Kendalikan PMK, Kementan Gelontorkan 151 Ribu Dosis Vaksin ke Jawa Barat

Penulis -

Senin, 9 Februari 2026 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Pertanian (Kementan) menggelontorkan 151 ribu dosis vaksin ke Jawa Barat untuk melindungi populasi ternak dan menekan risiko penularan PMK. (Foto: Kementan)

Kementerian Pertanian (Kementan) menggelontorkan 151 ribu dosis vaksin ke Jawa Barat untuk melindungi populasi ternak dan menekan risiko penularan PMK. (Foto: Kementan)

Subang, Javanusa—Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) melalui vaksinasi ternak terukur di Jawa Barat. Total 151.000 dosis vaksin disiapkan sepanjang 2026 untuk melindungi populasi ternak dan menekan risiko penularan.

Program ini menjadi bagian dari strategi nasional pengendalian PMK yang kembali muncul di sejumlah wilayah sentra peternakan. Jawa Barat masuk prioritas karena memiliki populasi ternak besar dan lalu lintas hewan yang tinggi.

Direktur Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Hendra Wibawa, mengatakan target distribusi vaksin PMK nasional mencapai 4 juta dosis pada 2026.

“Sebanyak 80 persen dialokasikan untuk zona pemberantasan, 15 persen zona pengendalian, dan 5 persen sebagai stok cadangan respons cepat,” kata Hendra dalam kegiatan Kolaborasi dan Akselerasi Vaksinasi PMK di Kabupaten Subang, Kamis (5/2/2026).

Skema Pengiriman Vaksin PMK Bertahap

Alokasi vaksin PMK untuk Jawa Barat dibagi dalam dua periode, yakni Januari–Maret dan Juli–Agustus 2026. Masing-masing periode mendapat jatah 75.500 dosis.

Pada pengiriman tahap awal Januari, Jawa Barat telah menerima 60.000 dosis. Sisa alokasi akan dikirim bertahap sesuai kebutuhan lapangan dan peta risiko.

Menurut Hendra, pembagian vaksin ke kabupaten dan kota dikoordinasikan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat. Skema ini bertujuan memastikan distribusi tepat sasaran.

Berdasarkan pemantauan hingga 1 Februari 2026, tercatat 16 kejadian PMK dengan total 177 kasus di Jawa Barat. Data ini menjadi dasar penetapan wilayah prioritas vaksinasi.

Kementan menilai intervensi cepat diperlukan untuk mencegah lonjakan kasus baru. Apalagi beberapa daerah menjadi jalur utama pergerakan ternak antarwilayah.

Vaksinasi dan Biosekuriti Harus Berjalan Bersamaan

Selain vaksinasi, Kementan menekankan pentingnya penerapan biosekuriti di kandang dan jalur distribusi ternak. Langkah ini mencakup pengendalian pergerakan orang, alat, dan kendaraan.

Baca Juga :  Pengawasan Haji 2026 Diperketat, Kemenhaj Pastikan Kesiapan Operasional dan Target Tri Sukses

“Vaksinasi dan biosekuriti adalah satu kesatuan untuk memutus rantai penularan PMK. Keduanya harus dijalankan disiplin dan berkelanjutan,” ujar Hendra.

Biosekuriti meliputi disinfeksi rutin, pembatasan tamu kandang, serta pengawasan lalu lintas ternak. Petugas lapangan diminta aktif melakukan edukasi ke peternak.

Pemerintah Kabupaten Subang menyatakan dukungan terhadap percepatan vaksinasi PMK. Daerah ini menjadi salah satu lokasi kolaborasi pusat dan daerah dalam akselerasi program.

Sekretaris Daerah Subang Asep Nuroni, mewakili bupati, mengapresiasi dukungan Kementan dan partisipasi peternak. Ia menilai pengendalian PMK tidak bisa dilakukan satu pihak saja.

“Pengendalian PMK harus melibatkan pemerintah pusat, daerah, peternak, swasta, asosiasi, hingga perguruan tinggi. Jika kompak, kasus bisa ditekan,” kata Asep.

Mentan: Tren Kasus PMK Mulai Melandai

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut vaksin PMK sudah didistribusikan ke berbagai daerah terdampak. Pemerintah mengklaim tren kasus saat ini mulai melandai.

“Vaksin telah didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia. Alhamdulillah tren kasus PMK saat ini sudah melandai,” ujar Amran dalam keterangan terpisah.

Meski begitu, Kementan meminta seluruh jajaran tetap siaga. Kewaspadaan dinilai penting agar pengendalian PMK tetap konsisten dan tidak melemah di lapangan.

Dengan vaksinasi dan biosekuriti yang berjalan paralel, pemerintah menargetkan perlindungan ternak semakin kuat. Upaya ini sekaligus menjaga produksi peternakan dan ketahanan pangan nasional. (*/red)

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Berita Terbaru