Javanusa.com—Kabut asap tidak hanya mengganggu pernapasan. Paparan partikel dan zat iritan di udara juga dapat membuat mata terasa perih, panas, berair, kering, hingga memerah.
Keluhan tersebut biasanya semakin terasa ketika seseorang berada di luar ruangan dalam waktu lama. Karena itu, mengurangi paparan menjadi langkah penting untuk membantu meredakan iritasi.
Kabut Asap Bisa Mengiritasi Permukaan Mata
Permukaan mata sangat peka terhadap kondisi lingkungan. Ketika udara mengandung partikel atau zat yang mengiritasi, mata dapat mengalami gangguan pada permukaannya.
Tubuh kemudian merespons paparan tersebut dengan meningkatkan produksi air mata. Mekanisme ini membantu membersihkan iritan dari permukaan mata.
Akibatnya, sejumlah keluhan dapat muncul, seperti mata terasa perih atau panas, mata berair, mata tampak merah, sensasi seperti ada benda asing, mata kering dan terasa tidak nyaman.
Semakin lama seseorang terpapar udara tercemar, keluhan tersebut dapat terasa semakin mengganggu.
Siapa yang Lebih Rentan Mengalami Iritasi?
Iritasi mata akibat kualitas udara buruk dapat dialami siapa saja. Namun, orang dengan mata sensitif, alergi, atau kondisi mata tertentu mungkin lebih mudah mengalami keluhan.
Pengguna lensa kontak juga perlu memberikan perhatian lebih. Paparan lingkungan yang penuh partikel dapat memperburuk rasa kering dan ketidaknyamanan pada mata.
Karena itu, penggunaan lensa kontak sebaiknya dihentikan sementara jika mata mulai terasa perih, merah, atau kering. Dilansir dari Klik Medika, berikut cara meredakan mata perih akibat kabut asap.
1. Kurangi Waktu di Luar Ruangan
Langkah utama untuk mengatasi iritasi adalah mengurangi paparan. Jika tidak ada keperluan mendesak, batasi aktivitas di luar saat kualitas udara memburuk.
Pilih aktivitas di dalam ruangan yang memiliki kondisi udara lebih baik. Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi kontak mata dengan partikel pencemar.
2. Hindari Menggosok Mata
Rasa gatal atau perih sering membuat seseorang ingin mengucek mata. Sebaiknya hindari kebiasaan tersebut.
Menggosok mata dapat memperparah iritasi dan berpotensi mencederai permukaan mata. Jika perlu menyentuh area sekitar mata, pastikan tangan sudah bersih.
3. Pertimbangkan Air Mata Buatan
Air mata buatan dapat membantu menjaga kelembapan mata ketika terjadi kekeringan atau iritasi ringan.
Gunakan produk sesuai petunjuk pemakaian. Jika Anda membutuhkan obat tetes mata secara rutin, konsultasikan penggunaannya dengan tenaga kesehatan.
4. Lepaskan Lensa Kontak
Mata yang terasa perih, merah, atau kering membutuhkan waktu untuk pulih. Pengguna lensa kontak sebaiknya melepasnya dengan prosedur kebersihan yang benar.
Jangan memaksakan pemakaian lensa kontak selama mata masih mengalami iritasi.
5. Gunakan Kacamata Saat Beraktivitas di Luar
Kacamata dapat menjadi perlindungan tambahan ketika seseorang harus beraktivitas di luar ruangan.
Model yang menutup area mata dengan baik dapat membantu mengurangi kontak langsung antara mata dan udara yang mengandung partikel pencemar.
Apakah Membilas Mata Bisa Membantu?
Membilas mata dapat membantu menghilangkan debu atau partikel yang menempel pada permukaan mata. Gunakan cairan yang aman dan memang sesuai untuk penggunaan pada mata.
Hindari penggunaan bahan rumahan atau cairan yang tidak ditujukan untuk mata. Tindakan tersebut justru dapat menambah iritasi.
Cara Mencegah Iritasi Mata Saat Kabut Asap
Pencegahan dapat dimulai dengan memeriksa kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah. Saat kualitas udara buruk, kurangi kegiatan di luar dan gunakan kacamata sebagai perlindungan tambahan.
Kondisi udara di dalam rumah juga perlu diperhatikan. Hindari sumber asap lain, termasuk asap rokok, agar paparan terhadap mata tidak semakin bertambah.
Jika menggunakan pendingin ruangan atau alat penyaring udara, lakukan pembersihan dan perawatan secara berkala. Ikuti petunjuk perawatan dari produsen agar perangkat tetap bekerja dengan baik.
Kapan Mata Perih Perlu Diperiksakan?
Iritasi ringan umumnya dapat membaik setelah seseorang mengurangi paparan terhadap kabut asap. Namun, mata merah atau nyeri tidak selalu muncul akibat kualitas udara buruk.
Pemeriksaan medis diperlukan jika rasa sakit cukup berat atau penglihatan mulai kabur. Mata yang sangat sensitif terhadap cahaya atau mengeluarkan cairan tidak biasa juga perlu mendapat perhatian.
Keluhan yang tidak kunjung membaik setelah paparan berkurang juga sebaiknya diperiksakan.
Jangan menunda pemeriksaan jika terjadi penurunan penglihatan secara tiba-tiba. Nyeri mata berat atau cedera pada mata juga membutuhkan pertolongan medis segera.
Jangan langsung menganggap seluruh keluhan tersebut sebagai dampak kabut asap. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya. (*)






