Jakarta, Javanusa—Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Lazada Indonesia dan Lampu.id menggelar pelatihan bagi lebih dari 250 pelaku usaha dan konsumen untuk memperkuat pemahaman tentang kualitas produk dan perlindungan konsumen dalam perdagangan digital.
Kegiatan bertajuk “Quality and Trust: Kunci Membangun Loyalitas Konsumen & Produk Laris di Pasar” itu berlangsung di Jakarta, Rabu (11/3).
Pelatihan ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepatuhan pelaku usaha terhadap prinsip perlindungan konsumen di tengah pesatnya transaksi digital.
Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Moga Simatupang, mengatakan pemerintah mendorong ekosistem perdagangan digital yang sehat melalui pendekatan edukasi dan kolaborasi dengan platform niaga-el serta pelaku usaha.
“Kementerian Perdagangan hadir untuk memastikan iklim usaha tumbuh sehat, adil, dan berkelanjutan. Perlindungan konsumen bertujuan membangun pasar yang tepercaya,” kata Moga dalam keterangan resminya.
Ia menjelaskan pemerintah terus mengembangkan mekanisme pengawasan serta sistem pengaduan agar pelanggaran terhadap hak konsumen dapat ditangani secara transparan dan efektif.
Direktur Pemberdayaan Konsumen, Immanuel Tarigan Sibero, memaparkan bahwa sepanjang Januari–Desember 2025 terdapat 7.887 pengaduan dari berbagai sektor. Dari jumlah tersebut, 7.836 aduan berkaitan dengan transaksi daring dan seluruhnya telah ditindaklanjuti.
Menurut Immanuel, peningkatan penggunaan kanal pengaduan menunjukkan tingginya aktivitas perdagangan digital sekaligus pentingnya kepatuhan terhadap Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
“Dalam regulasi ini juga diatur kewajiban penjual, salah satunya menjalankan kegiatan usaha dengan itikad baik,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, pelaku usaha juga mendapatkan materi terkait pengelolaan usaha digital. CEO Lokasaji Annisa Swavira menyampaikan bahwa standar operasional prosedur membantu UMKM menjaga kualitas layanan secara konsisten.
Sementara itu, Vice President Government Affairs Lazada Indonesia, Budi Primawan, menyatakan platformnya berupaya memperkuat keamanan transaksi digital melalui sistem pengawasan serta kebijakan pengembalian produk.
“Kami mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas produk dan layanan agar konsumen mendapatkan produk yang autentik dan berdaya saing,” kata Budi.
Pelatihan juga dilengkapi lokakarya pemasaran digital yang dipandu praktisi pemasaran Safa Alattas. Materi yang dibahas mencakup penyusunan foto katalog, penggunaan kata kunci, hingga strategi konten di media sosial.
Menurut Safa, penyajian informasi produk secara rinci—mulai dari foto hingga deskripsi—dapat membantu konsumen memahami produk sekaligus mengurangi potensi keluhan setelah pembelian.
Salah satu peserta, Ivannova, pemilik UMKM Kuker Nova di Bekasi, mengatakan pelatihan tersebut membantu pelaku usaha memahami aturan dan mekanisme perdagangan digital.
Usahanya yang berdiri sejak 2023 baru mulai memasarkan produk secara daring pada 2026.
Ia berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara berkala untuk membantu pelaku UMKM memahami praktik perdagangan digital yang sesuai dengan regulasi. (*/red)






