Kemenperin Dorong IKM Fesyen dan Kriya Kembangkan Model Bisnis Berkelanjutan Berbasis Budaya Lokal

Penulis -

Rabu, 13 Agustus 2025 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

FGD dan Expert Testing

FGD dan Expert Testing "Perancangan Model Bisnis Berlandaskan Prinsip Keberlanjutan dan Budaya Lokal". (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong industri kecil dan menengah (IKM) untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Tujuannya, agar pelaku IKM mampu mempertahankan bisnis, naik kelas, sekaligus berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan nilai budaya.

Sebagai langkah strategis, Kemenperin melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) menjalin kerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Mahasaraswati Denpasar.

Kerja sama ini difokuskan pada penelitian bertema “Perancangan Model Bisnis Berlandaskan Prinsip Keberlanjutan dan Budaya Lokal”.

“Kolaborasi ini diharapkan memberi kontribusi besar bagi pengembangan industri kreatif fesyen dan kriya, dengan menyeimbangkan dimensi ekonomi, sosial, lingkungan, dan budaya,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, di Jakarta, Rabu (13/8/2025).

Nota kesepahaman antara BPIFK dan Universitas Mahasaraswati Denpasar meliputi pendidikan, penelitian bersama, publikasi ilmiah, dan pengembangan inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selain itu, kerja sama juga mengakomodasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat, seperti pelatihan, workshop, pendampingan, penyuluhan, dan pameran untuk memperkuat ekosistem industri kreatif.

“Untuk memberi dampak yang lebih kuat, kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi adalah kunci,” tegas Reni.

Kolaborasi Pendidikan, Pemerintah, dan Industri

Sekretaris Ditjen IKMA, Yedi Sabaryadi, menyebut sinergi ini menjadi bukti nyata kerja sama antara dunia pendidikan, pemerintah, dan pelaku industri.

“Kegiatan ini bermanfaat langsung bagi penguatan daya saing IKM agar adaptif terhadap tantangan zaman, tanpa meninggalkan nilai budaya lokal dan keberlanjutan lingkungan,” katanya.

Penelitian ini melibatkan empat peneliti dari FEB Universitas Mahasaraswati Denpasar — Ni Wayan Rustiarini, Ni Putu Nita Anggraini, I Putu Wahyu Dwinata JS — serta Kepala BPIFK, Dickie Sulistya Aprilyanto.

Penelitian mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, melalui skema Penelitian Terapan Luaran Model (PT-LM).

Baca Juga :  Pemprov Sumbar Warnai CFD dengan Festival Makan Durian Basamo

Sebagai kelanjutan, BPIFK menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan Expert Testing pada 17 Juli 2025. Kegiatan ini menghadirkan pakar model bisnis, akademisi, pelaku IKM, dan perwakilan kementerian/lembaga untuk memberikan masukan konseptual dan aplikatif.

Beberapa narasumber yang hadir antara lain:

  • Andriati Cahyaningsih (Pusat Industri Hijau, Kemenperin)
  • Dr. Muhammad Setiawan Kusmulyono (Universitas Prasetiya Mulya)
  • Setyo Budiantoro (Sekretariat Nasional TPB/SDGs Bappenas)
  • I Nyoman Darma Putra (Universitas Udayana)

Pelaku IKM yang turut berbagi pengalaman meliputi Annisa Fauziah (TRI-Cycle), Kadek Sudantara (Pagi Motley), dan Anak Agung Indra Dwipayani (Agung Bali Collection).

Kepala BPIFK, Dickie Sulistya Aprilyanto, berharap model bisnis yang dihasilkan dapat menjadi panduan praktis bagi IKM untuk tumbuh secara berkelanjutan, kompetitif, dan berbasis kearifan lokal.

“Kami ingin model bisnis ini menjadi inspirasi, bukan hanya panduan, bagi IKM untuk menyeimbangkan kepentingan ekonomi, sosial, lingkungan, dan budaya,” pungkasnya. (*/red)

Sumber: Kemenperin

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru