Korban Kedua Galodo Arosuka Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Dihentikan

Penulis -

Jumat, 25 September 2026 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR Gabungan mengevakuasi jasad Agusral, korban kedua bencana galodo di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Jumat (25/9/2026). (Foto: Kantor SAR Kelas A Padang)

Tim SAR Gabungan mengevakuasi jasad Agusral, korban kedua bencana galodo di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Jumat (25/9/2026). (Foto: Kantor SAR Kelas A Padang)

Solok, Javanusa—Tim SAR gabungan menemukan Agusral (59), korban kedua banjir bandang atau galodo di Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Petugas menemukan warga Jorong Pasar Usang, Nagari Koto Gadang Guguak itu dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Agusral merupakan korban hilang terakhir yang masuk dalam daftar pencarian tim SAR. Jasad korban ditemukan di sektor satu, tepatnya di area belakang Kantor Bupati Solok.

Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Noer Isrodin Muchlisin, mengatakan penemuan Agusral membuat seluruh target pencarian korban galodo di Kabupaten Solok terpenuhi.

“Ya, jadi perkembangan terbaru, bisa kami sampaikan di sini, dari hasil operasi SAR semenjak hari pertama adanya bencana banjir bandang atau galodo ini, ada dua orang yang hilang. Namun, Alhamdulillah pada Selasa yang satu sudah ditemukan dalam keadaan meninggal,” ujar Noer Isrodin Muchlisin saat memberikan keterangan, Jumat (25/9/2026).

Menurut Noer Isrodin, petugas menemukan jasad korban terakhir pada Jumat pagi. Tim kemudian mengevakuasi korban menuju RSUD Arosuka.

“Dan baru saja tadi hari ini, hari Jumat pukul 11.00 WIB tadi, jasad korban berhasil ditemukan di sektor satu, tepatnya di area belakang Kantor Bupati, sebelum akhirnya dievakuasi ke RSUD Arosuka,” ucapnya.

Sebelumnya, tim SAR menemukan korban pertama bernama Daffi. Warga Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus itu ditemukan meninggal pada Selasa (22/9/2026).

Basarnas Hentikan Operasi Pencarian Khusus

Setelah seluruh korban hilang ditemukan, Basarnas menghentikan operasi pencarian dan pertolongan khusus di lokasi bencana.

Meski operasi pencarian berakhir, Basarnas bersama seluruh potensi SAR tetap bersiaga untuk mendukung penanganan bencana di Kabupaten Solok.

Baca Juga :  Lewat Gerakan Subuh Berjamaah, Kapolda Sumbar Serap Aspirasi dan Perkuat Kamtibmas

“Sehingga kegiatan operasi SAR dengan adanya sudah tidak ada target ataupun korban yang harus kita lakukan pencarian dan penyelamatan, maka operasi SAR secara khusus sudah selesai. Namun karena ini dalam situasi bencana, Basarnas serta potensi SAR senantiasa stand by mengantisipasi seandainya ada kebutuhan urgen ataupun hal-hal yang lain, dan sekiranya Basarnas bisa bantu untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang terdampak,” kata Noer Isrodin.

Basarnas juga memastikan belum menerima laporan mengenai korban tambahan yang belum terdata.

Noer Isrodin menyebut warga yang mengalami luka telah memperoleh penanganan medis di fasilitas kesehatan setempat.

“Untuk potensi adanya korban lain, sampai saat ini belum ada laporan. Jadi kalau dari bencana ini kita sudah bisa memetakan, belum ada laporan. Dua orang itu sudah bisa kita selesaikan targetnya dan yang lain kan dalam kondisi luka dan lain sebagainya sudah ditempatkan di pelayanan medis jika tidak ada lagi operasi yang diperlukan dalam kejadian bencana,” tuturnya.

Operasi SAR Bisa Dibuka Kembali

Basarnas tetap membuka kemungkinan melakukan pencarian kembali apabila muncul laporan baru dari masyarakat.

Noer Isrodin menjelaskan, informasi mengenai orang hilang menjadi dasar bagi tim untuk kembali menjalankan operasi SAR.

“Jika misalnya ada potensi masyarakat mengadukan ataupun nanti ada dinamika yang baru, tentunya kami akan membuka kembali operasi SAR. Operasi SAR itu kan berdasarkan informasi laporan. Jadi sepanjang kita tidak menerima laporan ataupun info apapun yang terkait dengan korban jiwa manusia, kita tidak melaksanakan operasi, dan kita berharap mudah-mudahan sudah tidak ada lagi korban,” tegas Noer Isrodin.

Galodo Terjang Arosuka pada 21 September

Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, pada Senin malam (21/9/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Baca Juga :  Benny Utama Soroti Tata Kelola Pertambangan Rakyat

Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak sekitar pukul 18.00 WIB pada hari yang sama. Kondisi tersebut kemudian memicu banjir bandang di sejumlah kawasan.

Dua wilayah mengalami dampak parah, yakni Nagari Batang Barus dan Nagari Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.

Galodo menjangkau kawasan Jorong Arosuko di Kenagarian Batang Barus serta Jorong Linjuang Koto Tinggi di Kenagarian Koto Gaek Guguak.

Dengan ditemukannya Agusral, seluruh korban hilang dalam bencana galodo Arosuka yang tercatat dalam operasi SAR telah ditemukan. (*)

Berita Terkait

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita
Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan
Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan
BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal
Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang
Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib
Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin
Balita Hilang Tiga Hari di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal, 200 Meter dari Lokasi Awal

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Optimalkan PAD Lewat Digitalisasi, Pemko Padang Jajaki Kerja Sama dengan BRI

Berita Terbaru