Kemenperin Sebut PHK saat Ini Residu Kebijakan Relaksasi Impor Sebelumnya

Penulis -

Rabu, 30 Juli 2025 - 15:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief. (Foto: Kemenperin)

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief. (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membantah tegas pernyataan yang menyebutkan bahwa pemutusan hubungan kerja (PHK) masih mendominasi sektor industri manufaktur.

Klarifikasi ini disampaikan menanggapi pernyataan Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani serta data dari kementerian dan lembaga lain.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, menjelaskan narasi mengenai dominasi PHK di sektor manufaktur harus dilihat secara proporsional, berdasarkan data akurat dan analisis komprehensif.

Ia mengakui ada sejumlah subsektor yang melakukan pengurangan tenaga kerja, tetapi hal itu lebih banyak dipengaruhi kebijakan relaksasi impor yang diterbitkan pada Mei 2024.

“Kebijakan tersebut membuat produk impor murah membanjiri pasar domestik, menekan utilisasi industri dalam negeri, dan memicu pengurangan tenaga kerja. Namun, penting ditegaskan bahwa PHK ini tidak mencerminkan keseluruhan kondisi industri manufaktur,” kata Febri di Jakarta, Selasa (29/7).

Data BPS dan Kinerja Industri

Febri menyebutkan, data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS per Februari 2025 menunjukkan jumlah tenaga kerja sektor industri pengolahan mencapai 19,60 juta orang, turun dari 23,98 juta orang pada Agustus 2024. Penurunan ini terjadi sejak pemberlakuan kebijakan relaksasi impor.

Namun, ia menekankan indikator kinerja industri menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), pada semester I-2025 terdapat 1.641 perusahaan yang sedang membangun fasilitas produksi baru dengan total investasi Rp 803,2 triliun.

Pembangunan tersebut diperkirakan menyerap 3,05 juta tenaga kerja, jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan angka PHK yang dilaporkan.

Selain itu, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Juni 2025 mencapai 52,50 atau berada di atas angka 50, yang menunjukkan kinerja manufaktur tetap ekspansif. IKI sektor ekspor tercatat sebesar 52,19, sedangkan sektor domestik 51,32.

Baca Juga :  Kemenperin Percepat Integrasi Data Industri Lewat Sosialisasi SIINas di Kalimantan Utara

“Data ini membuktikan bahwa sektor manufaktur nasional tidak mengalami kontraksi. Justru ada pertumbuhan signifikan dengan penyerapan tenaga kerja baru,” ujar Febri.

Empat Faktor Optimisme Penyerapan Tenaga Kerja

Febri optimistis penyerapan tenaga kerja di sektor industri, terutama industri padat karya, akan terus meningkat. Optimisme tersebut didorong empat faktor utama:

  1. Revisi Kebijakan Relaksasi Impor. Pemerintah telah menerbitkan revisi Permendag 8 Tahun 2024 yang akan berlaku dua bulan ke depan. Kebijakan ini diharapkan dapat mengendalikan banjir produk impor murah dan meningkatkan utilisasi industri dalam negeri.
  2. Harmonisasi Regulasi Kredit Industri Padat Karya (KIPK). Kemenperin tengah merampungkan Rancangan Permenperin KIPK yang akan diterbitkan bersamaan dengan PMK. Insentif ini akan membantu sekitar 2.722 perusahaan industri padat karya untuk bertahan dan menekan angka PHK.
  3. Dampak Kesepakatan Dagang Internasional. Dua kesepakatan dagang Indonesia-Amerika dan Indonesia-Uni Eropa diyakini akan memperluas akses pasar ekspor. Banyak industri domestik yang mulai mengarahkan produknya ke pasar internasional setelah penandatanganan perjanjian tersebut.
  4. Reformasi Tata Kelola Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Reformasi TKDN akan memperkuat akses produk dalam negeri di belanja pemerintah, sehingga meningkatkan permintaan industri lokal dan serapan tenaga kerja.

“Kami yakin langkah-langkah strategis ini akan menjaga sektor industri tetap menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional,” ucap Febri.

Kebijakan Pengendalian Impor 

Kemenperin, lanjutnya, juga terus memperkuat daya saing industri melalui kebijakan pendalaman struktur industri dan pengendalian impor produk jadi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bahkan secara langsung meminta prinsipal industri otomotif di Jepang untuk menghindari kebijakan efisiensi yang berujung pada PHK.

“Dalam pertemuan bilateral di Jepang, Bapak Menteri menyampaikan agar industri otomotif tidak mengambil langkah yang bisa memicu PHK, mengingat ekonomi sedang dalam tahap percepatan,” ungkap Febri.

Baca Juga :  Unand Tetapkan Tiga Calon Rektor, Fatma Sri Wahyuni, Efa Yonnedi, dan Ikhwana Elfitri

Ia menegaskan pemerintah ingin memastikan iklim investasi industri manufaktur tetap terjaga dan narasi yang beredar di publik dapat mencerminkan kondisi secara berimbang. (*/red)

Sumber: Kemenperin

Berita Terkait

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB