Kemenperin Permudah Sertifikasi TKDN Industri Kecil, Gratis dan Bisa Self Declare

Penulis -

Minggu, 3 Mei 2026 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenperin permudah industri kecil raih sertifikat TKDN. (Foto: Kemenperin)

Kemenperin permudah industri kecil raih sertifikat TKDN. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah terus memperluas akses pasar berkelanjutan bagi pelaku industri dalam negeri melalui pengadaan barang dan jasa pemerintah. Kebijakan ini mengandalkan Sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebagai instrumen utama penguatan produk lokal.

Pelaku industri kecil kini dapat mengajukan sertifikasi TKDN melalui mekanisme self declare tanpa biaya. Skema ini memberi kemudahan sekaligus mempercepat keterlibatan industri kecil dalam rantai pasok pemerintah.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) menjadi langkah strategis memperkuat dominasi produsen lokal di pasar nasional.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut berfokus pada peningkatan penggunaan produk lokal dalam setiap pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Tujuan utamanya adalah memperluas pangsa pasar bagi produk dalam negeri, sekaligus menciptakan multiplier effect guna menjaga stabilitas ekonomi nasional,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/4).

Afirmasi untuk Industri Kecil dan UMKM

Pemerintah menunjukkan keberpihakan kepada industri kecil dan menengah melalui Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022. Regulasi ini mewajibkan alokasi 40 persen belanja barang dan jasa pemerintah untuk produk dalam negeri.

Kebijakan tersebut juga mendorong percepatan penayangan produk UMKM, termasuk IKM dan koperasi, dalam e-katalog nasional, sektoral, dan lokal. Upaya ini diharapkan meningkatkan partisipasi pelaku usaha dalam pengadaan pemerintah.

Pendampingan dan Regulasi Diperkuat

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, menyatakan bahwa Kemenperin terus mendampingi pelaku industri kecil dalam pengajuan sertifikasi TKDN self declare.

Pendampingan tersebut diperkuat melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 35 Tahun 2025 yang berlaku sejak 11 Desember 2025. Regulasi ini memberikan kemudahan pemenuhan nilai TKDN bagi industri kecil.

“Dalam regulasi tersebut, industri kecil diberikan kemudahan untuk memenuhi sertifikasi nilai TKDN barang melalui skema TKDN self declare,” ujar Reni.

Baca Juga :  Menperin Disambut Meriah saat Lawatan ke SMK SMAK Padang

Sebagai implementasi kebijakan, Kemenperin menggelar sosialisasi dan pendampingan sertifikasi TKDN secara hybrid di Politeknik AKA Bogor pada 20 April 2026. Sebanyak 65 peserta hadir langsung, sementara lebih dari 250 peserta mengikuti secara daring dari berbagai daerah.

Reni menilai, kebijakan ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Syarat dan Mekanisme Pengajuan

Pelaku usaha wajib terdaftar dalam Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) dan telah divalidasi sebagai industri kecil untuk mengakses skema self declare. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Dirjen IKMA Nomor 261 Tahun 2025.

Sekretaris Ditjen IKMA, Yedi Sabaryadi, menjelaskan bahwa pendampingan terbagi dalam dua sesi, yaitu diskusi panel untuk peserta luring dan daring, serta desk consultation bagi peserta luring.

Kemenperin juga menggandeng sejumlah instansi, termasuk dinas terkait di Kota dan Kabupaten Bogor, Pusat P3DN, serta Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Agro.

Kolaborasi ini bertujuan memastikan proses sertifikasi berjalan efektif dan mudah diakses pelaku industri kecil. (*/red)

Berita Terkait

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi
Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg
Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan
Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB