Melodi di Balik Jeruji: Saat Sangkar Lokal Jadi Mahakarya Ekonomi Rakyat

Penulis -

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan Budi Santoso melihat detail ukiran halus di sebuah pengait sangkar kayu. (Foto: Kemendag)

Menteri Perdagangan Budi Santoso melihat detail ukiran halus di sebuah pengait sangkar kayu. (Foto: Kemendag)

Jakarta, Javanusa—Suasana Festival Lomba Burung Berkicau di lapangan Kementerian Perdagangan pada Minggu (3/5) menarik perhatian publik.

Menteri Perdagangan Budi Santoso berhenti pada detail ukiran halus pengait sangkar kayu yang terpajang di lokasi acara.

Di tengah keramaian festival, deretan sangkar itu tampil seperti karya seni, bukan sekadar perlengkapan hobi.

Bagi banyak orang, sangkar hanya wadah burung. Namun, Nurhasanah Dewi memandangnya sebagai karya penuh makna dari tangan perajin lokal.

Ia membawa produk tersebut melalui kiosnya, Kios Fortuna, yang beroperasi di Pasar Pramuka, Jakarta. Dari tempat itu, ia menghubungkan hasil karya perajin Bandung, Semarang, hingga Sidoarjo dengan para penghobi.

Ia menyediakan berbagai pilihan, mulai dari sangkar mentahan berbahan alami hingga sangkar siap pakai.

“Burung murai sangkarnya seperti ini, sedangkan cucak hijau berbeda. Ada standarnya masing-masing,” kata Nurhasanah.

Permintaan Meningkat dan Jangkauan Pasar Meluas

Nurhasanah mencatat peningkatan minat masyarakat terhadap burung kicau dalam tiga tahun terakhir. Tren itu ikut mendorong permintaan perlengkapan, termasuk sangkar burung.

Kini, Kios Fortuna tidak hanya melayani pelanggan di Jakarta. Usaha tersebut juga menjangkau pembeli dari Batam hingga Medan.

“Tiga tahun belakangan, minat terhadap burung semakin meningkat. Sekarang, dengan semakin banyaknya orang yang tertarik dengan pelestarian alam, tren burung kicau mania juga semakin semarak. (Hal) ini pengaruh sekali (terhadap penjualan),” ujar Nurhasanah.

Harapan Perajin dan Tantangan Ekspor

Nurhasanah berharap pemerintah terus memperhatikan ekosistem usaha berbasis hobi ini. Ia menilai pelestarian alam, perdagangan, dan perajin harus berjalan seimbang.

“Saya berharap pemerintah memperhatikan pelestarian alam, perdagangan dan para perajinnya sehingga seluruh siklusnya dapat berjalan dengan lancar dan baik,” ujar Nurhasanah.

Namun, ia juga menghadapi kendala dalam ekspor. Biaya pajak yang tinggi menjadi hambatan utama saat produk dikirim ke luar negeri.

Baca Juga :  Permudah Akses Perbankan untuk UMKM, Pemko Padang-CIMB Niaga Bersinergi

“Kesulitan kami saat ini kalau mau ke luar negeri, pajaknya terlalu tinggi,” ujarnya.

Dorongan Ekonomi dari Hobi Burung Kicau

Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai festival burung kicau memberi dampak ekonomi luas. Ia menyebut hobi ini sebagai penggerak ekonomi rakyat yang nyata.

Menurutnya, setiap kegiatan lomba memunculkan rantai ekonomi baru, mulai dari peternak, pembuat sangkar, hingga penjual pakan.

“Kalau lomba burung kicau semakin ramai, maka dampaknya adalah peternak semakin banyak, begitu juga pengembangbiakan, pembuat sangkar, pabrik pakan, dan penjual burungnya. Kami ingin nilai ekonomi dari hobi burung dapat terus meningkat,” jelas Mendag Busan.

Festival tersebut memperlihatkan lebih dari sekadar kompetisi burung berkicau. Di balik suara merdu para juara, terdapat kerja keras ribuan perajin lokal.

Dari tangan mereka, sangkar bukan hanya wadah, tetapi simbol harapan bagi penguatan ekonomi nasional. (*/red)

Berita Terkait

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah
Pertalite Diduga Tercampur Material Asing, Pertamina Periksa 6 SPBU di Padang dan Agam

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru