Menag Kukuhkan 10.000 Guru Ngaji, Targetkan Indonesia Bebas Buta Huruf Al-Qur’an dalam Tiga Tahun

Penulis -

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menag Nasaruddin Umar saat membuka Muktamar V Wahdah Islamiyah di Jakarta, Sabtu (22/8/2026). (Foto: Kemenag)

Menag Nasaruddin Umar saat membuka Muktamar V Wahdah Islamiyah di Jakarta, Sabtu (22/8/2026). (Foto: Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Menteri Agama (Menang) Nasaruddin Umar menargetkan Indonesia terbebas dari buta huruf Al-Qur’an dalam tiga tahun.

Pemerintah menggandeng organisasi masyarakat Islam untuk memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an hingga ke berbagai daerah.

Target tersebut menguat setelah Wahdah Islamiyah mengukuhkan 10.000 guru Al-Qur’an. Para pengajar itu akan ikut menjalankan gerakan pemberantasan buta huruf Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Menag Soroti Tingginya Angka Buta Huruf Al-Qur’an

Menag Nasaruddin Umar mengatakan, persoalan buta huruf Al-Qur’an masih membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Ia menyebut sekitar 60 persen umat Islam di Indonesia masih belum mampu membaca Al-Qur’an.

“Keberadaan 10.000 guru Al-Qur’an menjadi salah satu kontribusi konkret masyarakat dalam membantu mengatasi persoalan buta huruf Al-Qur’an. Menurut data statistik, masih ada kurang lebih 60% warga umat Islam Indonesia yang buta huruf Al-Quran. Kementerian Agama tidak bisa menyelesaikan sendiri urusan besar seperti ini. Di sinilah peran ormas-ormas Islam,” ujar Menag.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat membuka Muktamar V Wahdah Islamiyah di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Nasaruddin, langkah Wahdah Islamiyah dapat memperluas jangkauan pendidikan Al-Qur’an. Ribuan guru tersebut diharapkan mampu menjangkau masyarakat yang selama ini belum memperoleh pembelajaran secara memadai.

10.000 Guru Ditargetkan Membimbing 100.000 Murid

Nasaruddin menilai pengukuhan 10.000 guru Al-Qur’an memiliki dampak besar jika setiap pengajar membimbing sedikitnya 10 orang.

“Kontributor yang paling konkret adalah Wahdah Islamiyah menyumbangkan 10.000 pembebas buta huruf Al-Qur’an di Indonesia,” katanya.

Ia kemudian menghitung potensi jangkauan program tersebut. Dengan asumsi setiap guru membimbing 10 murid, sebanyak 10.000 guru dapat membantu 100.000 orang belajar membaca Al-Qur’an.

“Kalau 10 ribu guru Al-Qur’an, setiap orang nya membebaskan 10 orang dari buta huruf Al-Qur’an, maka kita akan punya kader. 10 ribu guru kali 10 murid. Dalam tempo insya allah paling lambat belajar huruf Al-Qur’an tiga bulan. Saya yakin insya Allah dalam tempo tiga tahun Indonesia akan bebas daripada buta huruf Al-Qur’an,” tambahnya.

Baca Juga :  Hanyut Diterjang Banjir Bandang, Musala An Nur Kini Berdiri Kembali dan Diresmikan Fadly Amran
Guru Al-Qur’an Diminta Membentuk Karakter

Menag mengingatkan bahwa tugas guru Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan membaca. Para pengajar juga memiliki peran dalam membangun karakter dan nilai peserta didik.

“Guru Al-Qur’an tidak cukup hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga perlu membentuk karakter peserta didik. Semoga tentu kita tidak hanya mengajarkan membaca Al-Qur’an, tetapi kita juga berharap semoga para guru ini berhasil menembus batin-batin para muridnya sebagai seorang guru,” tutur Menag.

Karena itu, pembelajaran Al-Qur’an perlu menyentuh aspek pengetahuan sekaligus pembentukan kepribadian. Pendekatan tersebut diharapkan membuat pendidikan agama memberi dampak lebih luas dalam kehidupan peserta didik.

Menag Ajak Guru Rawat Moderasi Beragama

Selain pemberantasan buta huruf Al-Qur’an, Nasaruddin mengajak para guru untuk ikut menjaga karakter Indonesia sebagai bangsa yang moderat.

Ia menilai nilai moderasi tidak bertentangan dengan penguatan syariat dan kehidupan religius. Keduanya justru dapat berjalan beriringan dalam kehidupan berbangsa.

“Mari kita merawat Indonesia sebagai bangsa yang moderat. Moderat itu jangan dipertentangkan dengan kekuatan syariah kita, kekuatan religi kita. Negara religi atau negara moderat, itu jangan dipertentangkan. Indonesia menggabungkan keduanya,” katanya. (*)

Berita Terkait

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB