Kredit Nasional Tumbuh 10,42%, Pemerintah Perkuat KUR untuk Dorong UMKM dan Ekonomi Inklusif 2026

Penulis -

Selasa, 21 April 2026 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Kemenko Perekonomian)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Kemenko Perekonomian)

Jakarta, Javanusa—Pemerintah memperkuat peran sektor keuangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Hingga 31 Maret 2026, perbankan nasional mencatat fungsi intermediasi yang kuat dan stabil.

Kredit nasional tumbuh 10,42 persen (year on year). Kenaikan ini menunjukkan penyaluran pembiayaan berjalan optimal. Selain itu, peningkatan baki debet dan jumlah penerima kredit memperluas akses pembiayaan masyarakat.

Pertumbuhan kredit datang dari beberapa segmen utama. Kredit korporasi tumbuh 14,29 persen dan menjadi motor utama ekspansi. Kredit konsumer naik 13,97 persen, sedangkan kredit komersial meningkat 11,11 persen.

Namun, kredit UMKM mengalami kontraksi terbatas sebesar 3,57 persen. Kondisi ini muncul di tengah dinamika global dan tekanan pada usaha mikro.

KUR Jadi Instrumen Utama Penguatan UMKM

Pemerintah menjaga keberlanjutan pembiayaan UMKM melalui kebijakan adaptif. Penguatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi fokus utama untuk menjaga akses pembiayaan.

Kondisi kontraksi UMKM bersifat terkendali. Pemerintah mengarahkannya sebagai bagian dari konsolidasi menuju struktur pembiayaan yang lebih sehat dan produktif.

KUR berperan sebagai jangkar pembiayaan UMKM. Hingga Triwulan I 2026, KUR tumbuh 0,21 persen (yoy) dengan baki debet Rp522 triliun. Data ini menunjukkan stabilitas penyaluran tetap terjaga.

Kredit Program Pemerintah Tunjukkan Pertumbuhan Positif

Selain KUR, Kredit Program Perumahan (KPP) juga menunjukkan perkembangan positif. Sejak Oktober 2025, KPP berjalan dengan baik dan mencapai baki debet Rp15,76 triliun per 31 Maret 2026.

Secara keseluruhan, kredit program pemerintah tumbuh 3,23 persen (yoy). Program ini mencakup KUR, KPP, Kredit Usaha Alsintan, dan Kredit Industri Padat Karya. Pemerintah terus menjaga kesinambungan pembiayaan sektor riil.

Risiko UMKM Meningkat, Kualitas KUR Tetap Terjaga

Pemerintah mencermati kenaikan rasio kredit bermasalah pada UMKM. NPL UMKM mencapai 4,55 persen pada Maret 2026.

Baca Juga :  Produksi Beras Semester I 2026 Naik Tipis, BPS Catat Luas Panen Ikut Menguat

Namun, kualitas KUR tetap terjaga baik. NPL KUR berada di level 2,16 persen pada Januari 2026. Sistem penjaminan memperkuat pengelolaan risiko secara prudent.

Penjaminan Perkuat Ekspansi Pembiayaan UMKM

Skema penjaminan dan pertanggungan mendukung keberhasilan KUR dan KPP. Cakupan penjaminan mencapai 70 persen dari portofolio KUR.

Lembaga penjaminan mencatat kinerja stabil. Rasio klaim berada di 62,8 persen, Non-performing Guarantee (NPG) 2,8 persen, dan recovery rate 27,8 persen.

Data tersebut menunjukkan sistem penjaminan mampu menjaga kualitas kredit sekaligus memperluas pembiayaan UMKM secara berkelanjutan.

KUR Pascabencana Dorong Pemulihan Ekonomi Daerah

Pemerintah menerapkan KUR Pascabencana melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 2 Tahun 2026. Kebijakan ini menyasar UMKM terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pemerintah memberikan relaksasi bagi debitur eksisting. Kebijakan mencakup perpanjangan tenor, grace period, dan subsidi bunga. Suku bunga efektif menjadi 0 persen pada 2026 dan 3 persen pada 2027.

Untuk debitur baru, pemerintah juga memberikan kemudahan akses pembiayaan melalui relaksasi persyaratan historis kredit dan administrasi.

Hingga kini, penyaluran KUR di tiga provinsi tersebut mencapai Rp6,04 triliun kepada lebih dari 93 ribu debitur. Angka ini stabil dibanding periode sebelum bencana pada tahun sebelumnya.

KUR Diperkuat untuk Pertumbuhan Ekonomi 2027

Ke depan, pemerintah memperkuat sinergi KUR dengan APBN dan program prioritas nasional. Fokus kebijakan mengarah pada sektor produktif dan padat karya.

Program yang didukung meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), Program Tiga Juta Rumah, serta penciptaan wirausaha baru dan lapangan kerja.

Pemerintah juga mengakselerasi belanja negara untuk meningkatkan efek pengganda pada konsumsi dan investasi. Perlindungan sosial dan stimulus fiskal tetap menjaga daya beli masyarakat.

Baca Juga :  Telkomsel Hadirkan Undi Undi Hepi Juli 2025, Tukar Poin dan Raih Hadiah Menarik

Sinergi kebijakan ini mendorong akses pembiayaan dan daya beli secara seimbang.

UMKM Jadi Fondasi Ekonomi Nasional

Pemerintah menegaskan komitmen memperkuat kualitas dan keberlanjutan UMKM. Penguatan KUR, sistem penjaminan, serta kebijakan fiskal terintegrasi mendukung pertumbuhan sektor ini.

Dengan strategi tersebut, UMKM berperan sebagai fondasi ekonomi nasional yang tangguh dan berdaya saing. (*/red)

Berita Terkait

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah
Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru