Surabaya, Javanusa—Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI menghadiri kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di Gedung SMP Negeri 27 Surabaya, Minggu (3/5/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses hunian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sejumlah pejabat hadir, mulai dari Menteri PKP Maruarar Sirait, anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono, hingga Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Selain itu, perwakilan kementerian, lembaga keuangan, dan pengembang juga ikut serta dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung pembiayaan perumahan yang inklusif.
Dukungan Pemerintah dan DPR
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan program ini sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai program tersebut mendorong masyarakat memiliki rumah sendiri.
“Penguatan dari Pak Menteri ini bagian dari program prioritas Presiden Prabowo yang ingin rakyatnya punya rumah sendiri,” ujar Khofifah.
Sementara itu, anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menyampaikan apresiasi atas realisasi program di Surabaya. Ia menyebut sebanyak 1.252 unit program BSPS telah dialokasikan, dengan 600 unit sudah terverifikasi.
Perumahan Jadi Penggerak Ekonomi
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan sektor perumahan berperan penting sebagai penggerak ekonomi nasional. Ia menyebut dampak sektor ini meluas hingga konstruksi, bahan bangunan, dan UMKM.
“Perumahan bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang besar,” ujar Maruarar.
Ia menambahkan, penguatan skema KUR Perumahan akan memperluas akses hunian layak sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Dorong Munculnya Wirausaha Baru
Maruarar juga mengajak generasi muda Jawa Timur, khususnya Surabaya, untuk mengikuti pelatihan usaha. Program ini digagas pengusaha muda Angga dan Wawan.
Menurutnya, pelatihan tersebut dapat melahirkan wirausaha baru dan memperkuat ekonomi daerah. “Mari kita lahirkan lebih banyak pengusaha sukses dari Jawa Timur,” tegasnya.
BTN Catat Penyaluran Ratusan Miliar
Dalam kesempatan itu, Maruarar mengapresiasi dukungan sektor perbankan, terutama Bank Tabungan Negara (BTN). Ia menyebut BTN telah menyalurkan KUR Perumahan sebesar Rp305,26 miliar kepada 245 nasabah di Jawa Timur.
Capaian tersebut dinilai positif dalam memperluas akses pembiayaan perumahan. Pemerintah pun berencana menambah kuota penyaluran.
“Kita siapkan tambahan kuota Rp500 miliar untuk BTN di Jawa Timur agar penyaluran semakin luas,” ujarnya.
Realisasi Jatim Tembus Rp2,47 Triliun
Maruarar memaparkan realisasi KUR Perumahan di Jawa Timur telah mencapai Rp2,47 triliun. Ia menilai angka ini menjadi awal yang baik untuk terus ditingkatkan.
Ia juga mendorong pemerintah daerah aktif menyosialisasikan program ini. Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan rumah, tetapi juga kekuatan ekonomi.
Kolaborasi Jadi Kunci Keberhasilan
Maruarar menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan pelaku usaha. Sinergi tersebut dinilai menentukan keberhasilan implementasi program.
Berbagai pemangku kepentingan juga menyampaikan komitmen mendukung KUR Perumahan. Dukungan mencakup pembiayaan fleksibel, peningkatan literasi keuangan, dan pengembangan usaha sektor perumahan.
KUR Perumahan untuk Hunian Layak
Program KUR Perumahan diharapkan mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu, program ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Kementerian PKP menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi pembiayaan perumahan yang berpihak kepada masyarakat. Program ini diharapkan memberi dampak luas bagi perekonomian nasional.
Kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri sebagai simbol kebersamaan seluruh elemen dalam membangun Indonesia yang lebih baik. (*/red)






