Jakarta, Javanusa—Kementerian Perhubungan terus melakukan berbagai langkah untuk mengurai kepadatan kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk.
Koordinasi intensif dilakukan oleh Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Bali bersama kepolisian, operator kapal, otoritas pelabuhan, aparat keamanan, dan pemerintah daerah.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan layanan transportasi berjalan aman, lancar, dan terkendali.
“Wakil Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Darat juga diturunkan langsung ke Gilimanuk untuk mempercepat langkah operasional di lapangan,” ujar Menhub.
Hingga Senin (16/3), antrean kendaraan menuju pelabuhan terpantau padat, terutama kendaraan roda dua dan roda empat yang akan menyeberang ke Pulau Jawa.
Untuk mengatasi hal ini, jumlah kapal penyeberangan ditambah dari 28 menjadi 35 unit, dengan pola pelayanan 8 trip. Rinciannya:
-
- 19 kapal beroperasi di dermaga moveable bridge (MB)
- 11 kapal di dermaga landing craft machine (LCM)
- 4 kapal tambahan untuk meningkatkan kapasitas angkut
Selain penambahan armada, Kemenhub menerapkan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) untuk mempercepat rotasi kapal, memperlancar proses bongkar muat, dan memaksimalkan kanalisasi kendaraan kecil.
Pengaturan lalu lintas kendaraan juga diperkuat melalui buffer zone di terminal kargo Pelabuhan Gilimanuk serta optimalisasi fungsi UPPKB Cekik sebagai titik pengendalian kendaraan sebelum memasuki kawasan pelabuhan.
Berdasarkan pemantauan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 11.55 WITA, kondisi perairan Selat Bali kondusif untuk pelayaran, dengan cuaca berawan, gelombang sekitar 1 meter, jarak pandang 10 kilometer, dan arus ke utara 2,5 knot.
Kemenhub akan terus memantau kondisi operasional penyeberangan serta berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk memastikan kelancaran layanan transportasi lintas Ketapang–Gilimanuk. (*/red)






