Kemenperin Dorong IKM Fesyen dan Kriya Naik Kelas hingga Tembus Pasar Global

Penulis -

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita. (Foto: Kemenperin)

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Di tengah tantangan ekonomi global, industri fesyen dan kriya nasional tetap menunjukkan kinerja yang positif. Produktivitas, inovasi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan pasar menjadi modal utama sektor ini untuk terus bertumbuh.

Untuk memperkuat momentum tersebut, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian menggelar Kick Off Program Creative Business Incubator (CBI) 2026 secara daring pada Senin (20/7). Program pembinaan ini dijalankan oleh Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK).

CBI menghadirkan kurikulum terstruktur yang mencakup pembelajaran, tugas mandiri, evaluasi, hingga business pitching. Seluruh proses pendampingan melibatkan akademisi dan praktisi berpengalaman di bidang fesyen dan kriya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah terus memperluas program pembinaan agar pelaku IKM mampu berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.

“Tantangan saat ini bukan hanya menciptakan wirausaha baru, tetapi memastikan pelaku IKM berkembang menjadi usaha yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (21/7).

Menurut Agus, penguatan rantai pasok dalam negeri menjadi faktor penting agar IKM semakin terhubung, memanfaatkan bahan baku lokal, serta menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi industri nasional.

Ia juga menilai pendampingan usaha memiliki peran strategis dalam membangun kapasitas pelaku IKM.

“Program pendampingan bukan sekadar pelengkap. Mentorship menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis, memperkuat karakter kewirausahaan, sekaligus menjadi mitra diskusi dalam menghadapi tantangan bisnis, khususnya pada tahap awal pengembangan usaha,” katanya.

Kinerja Industri Fesyen dan Kriya Terus Meningkat

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita mengungkapkan sektor fesyen dan kriya mencatat pertumbuhan yang menggembirakan sepanjang awal 2026.

Baca Juga :  Pemko Padang Panjang Tertibkan Spanduk dan Booth di Trotoar Jalan Utama

Pada Triwulan I 2026, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) sektor tersebut mencapai Rp120,13 triliun, meningkat 7,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan industrinya juga naik dari 2,43 persen pada 2024 menjadi 4,93 persen pada 2025.

Selain itu, ekspor sektor fesyen dan kriya ikut mencatat hasil positif. Selama Januari-April 2026, nilai ekspor industri kriya mencapai USD228 juta, industri pakaian jadi sebesar USD2,78 miliar, sedangkan industri tekstil menyumbang USD1,04 miliar.

“Capaian tersebut menjadi peluang bagi IKM fesyen dan kriya untuk terus meningkatkan kualitas produk, kapasitas usaha, serta memperluas akses pasar sehingga mampu naik kelas dan menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional maupun pasar global,” ujar Reni.

Ia menjelaskan CBI menjadi salah satu instrumen pembinaan yang membantu pelaku usaha membangun fondasi bisnis yang lebih kuat, mulai dari pengembangan produk hingga strategi ekspansi pasar.

“Creative Business Incubator merupakan salah satu instrumen pembinaan yang kami siapkan untuk membantu pelaku IKM memperkuat fondasi bisnisnya. Kami ingin para peserta tidak hanya memiliki produk yang berkualitas, tetapi juga mampu membangun model bisnis yang berkelanjutan, memperluas pasar, dan meningkatkan nilai tambah usahanya,” kata Reni.

Alumni CBI Berhasil Menembus Pasar Ekspor

Reni menilai keberhasilan alumni menjadi bukti efektivitas program inkubasi bisnis yang dijalankan Kemenperin.

Salah satunya adalah Seminyak Leather, alumni CBI 2020 asal Badung, yang kini telah memperluas pasar hingga Amerika Serikat, Kanada, Eropa, dan Timur Tengah.

Sementara itu, Rappo, alumni CBI 2024 dari Makassar, berhasil menjalin kolaborasi dengan Garuda Indonesia dan Borobudur Marathon melalui inovasi produk berbahan limbah plastik yang mendukung pengembangan ekonomi sirkular.

Menurut Reni, berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa pendampingan mampu meningkatkan kapasitas produksi, omzet usaha, sekaligus mendorong pelaku IKM naik kelas dari skala mikro menjadi kecil maupun dari kecil menjadi menengah.

Baca Juga :  Grand Launching BOM Run 2026, Wawako Maigus Nasir Dorong Warga Hidup Sehat

“Mari manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jejaring, memperkuat inovasi, dan membangun kolaborasi yang dapat membawa usaha naik kelas,” ujarnya.

Seleksi CBI 2026 Dibuka hingga 14 Agustus

Kepala BPIFK Dickie Sulistya Apriliyanto mengatakan peserta CBI 2026 akan mengikuti pembelajaran komprehensif melalui materi, diskusi interaktif, tugas mandiri, serta evaluasi untuk memperkuat kemampuan bisnis.

“CBI kami hadirkan sebagai ruang belajar, berkolaborasi, dan bertumbuh bagi pelaku IKM fesyen dan kriya,” kata Dickie.

Kick off program diikuti sekitar 250 peserta yang berasal dari pelaku IKM, asosiasi, akademisi, serta pemerintah daerah, baik secara daring maupun luring.

Pendaftaran dibuka secara daring melalui tautan bit.ly/daftarCBI2026 hingga 14 Agustus 2026. Setelah lolos seleksi administrasi dan wawancara, peserta akan mengikuti orientasi, pembelajaran daring dan luring, hingga presentasi akhir serta business pitching.

Sebanyak 20 IKM akan mengikuti tahap pembelajaran daring. Dari jumlah tersebut, delapan peserta terbaik akan melanjutkan pembelajaran tatap muka di Bali berdasarkan hasil evaluasi dan kurasi.

Dickie berharap program ini mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha yang inovatif dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.

“Semoga melalui Program Creative Business Incubator 2026 akan lahir semakin banyak pelaku IKM fesyen dan kriya yang inovatif, tangguh, dan siap berkembang menjadi unit usaha yang mampu memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan industri nasional,” tuturnya.

Selama program berlangsung, peserta juga akan memperoleh materi mengenai penguatan sistem operasional, penyusunan standar operasional bisnis, peningkatan proses bisnis, pengendalian mutu, hingga identifikasi hambatan produksi agar kapasitas usaha meningkat tanpa mengurangi kualitas produk. (*)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB