Tangerang, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Ditjen PE2HU mengawal ekspor perdana bumbu pasta dan makanan siap saji. Pengiriman ini ditujukan untuk kebutuhan logistik haji 2026.
Pengiriman tahap awal dilakukan dari Gudang Lini Garuda di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (2/4). Total 100 ton logistik dikirim secara bertahap menuju Arab Saudi. Proses pelepasan melibatkan dukungan PT Pos Indonesia dan Garuda Indonesia.
Direktur Jenderal PE2HU, Jaenal Effendi menegaskan peran aktif Kemenhaj dalam mengawal distribusi. Oleh karena itu, seluruh proses dipastikan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Ia menjelaskan Kemenhaj memastikan logistik memenuhi standar kehalalan, kesehatan, dan ketahanan produk. Selain itu, ketepatan waktu pengiriman juga menjadi prioritas utama.
Pengiriman logistik dijadwalkan berlangsung melalui beberapa penerbangan pada 2 hingga 6 April 2026. Sementara itu, total kebutuhan dari dua vendor mencapai 230 ton.
Namun demikian, sebanyak 130 ton sisanya masih dalam proses penjadwalan penerbangan. Dengan begitu, distribusi dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan logistik.
Lebih lanjut, Jaenal menyebut ekspor ini tidak hanya memenuhi kebutuhan jemaah haji. Akan tetapi, langkah ini juga menjadi bagian dari uji coba dan peningkatan kapasitas industri nasional.
Ia menambahkan kegiatan ini menjadi test run sekaligus capacity building bagi produk Indonesia. Dengan demikian, produk dalam negeri diharapkan mampu memenuhi standar Arab Saudi.
Selain itu, langkah ini juga bertujuan mengurangi ketergantungan impor serta meningkatkan efisiensi biaya. Oleh sebab itu, industri lokal didorong untuk semakin kompetitif.
Kemenhaj menegaskan pengawalan distribusi logistik sebagai bagian dari komitmen pemerintah. Dengan demikian, layanan terbaik bagi jemaah haji dapat terus ditingkatkan.
Selain itu, upaya ini juga mendorong kemandirian serta efisiensi sistem logistik haji Indonesia ke depan. (*/red)






