Kemenperin: Gen Z Jadi Pasar Potensial Bagi Industri Batik

Penulis -

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 22:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita. (Foto: Kemenperin)

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya melestarikan sekaligus mengembangkan industri batik sebagai warisan budaya dan komoditas unggulan nasional. Salah satu strategi yang kini diintensifkan adalah menyasar pasar generasi muda atau Gen Z.

Generasi ini memiliki potensi besar dalam mendukung keberlanjutan industri batik. Selain mulai menunjukkan kepedulian terhadap nilai budaya dan identitas lokal, Gen Z juga dikenal kreatif, aktif di media sosial, dan mendukung produk dalam negeri.

“Batik kini diminati Gen Z karena sesuai dengan karakter mereka yang menyukai orisinalitas, makna, serta peka terhadap isu sosial dan lingkungan. Kecintaan ini perlu dimaksimalkan,” ujar Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, di Jakarta, Sabtu (2/8/2025).

Reni menjelaskan, Gen Z adalah generasi yang tumbuh di era digital dan visual. Mereka gemar berbagi pengalaman, termasuk tentang produk yang mereka sukai. Hal ini menjadikan Gen Z sebagai pasar strategis sekaligus agen promosi potensial untuk produk batik.

“Kalau mereka sudah peduli dengan sebuah brand batik, kemungkinan besar mereka akan memviralkannya melalui media sosial atau dari mulut ke mulut,” jelas Reni.

Dengan karakteristik tersebut, brand awareness industri kecil menengah (IKM) batik berpeluang meningkat. Pasar akan meluas, penjualan naik, dan pelestarian batik sebagai warisan budaya pun mendapat dukungan lebih kuat.

Webinar: Batik Menjawab Tren Gen Z

Sebagai langkah konkret, Ditjen IKMA bekerja sama dengan Yayasan Batik Indonesia (YBI) menggelar webinar bertajuk “Batik untuk Gen Z: Tradisi Menjawab Tren”, yang dilaksanakan secara daring pada 24 Juli 2025.

Webinar ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, pelaku IKM, hingga desainer, seperti:

    • Shinta Lidwina Djiwatampu (Fashion Design Program Director LaSalle College Jakarta)
    • Putri Urfanny Nadhiroh (Founder IKM Batik Shibotik)
    • Gita Ratna (Founder IKM Batik Gitaratna).
Baca Juga :  Kemenperin Perkuat Hilirisasi Minyak Atsiri lewat Pusat Flavor and Fragrance Bali

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Gelar Batik Nusantara (GBN) dan perayaan Hari Batik Nasional (HBN) 2025, dengan pameran utama diselenggarakan di Pasaraya Blok M Jakarta pada 30 Juli–3 Agustus 2025.

Strategi Penetrasi Pasar Gen Z

Dalam webinar tersebut, Reni menekankan pentingnya pelaku industri memahami karakter Gen Z agar produk batik mampu menjadi identitas mereka.

“Batik harus mampu berbicara dengan bahasa generasi muda agar diterima dan menjadi bagian dari jati diri mereka,” katanya.

Senada, Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menyebut Gen Z sebagai generasi yang cepat mengadopsi budaya tinggi yang dikemas melalui storytelling.

“Mereka terbuka terhadap budaya lokal, maka pelaku IKM harus jeli melihat preferensi mereka dan menyajikan produk yang menarik,” ungkapnya.

Gen Z Sebagai Mitra Ekosistem Batik

Ketua YBI, Gita Pratama, berharap pelaku IKM batik dapat mengambil pelajaran dari webinar tersebut untuk menyesuaikan strategi mereka.

Mulai dari menghadirkan produk dengan warna dan motif favorit Gen Z, memperkuat pemasaran digital, hingga menonjolkan storytelling dan value brand.

“Gen Z bukan hanya pasar, tapi juga mitra dalam membangun ekosistem batik masa depan. Mereka sudah banyak berkontribusi sebagai produsen, konsumen, hingga pengamat batik,” ujar Gita. (*/red)

 

Berita Terkait

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah
Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru