Kementan Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Iduladha 1447 H, Waspadai PMK hingga Anthrax

Penulis -

Senin, 11 Mei 2026 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementan memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. (Foto: Diskominfo Padang)

Kementan memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. (Foto: Diskominfo Padang)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengawasan penyakit zoonosis dan keamanan pangan asal hewan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Langkah ini untuk melindungi kesehatan masyarakat di tengah meningkatnya distribusi ternak antardaerah.

Kementan menjalankan pengawasan melalui pemeriksaan kesehatan hewan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia peternakan, serta edukasi penanganan daging kurban yang aman bagi masyarakat dan panitia kurban.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pengawasan kesehatan hewan menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan pangan nasional. Terutama saat lalu lintas ternak meningkat menjelang Iduladha.

“Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga kualitas dan jaminan keamanan produk pangan yang dihasilkan. SDM pertanian dan peternakan harus profesional, kompeten, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal,” ujar Mentan Amran.

Ia menambahkan, distribusi ternak antarwilayah harus diawasi secara ketat agar tidak memicu penyebaran penyakit zoonosis maupun penyakit hewan menular strategis.

Penguatan SDM Jadi Fokus Pengawasan

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan penguatan kompetensi SDM menjadi faktor penting dalam memperkuat pencegahan penyakit hewan di lapangan.

Menurutnya, peningkatan aktivitas perdagangan dan pemotongan ternak menjelang Iduladha membutuhkan tenaga profesional yang kompeten dan adaptif.

“Penguatan SDM menjadi fondasi utama pembangunan pertanian. Melalui sertifikasi, pelatihan, dan resertifikasi kompetensi, kita memastikan tenaga profesional di lapangan memiliki kemampuan yang terukur, adaptif, dan mampu memberikan edukasi serta pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Santi, Rabu (7/5/2026).

Sebagai bagian dari mitigasi zoonosis, Kementan melalui Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu meningkatkan edukasi nasional terkait penanganan daging dan pengawasan kesehatan hewan.

Program tersebut menyasar peternak, penyuluh, petugas lapangan, hingga masyarakat umum melalui berbagai pelatihan.

Baca Juga :  Apakah Pembalut Bisa Kedaluwarsa? Kenali Tanda-Tanda dan Risiko Menggunakannya
Edukasi Penanganan Daging Kurban

Materi pelatihan meliputi pemeriksaan kesehatan hewan sebelum pemotongan, pemeriksaan organ dan karkas, penerapan sanitasi dan higiene, hingga tata cara distribusi daging sesuai prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Langkah itu dilakukan untuk memastikan daging kurban tetap aman dikonsumsi masyarakat serta mengurangi risiko penularan penyakit.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP, Tedy Dirhamsyah, menjelaskan pengawasan kesehatan hewan harus dilakukan dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, peningkatan permintaan ternak menjelang Iduladha membuat pengawasan perlu diperkuat di seluruh rantai distribusi.

“Pencegahan zoonosis harus dimulai sejak sebelum penyembelihan melalui pemeriksaan kesehatan hewan, pengawasan lalu lintas ternak, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai cara penanganan daging yang benar. Ini penting agar distribusi daging kurban tidak menjadi media penularan penyakit,” ujarnya.

Kementan Ingatkan Risiko Penyakit Zoonosis

Kementan juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai sejumlah penyakit zoonosis seperti Anthrax, Brucellosis, Lumpy Skin Disease (LSD), Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), jembrana, serta infeksi cacing hati.

Penyakit tersebut dapat menular melalui kontak langsung dengan hewan sakit, darah, organ terinfeksi, maupun pangan asal hewan yang tidak ditangani dengan benar.

Selain mengancam kesehatan masyarakat, penyebaran zoonosis juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi.

Dampaknya meliputi penurunan produktivitas ternak, terganggunya distribusi hewan, hingga turunnya kepercayaan konsumen terhadap produk peternakan.

Karena itu, Kementan terus memperkuat langkah pencegahan dan pengawasan kesehatan hewan menjelang Iduladha agar pelaksanaan kurban berlangsung aman, sehat, dan bebas dari risiko penularan penyakit. (*/red)

Berita Terkait

BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB