Kemenhaj Perkuat Kemitraan Indonesia-Arab Saudi, Bidik Rantai Pasok Haji dan Umrah Berkelanjutan

Penulis -

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal PE2HU Kemenhaj, Jaenal Effendi. (Foto: Kemenhaj)

Direktur Jenderal PE2HU Kemenhaj, Jaenal Effendi. (Foto: Kemenhaj)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat kerja sama strategis Indonesia dan Arab Saudi untuk membangun rantai pasok haji dan umrah yang berkelanjutan.

Langkah tersebut diharapkan membuka peluang lebih besar bagi produk nasional, mulai dari hasil pertanian hingga industri pangan, masuk ke pasar Arab Saudi secara berkesinambungan.

Komitmen itu ditegaskan melalui Business Matching Indonesia–Saudi Arabia Partnership Forum 2026 bertema Building Strategic Partnership for a Sustainable Pilgrim Supply Chain yang digelar di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi, mengatakan forum tersebut menjadi wadah untuk mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, eksportir, UMKM, asosiasi industri, serta mitra strategis dari Arab Saudi.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah yang lebih terintegrasi sekaligus memperkuat hubungan bisnis kedua negara.

“Forum ini bukan sekadar mempertemukan pelaku usaha, tetapi menjadi titik awal membangun ekosistem yang solid sehingga produsen, UMKM, dan eksportir Indonesia dapat memasuki pasar Arab Saudi secara terstruktur dan berkelanjutan. Di sinilah fondasi rantai pasok haji yang kuat mulai dibangun,” ujar Jaenal.

Peluang Besar bagi Produk Indonesia

Jaenal menilai Indonesia memiliki kapasitas besar untuk memasok berbagai kebutuhan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Namun, peluang tersebut perlu didukung konektivitas, koordinasi, dan kemitraan yang lebih kuat agar mampu bersaing di pasar Arab Saudi dalam jangka panjang.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa kebutuhan katering haji hanya berkaitan dengan bumbu dan makanan siap saji (ready to eat atau RTE).

Padahal, penyelenggaraan katering jamaah membutuhkan beragam komoditas pangan, seperti beras, ikan, daging, sayuran, tepung, minyak goreng, rempah segar, produk susu, hingga berbagai bahan pangan lainnya.

Baca Juga :  Pemko Pariaman Buka Seleksi CPNS 2024, untuk Tenaga Teknis dan Kesehatan

Besarnya kebutuhan tersebut membuka peluang bagi sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta industri pangan olahan nasional untuk menjadi bagian dari rantai pasok haji dan umrah global.

Konsorsium Ekspor dan Penguatan Ekosistem

Untuk memperkuat rantai pasok, Ditjen PE2HU mendorong pembentukan konsorsium ekspor yang dikoordinasikan eksportir berpengalaman dan memiliki kapasitas memadai.

Skema tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas produk dan kesinambungan pasokan sesuai standar Arab Saudi. Selain itu, konsorsium juga dapat memberikan kepastian pasar bagi produsen dan UMKM sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

Tidak hanya itu, Ditjen PE2HU juga mengusulkan harmonisasi standar halal dan keamanan pangan, pembangunan pusat logistik terpadu, pengembangan sumber daya manusia, transfer teknologi, hingga pembentukan Koridor Makanan Haji Indonesia sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi haji.

“Kami ingin membangun ekosistem ekonomi haji yang inklusif sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani, peternak, nelayan, UMKM, hingga pelaku industri nasional. Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra Arab Saudi, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen sekaligus pemasok utama kebutuhan haji dan umrah dunia,” jelas Jaenal.

Melalui forum tersebut, Kementerian Haji dan Umrah berharap kemitraan bisnis Indonesia dan Arab Saudi semakin erat.

Kerja sama itu diharapkan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara sekaligus membangun rantai pasok haji dan umrah yang tangguh, kompetitif, dan berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat
Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB