Jakarta, Javanusa—Selain mencatat pertumbuhan kunjungan, Kemenpar juga memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga selama Juni 2026.
Salah satu langkah strategis dilakukan melalui Rapat Koordinasi Tingkat Menteri tentang Penguatan Tata Kelola Ekosistem Kebandarudaraan.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyebut terdapat tiga fokus utama tindak lanjut. Pertama, mempercepat pengembangan empat Destinasi Pariwisata Prioritas, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo, dengan dukungan pengembangan wilayah, bandar udara, serta konektivitas penerbangan.
Kedua, memperkuat promosi dan penyusunan pola perjalanan wisata terpadu. Ketiga, menyelaraskan dukungan anggaran, pembukaan rute internasional, serta kolaborasi pemerintah daerah bersama pengelola bandara.
Fokus Keamanan Destinasi Saat Libur Sekolah
Di sisi lain, Kemenpar menaruh perhatian besar pada aspek keamanan selama musim libur sekolah.
Pemerintah telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Pariwisata mengenai penyelenggaraan kegiatan wisata yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan optimal, Kemenpar menggelar rapat koordinasi nasional bersama dinas pariwisata dari seluruh Indonesia.
Kementerian juga meminta pemerintah daerah memperbarui data destinasi wisata yang memiliki potensi bencana secara berkala.
Hingga 25 Mei 2026, sebanyak 5.145 daya tarik wisata di 36 provinsi telah dipetakan berdasarkan tingkat kerawanannya.
“Kemenpar juga melakukan visitasi ke 139 titik destinasi wisata untuk memastikan kesiapan aspek keamanan, keselamatan, dan pelayanan selama periode liburan,” kata Widiyanti.
Promosi Internasional Buka Peluang Devisa Rp559 Miliar
Selain memperkuat tata kelola destinasi, Kemenpar terus memperluas promosi wisata Indonesia di pasar global.
Selama Mei hingga Juni 2026, promosi dilakukan melalui sales mission, business matching, business gathering, forum, dan pameran internasional di Tiongkok, Korea Selatan, India, serta Malaysia. Pada saat yang sama, promosi wisata domestik juga terus diperkuat.
Rangkaian kegiatan tersebut menghasilkan potensi sebanyak 36.807 perjalanan wisata dengan nilai transaksi mencapai Rp7,27 miliar. Adapun potensi devisa yang diperkirakan dapat diraih mencapai Rp559,48 miliar.
“Promosi ini penting untuk menjaga keberlanjutan permintaan pasar, memperkuat jejaring industri, membuka akses pasar baru, dan memastikan momentum pertumbuhan wisatawan mancanegara terus terjaga,” ujar Widiyanti.
KEN 2026 Dorong UMKM dan Lapangan Kerja
Kemenpar juga terus mengoptimalkan Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 sebagai penggerak ekonomi daerah.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menjelaskan, program tersebut mendukung 125 event yang tersebar di 38 provinsi.
Hingga 30 Juni 2026, sebanyak 36 event telah selesai digelar, dua event masih berlangsung, dan 87 event dijadwalkan berlangsung hingga akhir tahun.
Dari 23 event yang telah dianalisis dampaknya, kegiatan tersebut berhasil menarik 1,34 juta pengunjung dan menghasilkan transaksi ekonomi langsung sebesar Rp90,53 miliar.
Penyelenggaraan event juga melibatkan sekitar 10,61 ribu UMKM, 23,59 ribu pekerja seni. Serta membuka lapangan kerja bagi 20,27 ribu tenaga kerja.
“Momentum penyelenggaraan KEN yang banyak berlangsung pada musim liburan menjadi penting karena mampu menggerakkan perjalanan wisatawan, meningkatkan eksposur destinasi, dan memberikan dampak langsung bagi ekonomi masyarakat di daerah,” kata Ni Luh Puspa. (*)






