Kemenag Perketat Validasi Data, Terapkan Satu Data Terpusat untuk Cegah Data Ganda dan Salah Sasaran

Penulis -

Senin, 4 Mei 2026 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin Rapat Koordinasi Kebijakan Strategis bersama Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i. (Foto: Isykariman Ismail/Kemenag)

Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin Rapat Koordinasi Kebijakan Strategis bersama Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i. (Foto: Isykariman Ismail/Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Agama memperkuat reformasi tata kelola data dengan menekankan validasi menyeluruh. Selain itu, kementerian menerapkan kebijakan satu data sebagai rujukan resmi nasional.

Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin Rapat Koordinasi Kebijakan Strategis bersama Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i. Rapat ini melibatkan pimpinan eselon I dan unit teknis terkait.

Menag menyoroti persoalan mendasar pada kualitas data pendidikan, khususnya dalam sistem EMIS. Ia menemukan ketidaksesuaian data di lapangan.

Permasalahan mencakup jumlah siswa yang tidak akurat dan indikasi data ganda dalam jumlah besar. Selain itu, terdapat potensi kekeliruan dalam penyaluran bantuan pendidikan.

Menurutnya, persoalan ini tidak sekadar administratif, tetapi menyangkut akurasi kebijakan publik. Hal ini juga berdampak pada akuntabilitas anggaran negara.

“Kalau data kita bermasalah, maka kebijakan yang dihasilkan juga berpotensi bermasalah. Dampaknya luas, termasuk distribusi anggaran dan kepercayaan publik,” ujarnya di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Revalidasi Data dan Pengawasan Diperketat

Sebagai tindak lanjut, Kemenag mendorong revalidasi data secara menyeluruh dan proaktif di seluruh satuan kerja. Fokus utama berada pada level madrasah dan lembaga pendidikan keagamaan.

Kemenag juga memperketat proses input data melalui mekanisme verifikasi berlapis. Langkah ini memastikan data mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Selain itu, kementerian meningkatkan pengawasan terhadap potensi manipulasi data. Praktik tersebut dinilai dapat mengganggu ketepatan sasaran program bantuan.

Terapkan Kebijakan Satu Data Kemenag

Ke depan, Kemenag menerapkan kebijakan “Satu Data Kementerian Agama” sesuai Peraturan Menteri Agama Nomor 7 Tahun 2026.

Melalui kebijakan ini, Pusat Data dan Informasi Kemenag menjadi satu-satunya otoritas penerbit data resmi. Seluruh unit kerja wajib menyampaikan dan menyinkronkan data ke Pusdatin.

Dengan sistem ini, Kemenag menargetkan tidak ada lagi perbedaan data antar unit. Data yang disajikan kepada publik diharapkan konsisten dan kredibel.

Baca Juga :  BGN Tak Lagi Beri Insentif Tetap Rp6 Juta, SPPG Kini Dibayar Rp2.000 per Porsi
Integrasi Sistem dan Penyederhanaan Aplikasi

Kemenag mempercepat integrasi berbagai sistem informasi yang sebelumnya berjalan parsial, seperti EMIS dan Simpatika.

Selain itu, kementerian menyederhanakan ribuan aplikasi internal agar lebih efisien. Upaya ini bertujuan membangun ekosistem data yang terintegrasi.

Koordinasi Intensif di Masa Transisi

Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin menyebut fase ini sebagai masa transisi. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas unit secara intensif.

Kemenag akan menggelar rapat koordinasi data secara berkala, minimal dua minggu sekali. Langkah ini memastikan proses konsolidasi berjalan konsisten dan terukur.

Perkuat Kepercayaan Publik dan Efektivitas Program

Pembenahan data dinilai krusial karena menjadi fondasi kebijakan dan perencanaan program. Selain itu, data berperan penting dalam penyaluran anggaran.

Melalui sistem yang terintegrasi dan akuntabel, Kemenag menargetkan peningkatan efektivitas program. Di sisi lain, kepercayaan publik terhadap layanan keagamaan dan pendidikan juga diharapkan meningkat.

Kemenag menegaskan reformasi ini tidak hanya menyelesaikan masalah jangka pendek. Kebijakan ini juga menjadi dasar penguatan sistem informasi yang berkelanjutan dan adaptif. (*/red)

Berita Terkait

Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:20 WIB

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru