Kemenag Targetkan Ditjen Pesantren Berdiri Tahun Ini

Penulis -

Kamis, 6 November 2025 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar (tengah) seusai memberikan sambutan dalam Annual Conference on Pesantren Education yang diselenggarakan oleh Majelis Masyayikh di Jakarta, Rabu (5/11/2025). (Foto: Ahmad Syawlana/Kemenag)

Menteri Agama Nasaruddin Umar (tengah) seusai memberikan sambutan dalam Annual Conference on Pesantren Education yang diselenggarakan oleh Majelis Masyayikh di Jakarta, Rabu (5/11/2025). (Foto: Ahmad Syawlana/Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Agama (Kemenag) tengah memfinalisasi pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menargetkan proses pendiriannya rampung pada tahun ini sehingga Ditjen Pesantren bisa segera beroperasi secara mandiri, terpisah dari Ditjen Pendidikan Islam.

“Insya Allah dalam waktu dekat ini selesai. Ada beberapa persoalan teknis yang sebelumnya harus dipisahkan antara Ditjen Pendis dengan unit pesantren, dan semuanya sudah hampir tuntas. Mudah-mudahan sebelum tahun depan sudah lengkap,” ujar Menag Nasaruddin Umar usai memberikan sambutan dalam Annual Conference on Pesantren Education yang digelar Majelis Masyayikh di Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Pembentukan Ditjen Pesantren merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subiyanto. Melalui surat bernomor B-617/M/D-1/HK.03.00/10/2025 tertanggal 21 Oktober 2025, Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memerintahkan Kemenag untuk segera mendirikan Ditjen Pesantren.

Surat tersebut berkenaan dengan Persetujuan Izin Prakarsa Penyusunan Rancangan Peraturan Presiden tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 152 Tahun 2024 tentang Kementerian Agama.

Menag menilai, pendirian Ditjen Pesantren menjadi bentuk perhatian Presiden terhadap penguatan lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren yang memiliki kekhasan dan karakteristik tersendiri.

“Banyak peluang pengembangan dan dukungan yang diberikan Presiden Prabowo terhadap dunia pesantren. Pemerintah ingin memastikan bahwa pesantren memiliki posisi strategis dan struktur kelembagaan yang kuat di bawah Kementerian Agama,” jelas Nasaruddin.

Perlu Penguatan Kelembagaan

Selama ini, pesantren dikelola oleh satuan kerja setingkat Eselon II di bawah Ditjen Pendidikan Islam. Menurut Menag, sudah saatnya pesantren memiliki struktur tersendiri agar pengelolaannya lebih fokus dan sesuai metodologi pendidikan khas pesantren.

“Kita akan menciptakan satu guideline yang membedakan antara pendidikan Islam pada umumnya dengan pendidikan di pondok pesantren yang memiliki metodologi tersendiri,” ujarnya.

Baca Juga :  Presiden Setujui Pembentukan Ditjen Pesantren, Kemenag Siap Perkuat Layanan Santri Nasional
Sinergi Antar-Kementerian

Selain Kemenag, sejumlah kementerian juga akan dilibatkan dalam penguatan ekosistem pesantren. Kementerian PUPR akan membantu rekonstruksi bangunan pesantren, Bappenas menyiapkan perencanaan anggaran, dan Kementerian Keuangan mengalokasikan pembiayaannya.

“Kementerian Pendidikan juga bersinergi dengan kita. Hampir semua kementerian berkomitmen memberdayakan lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren,” papar Menag.

Proses Seleksi Dirjen Pesantren

Terkait sosok calon Direktur Jenderal Pesantren, Nasaruddin menegaskan proses seleksi akan dilakukan secara objektif dan profesional.

“Penentuan pejabat di Kementerian Agama tidak didasarkan pada kedekatan personal atau like and dislike. Ada beberapa tahapan seleksi untuk memastikan yang terpilih benar-benar kompeten dan mampu bekerja dengan segala keterbatasan yang ada,” tegasnya.

Menag menambahkan, forum Annual Conference on Pesantren Education menjadi ajang untuk menghimpun masukan dari para pimpinan pondok pesantren di seluruh Indonesia. Pandangan dan rekomendasi mereka akan dijadikan dasar dalam menyusun arah kebijakan Ditjen Pesantren ke depan.

“Kami ingin mengartikulasikan dan menindaklanjuti peluang besar yang diberikan Presiden Prabowo untuk memperkuat pesantren, termasuk peningkatan status kelembagaannya dari direktorat menjadi direktorat jenderal,” tutupnya. (*/red)

Berita Terkait

Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat
Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Gulat Sumbang Dua Emas, Pasbar Buka Perolehan Medali di Porprov XVI Sumbar 2026

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB