Padang, Javanusa—Minat masyarakat terhadap transportasi kereta api meningkat selama libur Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. KAI Divre II Sumatera Barat (Sumbar) mencatat 8.181 pelanggan pada 25 Agustus 2026.
Jumlah tersebut mencapai sekitar 105 persen dari kapasitas kursi harian yang tersedia. KAI Divre II Sumbar menyediakan 7.792 tempat duduk untuk seluruh perjalanan pada periode tersebut.
Tingginya volume penumpang menunjukkan kereta api tetap menjadi pilihan masyarakat saat momentum libur. Moda transportasi ini mendukung perjalanan untuk bersilaturahmi, berwisata, maupun memenuhi kebutuhan mobilitas lainnya.
KA Pariaman Ekspres Jadi Pilihan Utama
KA Pariaman Ekspres mencatat jumlah pelanggan paling tinggi dibandingkan layanan kereta lainnya. Sepanjang 25 Agustus, kereta tersebut melayani 5.296 pelanggan.
Angka itu setara sekitar 125 persen dari total kapasitas 4.240 tempat duduk dalam seluruh perjalanan KA Pariaman Ekspres pada hari tersebut.
KAI menegaskan, persentase di atas 100 persen tidak menunjukkan adanya penumpang melebihi kapasitas dalam satu rangkaian kereta. Angka tersebut berasal dari perbandingan total pelanggan dengan akumulasi kapasitas kursi dari seluruh perjalanan dalam sehari.
Dengan jadwal keberangkatan yang berbeda, pelanggan tersebar pada sejumlah perjalanan. Kondisi ini membuat akumulasi jumlah penumpang dapat melampaui kapasitas satu perjalanan jika dibandingkan dengan total kapasitas harian.
Tingginya permintaan juga memperlihatkan kuatnya minat masyarakat terhadap KA Pariaman Ekspres relasi Pauh Lima–Naras. Layanan tersebut menjadi salah satu pilihan untuk mendukung mobilitas menuju Pariaman dan daerah sekitarnya.
Selain Pariaman Ekspres, KA Lembah Anai melayani 1.417 pelanggan. Sementara itu, KA Minangkabau Ekspres mencatat 1.468 pelanggan pada momentum libur tersebut.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menilai tingginya jumlah pelanggan menjadi sinyal positif bagi kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api.
“Antusiasme masyarakat menggunakan KA Pariaman Ekspres maupun layanan kereta api lainnya menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan. Capaian ini tentunya menjadi motivasi bagi KAI untuk terus menghadirkan layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi pelanggan,” ujar Reza.
Stasiun Padang Catat Keberangkatan Tertinggi
Peningkatan mobilitas juga terlihat dari aktivitas penumpang di berbagai stasiun dalam wilayah operasional KAI Divre II Sumbar.
Stasiun Padang mencatat jumlah keberangkatan paling tinggi dengan 2.330 pelanggan. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Pariaman dengan 1.334 pelanggan.
Stasiun BIM melayani 721 pelanggan, sedangkan Stasiun Air Tawar mencatat 678 pelanggan. Adapun Stasiun Lubuk Alung melayani 445 pelanggan.
Dari sisi kedatangan, Stasiun Padang kembali mencatat volume tertinggi. Jumlahnya mencapai 2.242 pelanggan.
Stasiun Pariaman berada di urutan berikutnya dengan 1.441 pelanggan. Kemudian Stasiun Air Tawar mencatat 995 pelanggan, Stasiun BIM 664 pelanggan, dan Stasiun Lubuk Alung 423 pelanggan.
Data tersebut menggambarkan peran kereta api dalam menunjang mobilitas masyarakat Sumbar. Penggunaannya tidak hanya untuk perjalanan antarkota, tetapi juga aktivitas rutin sehari-hari.
Masyarakat memanfaatkan layanan kereta untuk bekerja, bersekolah, serta menjalankan berbagai kegiatan ekonomi dan sosial. Untuk perjalanan antarkota, jaringan layanan menghubungkan Padang, Pariaman, Lubuk Alung hingga Bandara Internasional Minangkabau atau BIM.
KAI Perkuat Pengawasan Keselamatan
Mengantisipasi peningkatan mobilitas penumpang, KAI Divre II Sumbar memastikan kesiapan operasional di seluruh wilayah kerja. Pemeriksaan sarana dan prasarana menjadi bagian dari langkah tersebut.
KAI juga memperkuat pengawasan perjalanan serta pelayanan kepada pelanggan. Petugas memantau titik-titik yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta api.
Keselamatan masyarakat di sekitar jalur kereta juga menjadi perhatian. KAI meminta warga lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar rel dan perlintasan sebidang.
Saat melintasi perlintasan sebidang, masyarakat perlu berhenti dan melihat kondisi sekitar. Pastikan situasi aman sebelum melintas serta selalu berikan prioritas kepada perjalanan kereta api.
KAI juga melarang masyarakat berjalan, bermain, atau melakukan aktivitas lain di jalur rel. Tindakan tersebut dapat membahayakan keselamatan dan mengganggu perjalanan kereta.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya keselamatan perkeretaapian. Keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh masyarakat. Mari disiplin mematuhi aturan di perlintasan dan tidak beraktivitas di jalur rel, sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung aman, lancar, dan selamat sampai tujuan,” tutup Reza. (*)






