Kepala BGN Terapkan Zero Tolerance Usai Dugaan Keracunan MBG di Semarang, SPPG Diminta Patuh SOP

Penulis -

Minggu, 2 Agustus 2026 - 23:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BGN Sudaryono usai mengunjungi siswa SMKN 6 Semarang yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit akibat dugaan insiden keamanan pangan. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Kepala BGN Sudaryono usai mengunjungi siswa SMKN 6 Semarang yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit akibat dugaan insiden keamanan pangan. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Semarang, Javanusa—Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan pemerintah akan mengambil langkah tegas terhadap setiap pelanggaran yang mengancam keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, BGN juga tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik korupsi maupun penyimpangan dalam pengelolaan program tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Sudaryono usai mengunjungi para korban dugaan insiden keamanan pangan yang menimpa ratusan siswa SMK Negeri 6 Semarang di sejumlah rumah sakit di Kota Semarang, Sabtu (1/8).

“Saya sebagai Kepala Badan Gizi yang baru ini memastikan itu, zero tolerance terhadap keracunan. Zero tolerance terhadap tindak pidana korupsi dan hanky panky, nitip-nitip duit itu nggak boleh lagi,” ujar Sudaryono.

SPPG Diminta Disiplin Jalankan SOP

Selanjutnya, Sudaryono mengingatkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar menjalankan standar operasional prosedur (SOP) secara konsisten. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan menjadi langkah utama untuk mencegah terulangnya insiden serupa.

Ia menjelaskan sistem pengelolaan dapur harus berjalan sesuai prosedur. Dalam pelaksanaannya, kepala dapur memegang peran penting untuk memastikan seluruh petugas bekerja sesuai standar keamanan pangan.

“Supaya tidak terulang lagi, harus ikuti SOP. Kemudian SOP diikuti, sistem diikuti, terus kemudian komandannya Kepala Dapur SPPG. Saya paham Anda punya chef, Anda punya pengawas gizi, Anda punya orang-orang yang kerja di situ, barangkali mungkin ada 1-2 yang ada yang ngeyel-lah. Ya harus ada leadership di situ,” katanya.

Kepala Dapur Diminta Bertindak Tegas

Sudaryono juga meminta kepala SPPG tidak ragu memberikan sanksi kepada petugas yang mengabaikan prosedur kebersihan saat mengolah makanan.

Menurutnya, pelanggaran seperti tidak mencuci tangan, tidak mengenakan sarung tangan, atau tidak memakai masker tidak boleh dianggap sepele karena dapat membahayakan kesehatan penerima manfaat Program MBG.

Baca Juga :  Kepala BGN: Makanan MBG Tak Layak Harus Dikembalikan ke SPPG

“Kalau misalnya ada di antara pegawai di dapur itu yang barangkali mungkin susah dikasih tahu untuk cuci tangan-lah, atau memakai SOP harus pakai sarung tangan, pakai masker, ya harus dikeluarkan, harus tegas ini! Karena nyawa, kesehatan dan nyawa seseorang itu sangat berarti. Nggak boleh lagi,” tegas Sudaryono.

Ia menegaskan, kepemimpinan yang kuat di setiap dapur SPPG menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh prosedur keamanan pangan berjalan dengan disiplin sehingga kualitas makanan bagi para penerima manfaat tetap terjaga. (*)

Berita Terkait

Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Menhaj Perketat Istitaah Kesehatan Jemaah Haji, Imbau Travel Pilih Penerbangan Langsung

Berita Terbaru