Ciputat, Javanusa—Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam format digital melalui platform MOOC Pintar.
Program ini dirancang untuk memperluas akses guru, dosen, dan aparatur sipil negara (ASN) terhadap pelatihan berbasis pengalaman (experiential learning), yang sebelumnya dilaksanakan secara tatap muka.
Kepala Pusbangkom SDM Kemenag, Mastuki, menyebutkan bahwa digitalisasi pelatihan ini ditujukan untuk menjangkau lebih banyak peserta tanpa menghilangkan pendekatan pembelajaran reflektif yang menjadi ciri utama KBC.
“Selama ini pelatihan KBC dilakukan secara luring. Namun karena tingginya minat dari guru agama, pengawas madrasah, dan dosen, kami siapkan versi daring dengan tetap mempertahankan pendekatan experiential learning,” ujar Mastuki di Ciputat, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, pendekatan experiential learning memungkinkan peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengalami langsung proses pembelajaran melalui stimulasi indrawi dan refleksi psikologis.
Dalam versi digital, metode ini tetap dihadirkan melalui sejumlah materi seperti Tea Ceremony, simulasi Planetarium, mindful learning, dan mindful writing.
Pelatihan ini mengacu pada konsep Panca Cinta, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul, ilmu pengetahuan, alam semesta, diri dan sesama, serta tanah air. Konsep tersebut menjadi dasar dalam membentuk pola kerja ASN Kemenag.
Program pelatihan disusun dalam dua kelompok materi. Pertama, materi dasar yang membahas filosofi cinta dalam Islam dan urgensi Kurikulum Berbasis Cinta melalui sesi pengantar.
Kedua, materi inti yang mengajak peserta mendalami Panca Cinta melalui pendekatan ARKA, yakni Aktivitas, Refleksi, Konseptualisasi, dan Aplikasi.
Melalui pendekatan ARKA, peserta pelatihan daring akan mengikuti alur pembelajaran berbasis pengalaman dengan mengisi diary petualangan secara individual. Diary ini menjadi instrumen untuk memastikan setiap peserta mengikuti seluruh tahapan pembelajaran secara utuh.
Selain itu, pelatihan juga memanfaatkan metode gamifikasi, termasuk penggunaan alur cerita, karakter, dan narasi. Peserta diminta melakukan analisis, refleksi, serta menyusun rencana penerapan di lingkungan kerja masing-masing.
Kementerian Agama melibatkan sejumlah narasumber dalam pelatihan ini, termasuk Menteri Agama RI Nasaruddin Umar sebagai inisiator KBC.
Selain itu, turut terlibat Haidar Bagir, Irfan Amalee, Iswoyo, Azam Bahtiar, serta Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM. Setiap sesi akan dipandu oleh fasilitator dari Pusbangkom SDM yang telah mengikuti Training of Facilitator (ToF). (*/red)






