Kenapa Burger Tidak Sehat? Ini 5 Risiko yang Bisa Mengancam Kesehatan

Penulis -

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seorang wanita makan burger. (Foto: Pexels)

Ilustrasi seorang wanita makan burger. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Kenapa burger tidak sehat menjadi pertanyaan yang kerap muncul di tengah meningkatnya konsumsi makanan cepat saji.

Di balik rasanya yang gurih dan praktis, burger ternyata mengandung sejumlah zat yang dapat memengaruhi kesehatan apabila dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang.

Sebagai salah satu menu cepat saji paling populer, burger banyak dipilih karena mudah ditemukan, praktis disantap, dan cukup mengenyangkan.

Dalam satu porsi burger terdapat kombinasi karbohidrat dari roti, protein dari daging, serta lemak dari berbagai bahan tambahan yang membuat makanan ini terasa nikmat.

Tak heran jika burger sering menjadi pilihan saat seseorang memiliki waktu terbatas untuk makan atau sedang bepergian. Namun, di balik kepraktisannya, burger juga menyimpan sejumlah risiko kesehatan yang perlu diperhatikan.

Kenapa Burger Dianggap Kurang Sehat?

Dikutip dari laman Alodokter, alasan utama burger dinilai kurang sehat karena umumnya mengandung kalori, lemak jenuh, gula, dan natrium dalam jumlah tinggi. Sebaliknya, kandungan serat, vitamin, dan mineral di dalamnya relatif rendah dibandingkan makanan segar seperti sayuran dan buah-buahan.

Kandungan lemak jenuh yang tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat atau LDL dalam darah. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, risiko penyakit jantung dan stroke dapat meningkat.

Selain itu, burger yang diproduksi secara massal biasanya mengandung garam dalam jumlah cukup tinggi. Asupan natrium berlebihan diketahui dapat memicu tekanan darah tinggi yang menjadi salah satu faktor risiko berbagai penyakit kardiovaskular.

Tingginya kandungan kalori juga menjadi perhatian. Kalori yang berasal dari lemak, gula, dan karbohidrat olahan dapat menyebabkan penambahan berat badan apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2.

Baca Juga :  Rumah Sakit Eka Hospital Buka Rekrutmen, Buruan Daftar

Beberapa produk burger olahan juga mengandung bahan tambahan pangan, seperti pengawet dan sodium nitrit. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dikhawatirkan dapat memicu peradangan serta mengganggu proses metabolisme tubuh.

Tidak hanya itu, rendahnya kandungan serat membuat burger kurang ideal untuk kesehatan sistem pencernaan. Pola makan yang didominasi makanan cepat saji berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan, termasuk sembelit.

Risiko kesehatan dapat semakin meningkat ketika burger dikonsumsi bersama kentang goreng dan minuman bersoda. Kombinasi tersebut menambah asupan gula, lemak, dan kalori yang berlebihan dalam satu waktu.

Cara Menikmati Burger dengan Lebih Sehat

Meski memiliki sejumlah risiko, bukan berarti burger harus dihindari sepenuhnya. Mengonsumsi burger sesekali masih dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang selama porsinya terkontrol.

Agar lebih sehat, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.

Pertama, buat burger sendiri di rumah menggunakan bahan yang lebih berkualitas, seperti daging tanpa lemak, dada ayam, ikan, atau tempe sebagai sumber protein.

Kedua, tambahkan lebih banyak sayuran segar, seperti selada, tomat, mentimun, bawang, atau paprika untuk meningkatkan kandungan serat dan vitamin.

Ketiga, batasi penggunaan saus dan mayones yang umumnya mengandung gula, garam, serta lemak tambahan.

Keempat, pilih air putih atau minuman tanpa gula sebagai pendamping, serta kurangi konsumsi kentang goreng sebagai pelengkap.

Konsumsi Secukupnya agar Tetap Seimbang

Memahami kenapa burger tidak sehat dapat membantu masyarakat membuat pilihan makanan yang lebih bijak. Meskipun praktis dan lezat, burger tetap sebaiknya tidak dijadikan menu harian karena kandungan kalori, lemak jenuh, dan natriumnya yang relatif tinggi.

Untuk menjaga kesehatan, pola makan perlu dilengkapi dengan konsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, serta sumber protein yang lebih sehat. Dengan membatasi frekuensi dan porsi burger, risiko berbagai penyakit kronis dapat ditekan sekaligus membantu menjaga keseimbangan nutrisi harian.

Baca Juga :  5 Penyebab Lutut Kasar dan Menghitam, Kenali Pemicunya agar Kulit Kembali Halus  

Apabila memiliki kondisi kesehatan tertentu atau ingin menyusun pola makan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat menjadi langkah yang tepat. (*/red)

Berita Terkait

Benarkah Kacang Tanah Pemicu Asam Urat? Cek Fakta dan Porsi Amannya
Bintik Kasar Seperti Kulit Ayam di Lengan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Sering Kurang Tidur? Kenali Gejala, Dampak Kesehatan dan Cara Mengatasinya
7 Pilihan Lauk untuk Penderita Darah Tinggi, Sehat dan Mudah Diolah
Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus? Kenali 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya
Benarkah Nanas Bisa Meredakan Batuk? Ini Penjelasan dan Faktanya
7 Cara Alami Meredakan Ambeien Tanpa Obat, Efektif Kurangi Nyeri dan Bengkak
7 Minuman yang Bisa Membantu Menurunkan Kolesterol, dari Teh Hijau hingga Susu Kedelai

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 23:18 WIB

Radinka Abqari Rilis Single Perdana Pasti Bisa, Bawa Pesan Motivasi untuk Anak Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Natania Karin Rilis Album Kedua Berisi 11 Lagu, Gandeng Sal Priadi di Trek Api dan Salju

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Akbar Chalay Gandeng Matta di Single Terbaru Kera Sakti, Hadirkan Perpaduan Musik Elektronik dan Pop

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:20 WIB

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Visa Andrea Bocelli Belum Terbit, Imigrasi Tunggu Keputusan Kabaintelkam Polri

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Berita Terbaru