Kemenkes Evaluasi Total Program Internship Dokter, Jam Kerja Kini Dibatasi 40 Jam per Minggu

Penulis -

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers di ruang dr. J. Leimena Kemenkes Jakarta, Kamis (7/5). (Foto: Kemenkes)

Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers di ruang dr. J. Leimena Kemenkes Jakarta, Kamis (7/5). (Foto: Kemenkes)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program internship dokter di Indonesia. Langkah itu dilakukan setelah sejumlah peserta internship meninggal dunia pada tahun ini.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan duka cita kepada keluarga dr. Andito Mohammad Wibisono, dr. Karika Ayu Permatasari, dr. Edgar Bezaliel Hartanto, dan dr. Myta Aprilia Azmi.

“Kementerian Kesehatan berduka sekali atas wafatnya para dokter internship kita. Kami melihat masih banyak yang harus dibenahi dari pelaksanaan program internship di rumah sakit di seluruh Indonesia,” ujar Menkes dalam konferensi pers di ruang dr. J. Leimena Kemenkes Jakarta, Kamis (7/5).

Menurut Budi, pemerintah tidak ingin dokter muda mengalami tekanan akibat budaya kerja yang tidak sehat selama menjalani pendidikan profesi di rumah sakit.

“Budaya kerja yang tidak baik tidak boleh lagi terjadi, baik dalam program internship maupun PPDS. Perbaikan budaya kerja pembelajaran dan pendidikan dokter muda harus dilakukan secara serius,” tegasnya.

Kemenkes Bentuk Tim Investigasi Gabungan

Untuk memastikan penanganan berjalan objektif dan transparan, Kemenkes membentuk tim investigasi gabungan.

Tim tersebut terdiri dari Inspektorat Jenderal Kemenkes, Direktorat Jenderal SDM Kesehatan, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), PAPDI, serta Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.

Tim investigasi mendengarkan langsung keterangan peserta internship, dokter pendamping, manajemen rumah sakit, hingga keluarga almarhumah.

“Pemerintah sangat serius memperbaiki tata kelola pendidikan dan pemahiran dokter di Indonesia. Karena itu, investigasi dilakukan secara terbuka, objektif, dan transparan,” kata Budi.

Jam Kerja Internship Dibatasi

Sebagai tindak lanjut, Kemenkes menetapkan sejumlah langkah perbaikan dalam pelaksanaan program internship dokter.

Salah satu kebijakan utama ialah pembatasan jam kerja peserta internship maksimal 40 jam per minggu. Kemenkes juga melarang rumah sakit memadatkan atau merapel jam kerja peserta.

Baca Juga :  Menag: Kesantunan Bangsa Indonesia Berakar dari Tradisi Pesantren

“Jam kerja peserta internship kami tegaskan maksimal 40 jam per minggu dan tidak boleh dipadatkan. Kami tidak ingin ada dokter muda yang sakit apalagi wafat karena pola kerja yang tidak manusiawi,” ujar Menkes.

Selain itu, Kemenkes menegaskan peserta internship bukan pengganti dokter organik di rumah sakit. Peserta tetap menjalani proses belajar dan wajib mendapat supervisi aktif dari dokter pendamping.

“Dokter internship bukan pengganti dokter organik. Mereka hadir untuk belajar dan harus mendapat supervisi aktif dari dokter pendamping,” tegasnya.

Remunerasi dan Hak Cuti Ditingkatkan

Kemenkes juga akan memperbaiki sistem remunerasi peserta internship. Selama ini, bantuan biaya hidup dari Kemenkes diberikan secara konsisten. Namun, tunjangan dari pemerintah daerah dan jasa layanan rumah sakit masih berbeda di setiap wilayah.

Karena itu, Kemenkes akan menetapkan standar minimal remunerasi yang wajib dipenuhi pemerintah daerah dan wahana internship agar ketimpangan dapat dikurangi.

Selain remunerasi, pemerintah meningkatkan hak cuti peserta internship dari empat hari menjadi sepuluh hari tanpa kewajiban mengganti masa internship. Peserta tetap memperoleh hak cuti sakit dan cuti melahirkan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Hak cuti peserta internship kami perbaiki agar mereka memiliki perlindungan yang lebih baik. Untuk cuti sakit maupun melahirkan tidak perlu diganti atau diperpanjang, selama kompetensi yang dipersyaratkan tetap terpenuhi,” kata Budi.

Kesehatan Peserta Akan Dipantau Berkala

Kemenkes juga akan melakukan audit medis terhadap tata laksana kasus yang masih diproses. Selain itu, pemerintah memperkuat pemantauan kesehatan peserta internship melalui program Cek Kesehatan Gratis dua kali dalam setahun, termasuk pemeriksaan penunjang seperti rontgen.

“Program internship harus menjadi ruang belajar yang aman, sehat, dan manusiawi bagi dokter-dokter muda kita. Perbaikan ini dilakukan agar sistem yang dibangun benar-benar melindungi peserta internship sekaligus menjaga keselamatan pasien,” tutup Menkes. (*/red)

Baca Juga :  Jangan Salah Pilih, Ini Cara Mengukur Ukuran Bra dan Cup agar Nyaman Dipakai

Berita Terkait

BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB