Kemenhaj Dorong Ekspor 3.911 Ton Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi

Penulis -

Rabu, 4 Februari 2026 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat koordinasi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) bersama Perum Bulog, Selasa (3/2/2026). (Foto: Kemenhaj)

Rapat koordinasi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) bersama Perum Bulog, Selasa (3/2/2026). (Foto: Kemenhaj)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong ekspor 3.911 ton Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi untuk memenuhi konsumsi jemaah Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M.

Langkah ini dibahas bersama Perum Bulog dalam rapat koordinasi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Selasa (3/2/2026).

Program ini menargetkan pasokan beras khusus ke dapur katering jemaah di Makkah dan Madinah. Pemerintah menilai kecocokan jenis beras berpengaruh langsung pada pola makan dan kondisi kesehatan jemaah.

Direktur Jenderal PE2HU Kemenhaj Jaenal Effendi mengatakan, jemaah haji Indonesia terbiasa mengonsumsi beras lokal dengan karakteristik tertentu. Perbedaan jenis dan tekstur beras di Arab Saudi bisa memengaruhi selera dan asupan makan.

“Jemaah kita tidak terbiasa dengan beras yang beredar di sana. Perbedaan jenis dan kualitas dapat menurunkan asupan makan dan berdampak pada kesehatan,” ujar Jaenal dalam rapat tersebut.

Karena itu, Kemenhaj mendorong skema ekspor langsung agar standar rasa dan mutu tetap terjaga. Skema ini juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi haji nasional.

Kebutuhan Beras Haji 2026 Capai 3.911 Ton

Kemenhaj memperkirakan jumlah jemaah haji Indonesia dan petugas pada musim 2026 mencapai 205.420 orang. Dari jumlah itu, kebutuhan beras dihitung sekitar 3.911 ton selama masa operasional haji.

Beras tersebut akan disalurkan ke sekitar 75 dapur katering yang melayani konsumsi jemaah di dua kota suci. Distribusi bertahap mengikuti jadwal kedatangan kloter.

Program ini melibatkan sejumlah pihak, antara lain Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Perum Bulog. Koordinasi dilakukan untuk menjamin ketersediaan stok, mutu, dan kelancaran ekspor.

Pemerintah juga menyelaraskan regulasi pangan dan perdagangan agar pengiriman beras tidak mengganggu kebutuhan dalam negeri. Skema pengawasan mutu disiapkan sejak dari gudang hingga titik distribusi.

Baca Juga :  Film Foufo Tayang 9 Juli 2026, Kisah Pengepul Rongsokan Bertemu Alien dalam Komedi Fiksi Ilmiah

Jaenal mengakui, tantangan utama ekspor beras Indonesia adalah daya saing harga di pasar Arab Saudi. Harga beras premium dari negara pesaing masih lebih rendah.

“Beras premium Vietnam sekitar USD 482 per metrik ton. Sementara beras Indonesia dengan kualitas setara bisa mencapai USD 850 per metrik ton, belum termasuk logistik,” kata dia.

Karena itu, pemerintah mempertimbangkan dukungan dan fasilitas khusus agar harga lebih kompetitif. Dukungan diarahkan khusus untuk kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia.

Empat Importir Saudi Siap Terima Beras Indonesia

Ditjen PE2HU mencatat ada empat perusahaan importir di Arab Saudi yang menyatakan kesiapan menerima beras Indonesia. Namun, mereka mensyaratkan standar mutu dan harga yang sesuai pasar.

Keempat importir tersebut yakni SBTC, Mauladawilah, Tamayiz Asia, dan Muhammad Bawazier Trading. Negosiasi teknis masih berlangsung untuk penyesuaian spesifikasi dan skema pengiriman.

Bulog Pastikan Standar Mutu dan Sertifikasi

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kesiapan Bulog mendukung ekspor beras untuk kebutuhan haji dan umrah. Ia memastikan seluruh proses mengikuti aturan ekspor pangan.

“Kami pastikan ekspor beras memenuhi perizinan, sertifikasi halal, serta standar Saudi Food and Drug Authority (SFDA). Semua melalui uji mutu dan keamanan pangan,” ujarnya.

Bulog juga menyiapkan mitra industri pengolahan dan pengemasan agar kualitas produk tetap stabil. Standar ini menjadi syarat utama agar beras diterima di pasar Arab Saudi. (*/red)

Berita Terkait

Lindungi Dana Jemaah Umrah, Kemenhaj dan OJK Kaji Rekening Penampungan
Kemenhaj dan Kemendagri Padankan Data Jemaah Haji, Nomor Antrean Tetap Aman
Travel Umrah Diperingatkan Tak Promosikan Haji Khusus Tanpa Izin PIHK
368 ASN Lulus Seleksi Mutasi Karier Batch II, Mulai Bergabung 1 November 2026
189 Pengaduan Travel Haji dan Umrah Masuk hingga September 2026, Kemenhaj Perketat Pengawasan
Kemenhaj Sumbar Ingatkan Travel Umrah Gunakan Identitas Sesuai Izin, ID Card Wajib Diberikan H-1
Perkuat Perlindungan Jemaah, Kemenhaj Sumbar Bentuk Satgas Awasi Travel Umrah di Bandara
Sidak Travel Umrah di BIM, Kemenhaj Sumbar Temukan Jemaah Batal Berangkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB