Kemenpar Bidik Wisatawan Tiongkok, Famtrip Jakarta Berpotensi Datangkan Devisa Rp8,71 Miliar

Penulis -

Senin, 13 Juli 2026 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenpar menggelar promosi wisata Jakarta di pasar Tiongkok melalui program Famtrip yang melibatkan agen perjalanan premium dan perusahaan MICE. (Foto: Kemenpar)

Kemenpar menggelar promosi wisata Jakarta di pasar Tiongkok melalui program Famtrip yang melibatkan agen perjalanan premium dan perusahaan MICE. (Foto: Kemenpar)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat promosi wisata Jakarta di pasar Tiongkok melalui program Familiarization Trip (Famtrip) yang melibatkan agen perjalanan premium dan perusahaan MICE.

Program tersebut diproyeksikan menghasilkan potensi kunjungan 400 wisatawan dengan estimasi devisa mencapai 485.200 dolar AS atau sekitar Rp8,71 miliar.

Kemenpar menggelar Familiarization Trip (Famtrip) dan Networking Dinner sebagai strategi memperluas promosi wisata Jakarta di pasar Tiongkok.

Kegiatan yang berlangsung pada 27 Juni hingga 1 Juli 2026 itu merupakan hasil kolaborasi dengan Mandarin Oriental Jakarta, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, dan ASTINDO.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan program tersebut dirancang untuk memperkenalkan Jakarta sebagai destinasi wisata kelas dunia yang menawarkan beragam pengalaman dalam satu kawasan.

Program ini diinisiasi untuk memperkenalkan Jakarta sebagai destinasi kelas dunia yang menawarkan pengalaman wisata perkotaan, kekayaan budaya, wisata kuliner, hingga pesona wisata bahari dalam satu kawasan yang terintegrasi dan mudah diakses.

“Inisiatif ini sekaligus mendukung upaya pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat promosi pariwisata Jakarta di pasar internasional, khususnya pasar Tiongkok yang strategis dan terus bertumbuh,” ujar Made di Jakarta, Senin (13/7).

Menurut Made, Jakarta kini tidak hanya berperan sebagai pusat bisnis nasional. Ibu kota juga menjadi pintu masuk menuju berbagai destinasi wisata bahari Indonesia.

“Perpaduan pengalaman kota modern dengan pesona Kepulauan Seribu merupakan daya tarik yang perlu terus diperkenalkan kepada wisatawan asal Tiongkok,” katanya.

Delegasi Premium Jelajahi Destinasi Unggulan Jakarta

Dalam program tersebut, Kemenpar mengundang sejumlah premium travel agent dan perusahaan MICE terkemuka asal Tiongkok. Mereka berasal dari UMICE Beijing, HIMICE Events Shenzhen, China Comfort Travel MICE, HCG Travel Group, hingga Mandarin Oriental Guangzhou.

Baca Juga :  Pemerintah Luncurkan Paket Kebijakan Atasi Dampak El Nino dan Tekanan Ekonomi Global

Selama berada di Jakarta, peserta mengikuti city tour ke sejumlah destinasi unggulan. Mereka juga menikmati pengalaman kuliner bersama Chef Fei, koki asal Tiongkok yang meraih dua bintang Michelin.

Agenda lain meliputi wisata bahari ke Kepulauan Seribu dengan mengunjungi Pulau Putri, Pulau Macan, dan Pulau Sepa.

Delegasi juga menghadiri gala dinner di Lyon Restaurant Mandarin Oriental Jakarta, mengunjungi Museum Tekstil, mengikuti aktivitas wellness, serta menikmati kawasan Pantai Indah Kapuk.

Konektivitas Udara Jadi Kunci Peningkatan Kunjungan

Kemenpar menilai pasar Tiongkok masih menjadi salah satu sumber wisatawan mancanegara paling potensial bagi Indonesia. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok mencapai 617.186 orang.

Made menegaskan peningkatan konektivitas penerbangan langsung menjadi faktor penting untuk mendongkrak angka kunjungan tersebut.

Berdasarkan data Amadeus per Juli 2026, hingga Mei tersedia penerbangan langsung dari sejumlah kota di Tiongkok menuju Jakarta, Bali, Manado, dan Surabaya. Sebanyak 12 maskapai mengoperasikan rute tersebut dengan kapasitas mencapai 1.768.545 kursi.

“Pemilihan Jakarta sebagai lokasi kegiatan juga didukung posisinya sebagai salah satu pintu gerbang utama penerbangan internasional Indonesia. Serta sebagai pilot project Destinasi Prioritas Regeneratif dalam RPJMN 2025–2029,” ujar Made.

Selain itu, China Southern Airlines mendukung penyelenggaraan Famtrip dengan menyediakan tiket berbiaya dasar (free basic fare) bagi peserta dari Tiongkok. Kolaborasi tersebut memperkuat konektivitas penerbangan langsung Indonesia-Tiongkok sekaligus mendukung promosi pariwisata nasional.

Networking Dinner Buka Peluang Kerja Sama Baru

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Kemenpar mempertemukan para buyers asal Tiongkok dengan enam pelaku industri pariwisata Indonesia melalui Networking Dinner.

Pertemuan bisnis itu melibatkan Mandarin Oriental Jakarta, ASTINDO, White Horse Group, Elok Tour, Clio Tour & Events, serta Infotour. Dari forum tersebut lahir komitmen kerja sama baru yang berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan asal Tiongkok.

Baca Juga :  Promosi Pariwisata Indonesia Diperkuat di Makau, Paviliun Wonderful Indonesia Hadir di MITE 2026

Produk wisata pantai dan bahari menjadi daya tarik yang paling diminati para calon mitra bisnis.

Secara keseluruhan, penyelenggaraan Famtrip menghasilkan potensi kedatangan 400 wisatawan dengan estimasi devisa sebesar 485.200 dolar AS atau sekitar Rp8,71 miliar.

Capaian tersebut memperkuat sinergi pemerintah dan pelaku industri dalam mendorong pertumbuhan pariwisata nasional, meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, serta mengukuhkan Jakarta sebagai gerbang utama pariwisata Indonesia. (*)

Berita Terkait

Mahyeldi Bidik Pasar Wisata Baru Sumbar Lewat AITTA Travel Mart 2026
Penerbangan Langsung Shenzhen–Jakarta Kembali Beroperasi, Kemenpar Bidik 1 Juta Wisatawan Tiongkok
Jaga Daya Tarik Wisata Batu Malin Kundang, Pemko Padang Bersihkan Pantai Air Manis
Kemenpar Promosikan Wisata Wellness dan Kuliner Yogyakarta ke Agen Perjalanan Singapura
MotoGP Mandalika 2026 Perkuat Indonesia Sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
Pariwisata Indonesia Tumbuh hingga Agustus 2026, Kunjungan Wisman Tembus 10,58 Juta
Indonesia Jadi Kantor Pusat Sekretariat Regional ASEAN MRA-TP, Apa Manfaatnya bagi SDM Pariwisata?
WIG 2026 Digelar di Solo dan Yogyakarta, Gastronomi Indonesia Dibawa ke Panggung Global

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru