Padang, Javanusa—Wali Kota Padang Fadly Amran mengusulkan sejumlah proyek pelestarian lingkungan dalam skema kerja sama bilateral Indonesia–Jerman tahun 2026.
Usulan tersebut diajukan melalui penguatan hubungan sister city antara Kota Padang dan Kota Hildesheim, Jerman, yang telah terjalin sejak 1988.
Langkah ini strategis untuk mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Padang dalam jejaring kerja sama internasional bidang lingkungan hidup.
Usulan tersebut disampaikan Fadly Amran dalam Rapat Koordinasi bersama Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI, Ary Sudijanto.
Rakor digelar secara daring dari Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Senin (12/1/2026).
Rapat ini juga diikuti perwakilan Kementerian Luar Negeri RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Berlin, serta jajaran direktorat teknis KLH RI.
Revitalisasi Sungai Batang Arau dan Bus Listrik Jadi Fokus Utama
Fadly Amran menjelaskan, Pemko Padang mengusulkan dukungan Pemerintah Jerman melalui GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit).
Fokus kerja sama mencakup revitalisasi Sungai Batang Arau, khususnya pengelolaan air limbah perkotaan. Selain itu, Pemko Padang juga mengajukan pengembangan transportasi massal berbasis listrik untuk armada Trans Padang.
“Kami telah menyampaikan usulan ini sejak November 2025 dan berharap dapat segera direalisasikan,” ujar Fadly.
Dukung Program Jelajah Padang dan Kota Kreatif Dunia
Menurut Fadly, kerja sama lingkungan internasional menjadi kebutuhan strategis bagi Kota Padang.
Hal ini sejalan dengan upaya Padang memantapkan diri sebagai kota kreatif dunia di bidang gastronomi.
Kawasan Kota Tua dan Sungai Batang Arau disebut sebagai ikon utama pengembangan pariwisata kota.
“Revitalisasi Batang Arau adalah bagian dari Program Unggulan Jelajah Padang,” kata Fadly.
Ia meyakini, proyek tersebut akan mendorong peningkatan investasi serta kunjungan wisatawan nasional dan internasional ke Padang.
Fadly menambahkan, kerja sama Padang–Hildesheim juga masuk dalam roadmap pembangunan menuju kota sehat dan kota pintar.
Menurutnya, kota sehat harus ditopang infrastruktur lingkungan dan sistem sanitasi berkelanjutan.
“Pembangunan infrastruktur lingkungan yang baik merupakan kebutuhan mendasar sekaligus upaya memperkuat ketahanan kota terhadap perubahan iklim,” tegasnya.
Deputi KLH RI Ary Sudijanto menyatakan dukungan atas usulan yang disampaikan Pemko Padang.
Ia menilai, inisiatif tersebut selaras dengan agenda nasional pengendalian perubahan iklim.
“KLH pada prinsipnya mendukung, khususnya pengelolaan sungai, sanitasi, dan transportasi rendah emisi,” ujar Ary.
Ia menambahkan, koordinasi lintas kementerian dan mitra internasional akan segera dilakukan agar program berjalan optimal. (*/red)






