Jakarta, Javanusa—Kementerian Perdagangan memfasilitasi kegiatan business networking untuk membuka peluang ekspor ke tujuh pasar nontradisional, yaitu Mozambik, Fiji, Laos, Brasil, Uruguay, Oman, dan Hong Kong.
Kegiatan ini mempertemukan empat perusahaan eksportir anggota InaExport dengan perwakilan kedutaan besar enam negara serta Hong Kong Trade Development Council (HKDTC). Pertemuan berlangsung pada Kamis (9/4) di Ruang Permanent Trade Exhibition, Jakarta Pusat.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menyatakan kegiatan tersebut bertujuan menghubungkan eksportir Indonesia dengan pasar baru guna memperkuat kinerja ekspor.
Melalui forum ini, pelaku usaha memaparkan keunggulan produk dan menjajaki potensi kerja sama dagang dengan mitra luar negeri.
Empat perusahaan yang terlibat terdiri dari PT Queen Pacific Sukses Abadi (alas kaki), PT Oneject Indonesia (alat kesehatan seperti jarum suntik sekali pakai), PT Allana Maju Berdaya (kerajinan tangan), serta PT Salaku Cara Enak Makan Salak (produk makanan dan minuman berbahan baku salak).
Selain pelaku usaha dan perwakilan negara mitra, kegiatan ini juga dihadiri Komisioner Bidang Advokasi, Sosialisasi, dan Edukasi Komisi Informasi Pusat, Samrotunnajah Ismail.
Menurut Puntodewi, produk yang ditampilkan merupakan produk unggulan dengan potensi ekspor ke kawasan Afrika, Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah.
Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Laos, Vonekham Singkhamvongsa, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan bagi perwakilan negara untuk mengenal lebih jauh produk Indonesia.
Dari sisi pelaku usaha, pemilik PT Allana Maju Berdaya, Titin Dwi Isnaini, menilai kegiatan ini membuka peluang jejaring dengan sesama eksportir dan mitra dagang internasional.
Ia juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat digelar lebih sering dengan melibatkan lebih banyak perwakilan negara.
Direktur Utama PT Queen Pacific Sukses Abadi, Surianti, menyatakan forum ini membuka peluang ekspansi produk ke negara baru dengan potensi permintaan tinggi. Ia juga menyoroti keunggulan kompetitif Indonesia dari sisi tarif dibandingkan negara pesaing.
Sementara itu, Marketing Assistant Manager PT Oneject Indonesia, Dimas, menilai kegiatan ini dapat diperkuat dengan menghadirkan regulator dari negara tujuan ekspor, khususnya untuk produk alat kesehatan, agar diskusi teknis dapat berjalan lebih optimal.
Kementerian Perdagangan melalui kegiatan ini menargetkan perluasan akses pasar dan peningkatan ekspor nasional melalui pemanfaatan pasar nontradisional. (*/red)






