Kunjungan Wisman Tembus 10 Juta, Rekor Tertinggi Sejak Pandemi

Penulis -

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menpar Widiyanti Putri Wardhana didampingi Wamenpar Ni Luh Puspa saat Laporan Kinerja Bulanan Kemenpar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025). (Foto: Kemenpar)

Menpar Widiyanti Putri Wardhana didampingi Wamenpar Ni Luh Puspa saat Laporan Kinerja Bulanan Kemenpar di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025). (Foto: Kemenpar)

Jakarta, Javanusa—Sektor pariwisata Indonesia kembali mencatat capaian gemilang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) selama periode Januari–Agustus 2025 mencapai 10,04 juta kunjungan.

Menteri Pariwisata Widiyanti menjelaskan, angka tersebut menjadi rekor tertinggi untuk periode Januari–Agustus sejak pandemi Covid-19 melanda.

“Capaian ini menandai rekor tertinggi kunjungan wisman dan menunjukkan arah pemulihan pariwisata Indonesia yang berada di jalur tepat,” ujarnya di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024 yang mencatat 9,09 juta kunjungan, terjadi peningkatan 10,38 persen. Sementara itu, pada Agustus 2025, jumlah kunjungan wisman naik dari 1,34 juta menjadi 1,51 juta, tumbuh 12,33 persen dibanding tahun sebelumnya.

Wisata Domestik Ikut Menggeliat

Tak hanya wisatawan mancanegara, pasar wisata dalam negeri juga menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari–Agustus 2025, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 807,55 juta perjalanan, meningkat 19,71 persen dibanding periode yang sama pada 2024 yang mencatat 674,6 juta perjalanan.

“Perjalanan wisatawan nusantara berperan besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama di sektor transportasi dan konsumsi publik yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” terang Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa.

Sementara itu, perjalanan wisatawan nasional (wisnas) ke luar negeri mencapai 6,13 juta perjalanan pada periode yang sama, dengan 685 ribu perjalanan terjadi pada Agustus 2025.

Kesenjangan jumlah kedatangan wisman dan keberangkatan wisnas menciptakan surplus wisatawan atau tourism balance positif bagi Indonesia.

Surplus tersebut berdampak langsung terhadap kenaikan devisa, peningkatan permintaan akomodasi, belanja wisatawan, dan terbukanya peluang investasi di sektor UMKM serta infrastruktur pariwisata.

Perubahan UU Kepariwisataan: Arah Baru Pengembangan Sektor

Menyikapi perkembangan pariwisata yang semakin dinamis, pemerintah bersama DPR RI telah mengesahkan Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan pada Rapat Paripurna, 2 Oktober 2025.

Baca Juga :  Ai Ogura Absen di MotoGP Aragon 2026 akibat Cedera Tangan, Lorenzo Savadori Jadi Pengganti

“Perubahan ini menandai pergeseran paradigma pembangunan menuju ekosistem pariwisata yang lebih holistik dan terintegrasi, serta penguatan SDM pariwisata melalui pendidikan formal, nonformal, dan informal,” jelas Menteri Widiyanti.

Undang-undang baru ini juga menekankan pentingnya perencanaan berbasis ekosistem serta pemberdayaan masyarakat lokal melalui pengembangan Desa dan Kampung Wisata.

Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi diakomodasi untuk memperkuat pengelolaan destinasi, daya tarik wisata, dan sarana prasarana.

Kemenparekraf juga mendorong pengembangan event pariwisata yang berdampak ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.

“Penyempurnaan UU Kepariwisataan diharapkan membuat sektor ini semakin adaptif dan berperan sebagai motor penggerak ekonomi nasional,” tambahnya.

Insentif dan Program untuk Pekerja Pariwisata

Dalam Paket Ekonomi 2025 dan Program Penyerapan Tenaga Kerja, pemerintah menetapkan delapan program akselerasi, termasuk insentif PPh 21 Ditanggung Pemerintah (PPh 21 DTP) bagi pekerja pariwisata.

“Insentif ini berlaku bagi pekerja dengan pendapatan hingga Rp 10 juta per bulan. Berlaku Oktober–Desember 2025, dan akan dilanjutkan pada 2026,” kata Menteri Widiyanti.

Insentif diberikan kepada pekerja yang memenuhi kriteria dalam 77 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha (KBLI) sektor pariwisata. Selain itu, tersedia program magang satu tahun bagi lulusan pariwisata.

“Kami bekerja sama dengan Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (HILDIKTIPARI) untuk memperbarui data pendidikan tinggi serta mendampingi lulusan Politeknik Pariwisata yang ingin mengikuti program ini,” terang Ni Luh Puspa.

Program Unggulan Pariwisata Nasional

Kementerian Pariwisata terus menjalankan berbagai program unggulan untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia.

Di antaranya Wonderful Indonesia Gourmet (WIG), Wonderful Indonesia Wellness (WIW), dan Kharisma Event Nusantara (KEN).

KEN 2025 menghadirkan 74 event di 32 provinsi dengan total 9,74 juta pengunjung. Nilai transaksi mencapai Rp719,74 miliar, melibatkan 12 ribu UMKM, 85 ribu pekerja seni, dan 90,21 ribu tenaga kerja.

Baca Juga :  Porprov XVI Sumbar 2026 Resmi Dibuka, 8.794 Atlet Berebut Prestasi di 53 Cabor
UNESCO Global Geopark: Kaldera Toba Raih Kembali Status Hijau

Terkait status UNESCO Global Geopark Kaldera Toba, Menteri Widiyanti memastikan pemerintah terus memberikan dukungan teknis dan fasilitasi.

Dalam UNESCO Global Geoparks Council di Chile, 5–6 September 2025, tiga taman bumi Indonesia—Ciletuh Palabuhanratu, Rinjani Lombok, dan Kaldera Toba—berhasil meraih status hijau (green card).

“Kaldera Toba berhasil memperoleh kembali status hijau berkat kerja sama erat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat,” ujar Menteri Widiyanti.

Ia menegaskan, pertumbuhan pariwisata hanya akan terwujud melalui kolaborasi semua pihak. “Pemerintah dan masyarakat harus terus bergandengan tangan agar pariwisata Indonesia makin maju dan berkelanjutan,” tutupnya. (*/red)

Berita Terkait

Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Mahyeldi Bidik Pasar Wisata Baru Sumbar Lewat AITTA Travel Mart 2026

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:20 WIB

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru