Jakarta, Javanusa—Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat potensi transaksi sebesar US$6,17 juta atau sekitar Rp109,17 miliar melalui kegiatan Sales Mission yang berlangsung di Shanghai dan Guangzhou, Tiongkok, pada 25 Mei 2026.
Kegiatan promosi tersebut juga menghasilkan potensi devisa sebesar US$14,96 juta atau setara Rp264,8 miliar.
Capaian tersebut menjadi bagian dari strategi Kemenpar untuk memperkuat penetrasi pasar wisatawan mancanegara asal Tiongkok sekaligus memperluas kerja sama bisnis antara pelaku industri pariwisata kedua negara.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan Sales Mission merupakan program promosi yang dirancang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan berkualitas ke Indonesia.
“Melalui kegiatan ini, kami memperkuat promosi Wonderful Indonesia di pasar Tiongkok sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja sama bisnis antara pelaku industri pariwisata Indonesia dan Tiongkok,” ujar Made dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).
Perkuat Promosi Wonderful Indonesia di Pasar Tiongkok
Sales Mission berlangsung di Shanghai pada 22 Mei 2026 dan berlanjut di Guangzhou pada 25 Mei 2026. Sebanyak 14 pelaku industri pariwisata Indonesia yang telah melalui proses kurasi ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Para peserta berasal dari sektor agen perjalanan, operator tur, akomodasi, hingga pengelola atraksi wisata yang memiliki fokus pasar Tiongkok.
Dalam kegiatan itu, Kemenpar memperkenalkan kampanye Wonderful Indonesia bertajuk “Go Beyond Ordinary” dengan menampilkan berbagai destinasi unggulan, seperti Bali, Lombok, Surabaya, dan Jakarta.
Selain destinasi utama, promosi juga menyoroti produk wisata minat khusus. Produk tersebut meliputi wisata kebugaran (wellness tourism), wisata bahari, wisata budaya, hingga wisata berbasis alam.
Pelaku Industri Pariwisata Ambil Bagian
Untuk sektor akomodasi, sejumlah hotel dan resor turut berpartisipasi. Di antaranya AYANA Komodo Waecicu Beach, AYANA Resort Bali, Kappa Sense Ubud, JHL Collection, The Mulia Resorts & Villas, Somewhere Lombok, Seven Secrets Resort Lombok, Four Seasons Resort Bali, serta Puri Bagus Lovina.
Sementara itu, pada sektor perjalanan dan atraksi wisata, peserta yang terlibat antara lain PT Wahyu Mandiri Tour, New Bidadari Tour, Alexandra Bali Tour, Penjor Tours Bali, Alas Harum Bali, dan The Yoga Barn.
Mereka menawarkan berbagai paket wisata yang mencakup destinasi prioritas maupun kawasan yang mengusung konsep pariwisata regeneratif.
Rangkaian Sales Mission diisi dengan pertemuan bisnis atau business-to-business (B2B), table top meeting, dan sesi networking. Melalui forum tersebut, pelaku industri Indonesia dapat bertemu langsung dengan calon pembeli potensial dari Tiongkok.
Forum itu diharapkan mampu menghasilkan kerja sama konkret sekaligus memperluas jaringan pemasaran pariwisata Indonesia.
Didukung Mitra Kolaborasi dan KJRI
Pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah mitra kolaborasi, seperti Papatonk, Milkita, Kapal Api, Indomie, dan Rusto’s Tempeh.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi pemasaran terpadu yang menggabungkan promosi pariwisata dengan produk-produk unggulan nasional.
Kegiatan Sales Mission terselenggara melalui kerja sama Kementerian Pariwisata dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Shanghai dan Guangzhou.
Wisatawan Tiongkok Masih Jadi Pasar Prioritas
Made menjelaskan, Tiongkok masih menjadi salah satu pasar prioritas bagi sektor pariwisata Indonesia.
Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok mencapai 1.344.074 orang. Angka tersebut menjadikan Tiongkok sebagai penyumbang wisatawan mancanegara terbesar keempat setelah Singapura, Malaysia, dan India.
Pada 2026, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan Tiongkok mencapai 1,559 juta hingga 1,726 juta orang.
Hingga Maret 2026, jumlah kunjungan wisatawan asal negara tersebut telah mencapai 357.740 orang. Jumlah itu meningkat 25,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 285.025 kunjungan.
Menurut Made, tren positif tersebut tidak terlepas dari semakin baiknya konektivitas penerbangan antara Indonesia dan Tiongkok.
Shanghai dan Guangzhou menjadi dua kota strategis yang berperan sebagai pintu keberangkatan utama wisatawan menuju berbagai destinasi di Indonesia.
“Saat ini penerbangan langsung dari sejumlah kota di Tiongkok menuju Bali, Jakarta, Surabaya, dan Manado terus berkembang seiring meningkatnya minat wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia,” katanya.
Optimistis Dongkrak Kunjungan Wisman
Kementerian Pariwisata optimistis penguatan promosi, perluasan jejaring bisnis, dan peningkatan konektivitas udara akan mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan asal Tiongkok.
Selain itu, langkah tersebut juga diyakini dapat memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di pasar global. (*/red)






