Jakarta, Javanusa—Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat promosi wisata Jakarta di pasar Tiongkok melalui program Familiarization Trip (Famtrip) yang melibatkan agen perjalanan premium dan perusahaan MICE.
Program tersebut diproyeksikan menghasilkan potensi kunjungan 400 wisatawan dengan estimasi devisa mencapai 485.200 dolar AS atau sekitar Rp8,71 miliar.
Kemenpar menggelar Familiarization Trip (Famtrip) dan Networking Dinner sebagai strategi memperluas promosi wisata Jakarta di pasar Tiongkok.
Kegiatan yang berlangsung pada 27 Juni hingga 1 Juli 2026 itu merupakan hasil kolaborasi dengan Mandarin Oriental Jakarta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, dan ASTINDO.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan program tersebut dirancang untuk memperkenalkan Jakarta sebagai destinasi wisata kelas dunia yang menawarkan beragam pengalaman dalam satu kawasan.
Program ini diinisiasi untuk memperkenalkan Jakarta sebagai destinasi kelas dunia yang menawarkan pengalaman wisata perkotaan, kekayaan budaya, wisata kuliner, hingga pesona wisata bahari dalam satu kawasan yang terintegrasi dan mudah diakses.
“Inisiatif ini sekaligus mendukung upaya pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat promosi pariwisata Jakarta di pasar internasional, khususnya pasar Tiongkok yang strategis dan terus bertumbuh,” ujar Made di Jakarta, Senin (13/7).
Menurut Made, Jakarta kini tidak hanya berperan sebagai pusat bisnis nasional. Ibu kota juga menjadi pintu masuk menuju berbagai destinasi wisata bahari Indonesia.
“Perpaduan pengalaman kota modern dengan pesona Kepulauan Seribu merupakan daya tarik yang perlu terus diperkenalkan kepada wisatawan asal Tiongkok,” katanya.
Delegasi Premium Jelajahi Destinasi Unggulan Jakarta
Dalam program tersebut, Kemenpar mengundang sejumlah premium travel agent dan perusahaan MICE terkemuka asal Tiongkok. Mereka berasal dari UMICE Beijing, HIMICE Events Shenzhen, China Comfort Travel MICE, HCG Travel Group, hingga Mandarin Oriental Guangzhou.
Selama berada di Jakarta, peserta mengikuti city tour ke sejumlah destinasi unggulan. Mereka juga menikmati pengalaman kuliner bersama Chef Fei, koki asal Tiongkok yang meraih dua bintang Michelin.
Agenda lain meliputi wisata bahari ke Kepulauan Seribu dengan mengunjungi Pulau Putri, Pulau Macan, dan Pulau Sepa.
Delegasi juga menghadiri gala dinner di Lyon Restaurant Mandarin Oriental Jakarta, mengunjungi Museum Tekstil, mengikuti aktivitas wellness, serta menikmati kawasan Pantai Indah Kapuk.
Konektivitas Udara Jadi Kunci Peningkatan Kunjungan
Kemenpar menilai pasar Tiongkok masih menjadi salah satu sumber wisatawan mancanegara paling potensial bagi Indonesia. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok mencapai 617.186 orang.
Made menegaskan peningkatan konektivitas penerbangan langsung menjadi faktor penting untuk mendongkrak angka kunjungan tersebut.
Berdasarkan data Amadeus per Juli 2026, hingga Mei tersedia penerbangan langsung dari sejumlah kota di Tiongkok menuju Jakarta, Bali, Manado, dan Surabaya. Sebanyak 12 maskapai mengoperasikan rute tersebut dengan kapasitas mencapai 1.768.545 kursi.
“Pemilihan Jakarta sebagai lokasi kegiatan juga didukung posisinya sebagai salah satu pintu gerbang utama penerbangan internasional Indonesia. Serta sebagai pilot project Destinasi Prioritas Regeneratif dalam RPJMN 2025–2029,” ujar Made.
Selain itu, China Southern Airlines mendukung penyelenggaraan Famtrip dengan menyediakan tiket berbiaya dasar (free basic fare) bagi peserta dari Tiongkok. Kolaborasi tersebut memperkuat konektivitas penerbangan langsung Indonesia-Tiongkok sekaligus mendukung promosi pariwisata nasional.
Networking Dinner Buka Peluang Kerja Sama Baru
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Kemenpar mempertemukan para buyers asal Tiongkok dengan enam pelaku industri pariwisata Indonesia melalui Networking Dinner.
Pertemuan bisnis itu melibatkan Mandarin Oriental Jakarta, ASTINDO, White Horse Group, Elok Tour, Clio Tour & Events, serta Infotour. Dari forum tersebut lahir komitmen kerja sama baru yang berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan asal Tiongkok.
Produk wisata pantai dan bahari menjadi daya tarik yang paling diminati para calon mitra bisnis.
Secara keseluruhan, penyelenggaraan Famtrip menghasilkan potensi kedatangan 400 wisatawan dengan estimasi devisa sebesar 485.200 dolar AS atau sekitar Rp8,71 miliar.
Capaian tersebut memperkuat sinergi pemerintah dan pelaku industri dalam mendorong pertumbuhan pariwisata nasional, meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, serta mengukuhkan Jakarta sebagai gerbang utama pariwisata Indonesia. (*)






