Bogor, Javanusa—Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong Pasar Hewan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi sentra perdagangan ternak modern yang tertib dan memenuhi standar kesehatan hewan.
Kementan menilai keberadaan pasar tersebut dapat memperluas akses pemasaran bagi peternak. Fasilitas ini juga berpotensi memperbaiki tata niaga ternak dan menggerakkan ekonomi masyarakat di wilayah Bogor Timur.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan, Hary Suhada, menyebut pembangunan infrastruktur peternakan sebagai investasi jangka panjang.
Hary menyampaikan hal itu saat menghadiri peresmian Pasar Hewan Jonggol, Kamis (6/8/2026). Ia mewakili Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Agung Suganda.
Menurut Hary, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam membangun fasilitas yang mampu meningkatkan pelayanan sekaligus daya saing sektor peternakan.
“Kementerian Pertanian mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menghadirkan infrastruktur yang mendukung kemajuan subsektor peternakan. Pembangunan seperti ini merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat daya saing daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Hary Suhada.
Lebih dari sekadar lokasi jual beli, Hary melihat pasar hewan sebagai bagian dari rantai agribisnis. Pengelola dapat memanfaatkannya untuk memperkuat pengawasan kesehatan ternak, biosekuriti, kesejahteraan hewan, serta ketertelusuran lalu lintas ternak.
Sistem tersebut penting untuk menjaga perdagangan tetap tertib. Langkah itu sekaligus memberi kepastian bagi peternak, pedagang, dan konsumen.
Dukung Pangan Hewani yang ASUH
Kementan juga berharap Pasar Hewan Jonggol ikut memperkuat penyediaan pangan asal hewan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Hary menegaskan pihaknya siap mendukung pemerintah daerah dalam membangun ekosistem peternakan yang lebih produktif dan efisien.
“Kami berharap Pasar Hewan Jonggol dapat menjadi contoh pasar ternak modern yang mampu memperkuat sistem pemasaran, meningkatkan pelayanan kesehatan hewan, menerapkan biosekuriti secara konsisten, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan peternak. Kementerian Pertanian akan terus mendukung pemerintah daerah dalam memperkuat produktivitas peternakan, kualitas bibit, layanan kesehatan hewan, hingga sistem pemasaran yang lebih efisien,” katanya.
Di sisi lain, Hary mengapresiasi kerja sama Badan Karantina Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk mengendalikan risiko masuk dan penyebaran penyakit hewan. Sinergi antarlembaga juga membantu memperlancar lalu lintas komoditas peternakan dan perikanan.
Pasar Hewan Jonggol Jadi Bagian Pengembangan Bogor Timur
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pembangunan Pasar Hewan Jonggol menjadi salah satu bagian dari pengembangan kawasan Bogor Timur.
Menurut Rudy, pembangunan wilayah tidak cukup hanya menghadirkan pusat pemerintahan. Pemerintah juga perlu menyediakan fasilitas ekonomi yang mampu memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
“Pasar Hewan Jonggol merupakan salah satu tahapan membangun Bogor Wilayah Timur. Ketika masyarakat memiliki harapan terhadap pengembangan wilayah, maka yang harus dipersiapkan bukan hanya pusat pemerintahannya, tetapi juga seluruh fasilitas penunjang yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar Rudy.
Rudy menambahkan, pemerintah juga menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung untuk memperkuat konektivitas dan pelayanan publik di Bogor Timur.
Peningkatan konektivitas jalan dan pembangunan fasilitas publik diharapkan membuka peluang investasi baru. Pada saat yang sama, infrastruktur tersebut dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Beroperasi Dua Kali Sepekan
Pasar Hewan Jonggol melayani aktivitas perdagangan setiap Senin dan Kamis. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas hingga ratusan ekor ternak.
Untuk mendukung kesehatan ternak, pasar menyediakan hotel hewan dan ruang pemeriksaan kesehatan. Kehadiran fasilitas tersebut membantu peternak dan pedagang menjalankan transaksi dengan lebih tertib.
Pemeriksaan kesehatan juga menjadi bagian penting dalam memastikan ternak yang diperdagangkan memenuhi persyaratan kesehatan.
Kementan memandang pasar hewan sebagai bagian dari ekosistem peternakan yang saling terhubung. Ekosistem itu mencakup produksi, pembibitan, kesehatan ternak, perdagangan hingga konsumen.
Dengan tata niaga yang lebih tertib dan layanan kesehatan yang memadai, Pasar Hewan Jonggol diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi peternak. Dalam jangka panjang, pasar tersebut juga berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di kawasan Bogor Timur. (*)






