Jakarta, Javanusa—Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menyebut penyelenggaraan haji tahun ini lebih baik.
Ia menegaskan dukungan lintas kementerian mempercepat layanan paspor jemaah. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan berperan dalam percepatan layanan tersebut.
Menhaj menyampaikan percepatan paspor menjadi kunci memenuhi tenggat keberangkatan jemaah. Ia juga menyebut koordinasi dilakukan untuk membuka layanan tambahan di luar hari kerja.
“Proses haji kemarin kita banyak dibantu oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama terkait percepatan paspor jemaah. Karena dikejar deadline, kami sempat memohon agar layanan tetap dibuka di hari Sabtu dan jam operasional diperpanjang. Alhamdulillah, semua bisa berjalan dengan baik,” ujar Menhaj, Rabu (15/4).
Pembentukan Satgas Haji Lintas Instansi
Kemenhaj menyiapkan pembentukan Satuan Tugas Haji. Satgas ini melibatkan kepolisian dan imigrasi. Langkah ini merespons temuan WNI berangkat haji tanpa visa resmi pada tahun sebelumnya. Pemerintah ingin mencegah risiko jemaah terlantar di Arab Saudi.
“Kami sedang menyusun Satgas Haji bersama kepolisian dan imigrasi untuk mencegah WNI berangkat tanpa visa haji. Ini penting untuk melindungi jemaah dari berbagai risiko, termasuk potensi terlantar di Arab Saudi,” tegasnya.
Menhaj menekankan pendekatan edukasi dan penindakan berjalan seimbang. Pemerintah mengedukasi masyarakat agar tidak berangkat tanpa visa haji. Pemerintah juga mendorong solusi agar masyarakat berhaji sesuai ketentuan.
Dukungan Kementerian Imigrasi
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto menyatakan kesiapan penuh. Ia menegaskan dukungan diberikan pada layanan dokumen perjalanan jemaah.
“Kami memastikan kesiapan layanan, termasuk percepatan proses saat menghadapi deadline. Edukasi kepada masyarakat juga terus kami lakukan agar memahami aturan keberangkatan haji,” ujar Agus.
Penguatan Layanan Makkah Route
Agus menjelaskan penguatan layanan dilakukan melalui penambahan fasilitas Makkah Route. Sebelumnya layanan ini tersedia di tiga bandara. Tiga bandara itu yaitu Soekarno-Hatta, Solo, dan Jawa Timur.
Kini layanan Makkah Route juga tersedia di Makassar. Penambahan ini diharapkan memperlancar keberangkatan jemaah haji.
“Penambahan Makkah Route ini diharapkan dapat semakin memperlancar proses keberangkatan jemaah haji tahun ini,” katanya.
Pengawasan dan Perlindungan Jemaah
Agus menegaskan pengawasan bandara akan diperketat. Langkah ini untuk mencegah keberangkatan tanpa visa haji resmi.
“Kita mengharapkan jangan sampai warga negara kita terlantar di sana, karena kebijakan Arab Saudi saat ini memang tidak mengizinkan selain pemegang visa haji untuk masuk pada musim haji,” tegasnya. (*/red)






