang, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di atas ufuk. (*/red)

Berita Terkait

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG
Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:28 WIB

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Berita Terbaru