Kemenperin Soroti Lonjakan Impor, Dorong Industri Kendaraan Niaga Penuhi Pasar Domestik

Penulis -

Sabtu, 11 April 2026 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto membuka pameran GIICOMVEC 2026 di Jakarta, Rabu (8/4). (Foto: Kemenperin)

Sekretaris Jenderal Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto membuka pameran GIICOMVEC 2026 di Jakarta, Rabu (8/4). (Foto: Kemenperin)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong penguatan industri kendaraan niaga nasional menyusul meningkatnya impor dan ketidakseimbangan pasokan dalam negeri.

Upaya ini untuk menjaga peran sektor transportasi sebagai penopang sistem logistik dan distribusi barang di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto, menyatakan sepanjang 2025 sektor industri alat transportasi berkontribusi sebesar 1,27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Sementara itu, subsektor perdagangan kendaraan bermotor dan jasa reparasi mencatat kontribusi 2,02 persen terhadap PDB.

“Kinerja ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan distribusi barang, layanan purna jual, serta peremajaan armada kendaraan niaga di berbagai sektor usaha,” kata Eko saat membuka pameran GIICOMVEC 2026 di Jakarta, Rabu (8/4).

Dari sisi permintaan, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,78 persen pada 2025. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan kendaraan niaga untuk mendukung sistem logistik nasional.

Namun, Kemenperin mencatat sejumlah tantangan struktural. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan produksi kendaraan niaga pada 2025 turun 3,5 persen menjadi 164 ribu unit, dari hampir 170 ribu unit pada 2024. Penurunan ini berdampak pada tingkat utilisasi industri yang berada di kisaran 58 persen.

Selain itu, terjadi selisih sekitar 4.000 unit antara produksi domestik dan kebutuhan pasar pada 2025. Kekurangan pasokan tersebut diisi oleh kendaraan impor.

“Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan pasokan domestik yang perlu direspons melalui penguatan struktur industri dan peningkatan efisiensi produksi,” ujar Eko.

Kemenperin juga mendukung kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (Zero ODOL) melalui penguatan standar teknis kendaraan, percepatan sertifikasi, serta integrasi data kendaraan dalam sistem nasional.

Di sisi lain, pemerintah menyoroti praktik transaksi kendaraan tanpa dokumen resmi yang berpotensi meningkatkan risiko kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) di sektor pembiayaan.

Baca Juga :  Sektor Manufaktur Tumbuh 5,58 Persen, Kembali Lampaui Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Peredaran truk impor yang tidak melalui proses homologasi dan diduga tidak memenuhi standar emisi Euro 4 juga menjadi perhatian. Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi persaingan usaha dan pengendalian pencemaran udara.

Pameran GIICOMVEC 2026 menghadirkan 14 merek kendaraan komersial dan lebih dari 35 industri pendukung.

Kegiatan ini menjadi ajang business-to-business yang mempertemukan pelaku industri dan pengguna untuk memperkuat rantai pasok sektor kendaraan niaga.

Kemenperin berharap kolaborasi antara pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan dapat meningkatkan efisiensi, utilisasi industri, serta pengembangan teknologi kendaraan komersial.

Sementara itu, Ketua Umum GAIKINDO Putu Juli Ardika menyebut kendaraan komersial berperan penting dalam distribusi barang dan mobilitas publik.

Data GAIKINDO menunjukkan ekspor kendaraan utuh (CBU) Indonesia pada 2025 mencapai 518.212 unit, meningkat 9,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, kendaraan komersial menyumbang 20.326 unit.

GAIKINDO menargetkan lebih dari 11 ribu pengunjung profesional pada GIICOMVEC 2026 sebagai upaya memperluas pasar kendaraan komersial Indonesia di tingkat global. (*/red)

Berita Terkait

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah
Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Pemko Padang Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu Lewat Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Persiapan MTQ ke-42 Kota Padang Dimatangkan, 663 Kafilah Siap Bertanding

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:27 WIB

PWI Health Fun Run 5K Hadir di Mandeh, Gabungkan Olahraga dan Promosi Wisata

Berita Terbaru