Kementan Usulkan BV Bukittinggi Jadi Laboratorium Rujukan WOAH untuk Rabies

Penulis -

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembahasan rencana pengusulan BV Bukittinggi sebagai WOAH Reference Laboratory for Rabies. (Foto: Ditjen PKH Kementan)

Pembahasan rencana pengusulan BV Bukittinggi sebagai WOAH Reference Laboratory for Rabies. (Foto: Ditjen PKH Kementan)

Bukittinggi, Javanusa—Kementerian Pertanian (Kementan) mematangkan rencana pengusulan Balai Veteriner (BV) Bukittinggi sebagai WOAH Reference Laboratory for Rabies.

Pembahasan berlangsung pada Jumat, 7 Agustus 2026, melalui pertemuan yang digelar Direktorat Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementan.

Pertemuan tersebut melibatkan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner, Balai Veteriner Bukittinggi, serta perwakilan World Organisation for Animal Health (WOAH) dari Sub-Regional Representation for South-East Asia (WOAH SRR-SEA) di Bangkok, Thailand, dan WOAH Indonesia.

Rencana tersebut menjadi bagian dari penguatan kapasitas Indonesia dalam menghadapi rabies. Pemerintah menilai laboratorium dengan standar internasional memiliki posisi penting dalam diagnosis, surveilans, penelitian, dan pengendalian penyakit.

Bahas Kesiapan Laboratorium

Dalam pertemuan itu, para pihak membahas kesiapan teknis BV Bukittinggi serta tahapan yang perlu diselesaikan sebelum pengusulan kepada WOAH.

Pembahasan mencakup hasil WOAH Technical Assessment Mission, persyaratan laboratorium rujukan, penguatan jejaring laboratorium, serta koordinasi lintas sektor.

Ketua Kelompok Substansi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan (P2H) Direktorat Kesehatan Hewan, Yuni Yupiana, menilai koordinasi menjadi kunci dalam proses tersebut.

“Pengusulan Balai Veteriner Bukittinggi sebagai WOAH Reference Laboratory for Rabies merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas nasional dalam pengendalian rabies. Karena itu, seluruh persyaratan teknis dan administratif harus dipenuhi secara optimal melalui kolaborasi yang erat antara Kementerian Pertanian, WOAH, dan seluruh pemangku kepentingan agar proses pengusulan berjalan sesuai standar internasional,” ujar Yuni Yupiana.

Menurut Yuni, pengusulan tersebut bukan sekadar upaya mendapatkan pengakuan internasional. Langkah ini juga bertujuan meningkatkan kemampuan Indonesia dalam diagnosis, surveilans, penelitian, dan pengendalian rabies.

BV Bukittinggi Perkuat Kapasitas

Balai Veteriner Bukittinggi terus melakukan berbagai persiapan untuk memenuhi standar yang ditetapkan WOAH.

Baca Juga :  Fan Meeting T.O.P di Jakarta Resmi Batal, Promotor Sebut Ada Kondisi Setempat

Penguatan mencakup kapasitas teknis, sistem manajemen mutu, kompetensi sumber daya manusia, serta jejaring kerja sama nasional dan internasional.

Upaya tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi BV Bukittinggi untuk menjalankan fungsi laboratorium rujukan dengan standar internasional.

WOAH juga memberikan dukungan terhadap proses pengusulan tersebut. Organisasi kesehatan hewan dunia itu menilai laboratorium rujukan berperan penting dalam meningkatkan kualitas diagnosis, pengembangan ilmu pengetahuan, dan kolaborasi ilmiah antarnegara.

“WOAH mengapresiasi komitmen Indonesia dalam mempersiapkan Balai Veteriner Bukittinggi sebagai calon Reference Laboratory for Rabies. Kami berharap proses ini dapat semakin memperkuat kapasitas laboratorium, memperluas jejaring kolaborasi ilmiah, serta memberikan kontribusi bagi pengendalian rabies di kawasan Asia Tenggara dan dunia,” ujar Karma Rinzin dari WOAH Sub-Regional Representation for South-East Asia (WOAH SRR-SEA), Bangkok, Thailand.

Dukung Target Zero by 30

Kepala Balai Veteriner Bukittinggi, Tangguh Pitona, menyebut proses pengusulan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas laboratorium dan layanan diagnostik.

“Pengusulan Balai Veteriner Bukittinggi sebagai WOAH Reference Laboratory for Rabies merupakan amanah. Sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kompetensi, sistem manajemen mutu, serta kualitas layanan diagnostik. Kami berkomitmen memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung pengendalian rabies di Indonesia dan kawasan, sejalan dengan target global Zero by 30,” ujar Tangguh Pitona.

Target Zero by 30 merupakan komitmen global untuk mengakhiri kematian manusia akibat rabies yang ditularkan oleh anjing pada 2030.

Jika WOAH memberikan pengakuan, BV Bukittinggi berpeluang memperluas perannya dalam jejaring laboratorium veteriner internasional.

Selain mendukung diagnosis dan surveilans rabies, laboratorium tersebut dapat berkontribusi pada penelitian, peningkatan kapasitas laboratorium, serta pengembangan jejaring ilmiah.

Kementan, WOAH, BV Bukittinggi, dan berbagai pemangku kepentingan kini terus memperkuat sinergi untuk memenuhi seluruh persyaratan pengusulan. Langkah tersebut diharapkan memperbesar kontribusi Indonesia dalam pengendalian rabies di Asia Tenggara dan mendukung pencapaian target Zero by 30. (*)

Baca Juga :  Wawako Allex Tinjau dan Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kampung Manggis

Berita Terkait

Pemko Padang Gandeng LAN Sumbar, Siapkan Satgas Pencegahan Narkoba
Pendaftaran Perlinsos Koto Tangah Tembus 25.158 KK, Target 40 Persen hingga Akhir 2026
Gubernur Mahyeldi Buka MTQ ke-46 Sawahlunto, Dorong Generasi Muda Cinta Al-Qur’an
Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada 2027
Fadly Amran Dorong Penguatan Literasi Pancasila Lewat Bedah Buku Karya Willy Aditya
Padang Mobile Masuk 5 Besar Padang Innovation Award 2026, Ini Keunggulannya
Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km
Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Sinopsis Film Menang untuk Kalah: Terjerat Judi Online demi Gaya Hidup Mewah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Akbar Chalay Gandeng Matta di Single Terbaru Kera Sakti, Hadirkan Perpaduan Musik Elektronik dan Pop

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:20 WIB

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Visa Andrea Bocelli Belum Terbit, Imigrasi Tunggu Keputusan Kabaintelkam Polri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Berita Terbaru

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menerima audiensi Ketua LAN Sumbar Firman Sikumbang di ruang kerjanya, Balai Kota Aie Pacah, Jumat (30/10/2026). (Foto: Pemko Padang)

Kota Padang

Pemko Padang Gandeng LAN Sumbar, Siapkan Satgas Pencegahan Narkoba

Jumat, 30 Okt 2026 - 18:57 WIB