Jakarta, Javanusa—Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan pelatihan kompetensi Tartil Al-Qur’an bagi 6.600 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di enam provinsi. Program ini menjadi tindak lanjut asesmen Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) yang berlangsung pada 2025.
Pelatihan tersebut menyasar guru PAI di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Kemenag akan menjalankan pembelajaran secara daring selama satu bulan.
Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag, M. Munir, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut hasil asesmen TBQ tahun sebelumnya.
“Tahun ini pelatihannya akan menyasar pada 6 provinsi dengan jumlah guru PAI sebanyak 6.600, terdiri dari provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur,” kata M. Munir.
Ia menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Persiapan Program Pelatihan Kompetensi Tartil Al-Qur’an melalui Zoom, Jumat (4/9/2026).
Rapat tersebut diikuti para kepala bidang dan kepala seksi PAI/PAKIS/Pendis dari berbagai wilayah Indonesia.
Sebelumnya, Direktorat PAI, Ditjen Pendidikan Islam, melaksanakan asesmen TBQ pada 2025. Asesmen itu mencakup sekitar 120 guru PAI pada jenjang TK, SD/SDLB, SMP/SMPLB, hingga SMA/SMALB/SMK.
Kemenag Gandeng Universitas PTIQ
Dalam pelaksanaannya, Kemenag membagi peserta ke dalam 55 kelas. Setiap kelas akan menampung rata-rata 40 peserta dan mendapat pendampingan dari satu pelatih profesional Universitas PTIQ.
“Kami masih tetap bekerja sama dengan Universitas PTIQ sebagai pemegang otoritas pembelajaran Al-Qur’an,” tegas M. Munir.
Kemenag juga mengintegrasikan pelatihan tersebut dengan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB).
Peserta yang memperoleh predikat “Lulus” dengan kategori “Mahir” akan mendapatkan sertifikat khusus. Mereka juga tidak perlu mengikuti ujian Al-Qur’an pada komponen penilaian PPKB berikutnya.
Pelatihan Berlangsung Tiga Angkatan
Kemenag menjadwalkan pelatihan dalam tiga angkatan. Angkatan pertama berlangsung pada 7 September hingga 3 Oktober 2026.
Peserta angkatan pertama berasal dari Banten, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat.
Selanjutnya, angkatan kedua berlangsung pada 5 hingga 31 Oktober 2026. Program ini menyasar peserta dari Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Sementara itu, angkatan ketiga dijadwalkan pada 3 hingga 28 November 2026 bagi guru PAI dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Peserta Belajar Mandiri melalui LMS
Model pembelajaran menggabungkan belajar mandiri dan pendampingan secara langsung melalui ruang virtual.
Peserta akan mempelajari modul digital dalam bentuk PDF dan video tutorial melalui Learning Management System (LMS). Pada setiap akhir pekan, peserta mengikuti pertemuan melalui Zoom.
Sesi akhir pekan tersebut berfungsi untuk melakukan review materi, bimbingan, serta konsultasi interaktif bersama pembimbing kelas.
Kemenag memprioritaskan guru PAI berstatus PNS dan PPPK yang memiliki kemampuan Tartil kategori Pratama dan Madya. Program ini diarahkan untuk membantu peserta mencapai kategori Mahir.
Ujian Akhir Digelar secara Luring
Setelah menyelesaikan pembelajaran selama satu bulan, peserta wajib mengikuti ujian secara luring.
Kemenag akan menyiapkan titik lokasi ujian yang berada di wilayah terdekat dengan domisili peserta pada tingkat kabupaten/kota.
Program pelatihan kompetensi Tartil Al-Qur’an akan dibuka secara daring pada Senin pagi, 7 September 2026.
Informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan program dapat diperoleh melalui akun Instagram Direktorat PAI. (*)






