Kisah Fikri Pemulung Cilik Viral, Kini Temukan Harapan Baru di Sekolah Rakyat

Penulis -

Jumat, 17 April 2026 - 16:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fikri pemulung cilik viral kini menemukan harapan baru di Sekolah Rakyat. (Foto: Kemensos)

Fikri pemulung cilik viral kini menemukan harapan baru di Sekolah Rakyat. (Foto: Kemensos)

Jakarta, Javanusa—Kerasnya kehidupan memaksa Fikri yang baru berusia 6 tahun harus memulung barang bekas untuk menyambung hidup.

Videonya saat berburu barang di jalanan sempat viral, hingga negara hadir dan kini ia menemukan kehidupan baru di Sekolah Rakyat.

Fikri merupakan anak kedua dari pasangan Sri dan M. Ulmi. Ia menjalani kehidupan yang jauh berbeda dari anak-anak seusianya.

Saat anak lain bermain atau belajar bersama orang tua, Fikri justru mengais sampah dan mengumpulkan botol bekas untuk dijual demi bertahan hidup.

Kedua orang tua Fikri telah berpisah dan menjalani kehidupan masing-masing. Kondisi itu membuat Fikri terpisah dari ketiga saudaranya. Ia dan adiknya Noval (4) tinggal bersama ayahnya di Jakarta.

Sementara itu, kakaknya tinggal bersama paman di Cianjur, dan adik bungsunya tinggal bersama ibu mereka yang telah menikah lagi di Cibugel, Sumedang.

Perjalanan Hidup yang Berliku

Lika-liku kehidupan Fikri terus berlanjut. Ayah sambung yang merawatnya saat ini harus menjalani hukuman penjara. Kondisi tersebut memaksa Fikri memulung untuk membantu neneknya memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan adiknya.

Situasi itu kemudian menarik perhatian publik setelah videonya viral di media sosial. Rasa iba masyarakat pun mengalir, hingga akhirnya membuka jalan perubahan dalam hidup Fikri.

Titik Balik dari Video Viral

Video viral tersebut menjadi titik balik kehidupan Fikri dan mengantarkannya ke Sekolah Rakyat. Aparat kepolisian kemudian mengantarkan Fikri kepada ibunya di Sumedang.

Namun, karena kondisi keluarga yang belum memadai serta usianya yang sudah memasuki masa sekolah, Fikri diusulkan untuk menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 4 Sumedang menyambut Fikri pada 30 Maret 2026. Pada awalnya, Fikri mengalami kesulitan beradaptasi karena harus tinggal bersama lingkungan baru.

Baca Juga :  Wako Hendri Septa Lepas Kafell Ikuti O2SN, Berharap Harumkan Kota Padang di Kancah Nasional

Namun, para wali asuh, wali asrama, dan guru terus berupaya membangun kedekatan dan membantu Fikri menyesuaikan diri.

Berkat pendekatan yang konsisten, Fikri yang semula murung kini mulai menunjukkan perubahan. Ia lebih sering tersenyum dan tertawa lepas. Anak-anak yang lebih tua pun menyayanginya karena sikapnya yang polos dan menggemaskan.

Menemukan Keluarga dan Harapan Baru

“Aku tinggal di sini (Sekolah Rakyat). Sekolahnya seru banget. Aku jadi ngerasain punya kakak, punya bapak, punya ibu, banyak teman juga. Semua baik-baik,” ujar Fikri dengan senyum malu.

Bagi Fikri, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar. Ia menemukan lingkungan yang penuh perhatian dan kasih sayang.

Para pengasuh memberikan dukungan melalui sentuhan sederhana, seperti pelukan, tepukan di kepala saat ia berhasil, hingga semangat saat ia mencoba hal baru.

Selain itu, Fikri juga mulai menikmati masa kecilnya. Ia bermain, bercanda, dan berlari bersama teman-temannya—sesuatu yang sebelumnya tidak pernah ia rasakan.

Sekolah Rakyat juga memastikan kebutuhan gizi anak-anak terpenuhi. Fikri kini tidak lagi khawatir kelaparan dan mengaku menyukai makanan yang disediakan.

“Aku juga bisa makan, makanannya enak banget. Aku jadi kuat,” kata Fikri.

Harapan untuk Masa Depan

Fikri hanyalah satu dari banyak anak yang menjadi perhatian Sekolah Rakyat. Di tempat ini, anak-anak mendapatkan pengasuhan penuh dari wali asuh, wali asrama, dan guru.

Mereka memperoleh makanan, perhatian, serta kesempatan untuk tumbuh sehat dan belajar secara optimal.

Kini, fokus utama Fikri dan anak-anak lainnya adalah menjalani masa tumbuh kembang dengan bahagia, sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih baik melalui pendidikan. (*/red)

Berita Terkait

BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB