Jakarta, Javanusa—Kementerian Agama (Kemenag) mendorong penerapan Program KUA ASRI secara nasional untuk meningkatkan kualitas layanan publik di Kantor Urusan Agama (KUA).
Program ini menekankan prinsip aman, sehat, bersih, dan indah dalam penyelenggaraan layanan.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menyatakan Program KUA ASRI merupakan bagian dari implementasi Gerakan Indonesia ASRI yang diinisiasi Presiden. Program tersebut diturunkan hingga ke unit layanan paling bawah, termasuk KUA.
“Indonesia ASRI ini program Presiden. Kita terjemahkan menjadi KUA ASRI, Masjid ASRI, dan lainnya,” kata Abu Rokhmad saat mengikuti kegiatan bersih lingkungan di KUA Grogol, Jakarta Barat, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan, Gerakan Indonesia ASRI tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mendorong budaya kerja berkelanjutan dalam tata kelola layanan publik. Prinsip yang diterapkan meliputi keamanan, kesehatan, kebersihan, dan keindahan.
Menurutnya, kebijakan work from home (WFH) tidak boleh menghambat pelayanan kepada masyarakat. Kondisi tersebut dinilai sebagai momentum untuk mempercepat transformasi layanan di lingkungan KUA.
Transformasi yang dimaksud mencakup tiga aspek, yakni kelembagaan, kinerja, dan pola pikir. Abu Rokhmad menyebut perubahan pola pikir menjadi tantangan utama dalam peningkatan kualitas layanan.
KUA sebagai unit layanan di tingkat kecamatan juga didorong memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk tokoh agama, pemerintah kecamatan, serta unsur TNI dan Polri.
Di sisi lain, pemanfaatan media digital menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan. KUA diminta lebih aktif menggunakan media sosial untuk edukasi dan publikasi, mengingat jangkauan audiens yang lebih luas dibandingkan kegiatan tatap muka.
Abu Rokhmad menyebut KUA memiliki lebih dari 40 jenis layanan yang perlu disosialisasikan kepada masyarakat. Selain pencatatan pernikahan, layanan edukasi keluarga sakinah juga menjadi bagian penting.
Peningkatan sarana dan prasarana turut menjadi perhatian untuk menunjang kenyamanan layanan. Pendekatan kepada generasi muda juga dinilai penting dalam menjawab dinamika kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, serta jajaran pejabat Kementerian Agama. (*/red)






