Kemenag Tegaskan Pelaku Cabul di Pekalongan Pimpinan Padepokan, Bukan Pesantren

Penulis -

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Pesantren Basnang Said. (Foto: Ist/Kemenag)

Direktur Pesantren Basnang Said. (Foto: Ist/Kemenag)

Pekalongan, Javanusa—Polisi menangkap terduga pelaku cabul terhadap perempuan di Pekalongan. Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan pelaku bukan pimpinan pesantren, melainkan padepokan.

Direktur Pesantren Basnang Said menyampaikan penegasan itu di Jakarta, Rabu (27/5/2026). Ia menyebut lembaga yang dipimpin terduga pelaku bernama Padepokan Padhang Ati.

“Jadi lembaga itu bukan pesantren, tapi padepokan. Saya sudah mengecek data Education Management Information System (EMIS) bahwa lembaga tersebut tidak memiliki ijin operasional dan tidak terdaftar di Kantor Kementerian Agama Pekalongan,” tegas Basnang.

Lembaga Tidak Berizin dan Tidak Terdaftar Kemenag

Basnang menegaskan penyebutan pesantren terhadap lembaga itu tidak tepat. Ia memastikan lembaga tidak memiliki izin operasional resmi.

Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kabupaten Pekalongan juga telah memverifikasi status lembaga tersebut. Verifikasi memastikan nama lembaga adalah Padepokan Padhang Ati.

“Kami pastikan lembaga tersebut bernama Padepokan Padhang Ati dan berlokasi di Desa Simbang Kulon Kec. Buaran Kab. Pekalongan,” sebutnya.

Basnang menyampaikan kasus ini sudah dibahas dalam rapat koordinasi di Dinas P3A dan PPKB Kabupaten Pekalongan pada 11 Mei 2026.

Peserta rapat meliputi Dinas P2A dan PPKB, Dinas Sosial, Kesbangpol, serta Kemenag Kabupaten Pekalongan.
Hadir juga Camat Buaran, Camat Karangdadap, Polres Pekalongan, Kepala Desa Simbang Kulon, Kepala Desa Kedungkebo, dan Babinsa Simbang Kulon.

Basnang menegaskan lembaga tidak terdaftar di Kemenag maupun Kesbangpol. Karena itu, rapat memutuskan penanganan kasus oleh Polres Pekalongan.

Laporan korban sudah masuk ke Polresta Pekalongan. Polisi kemudian mengamankan pengasuh Padepokan Padhang Ati pada 27 Mei 2026.

“Kami mendukung proses hukum oleh aparat. Tidak ada toleransi bagi tindak kekerasan seksual di mana pun dan oleh siapa pun,” tandasnya. (*/red)

Baca Juga :  Menag Tegaskan Tak Ada Pembahasan Resmi Soal Pengurangan Kuota Haji 2026

Berita Terkait

Padang Mobile Masuk 5 Besar Padang Innovation Award 2026, Ini Keunggulannya
Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km
Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah
Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi
DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran
Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang
Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau
Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:28 WIB

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:55 WIB

BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Berita Terbaru