Menag Nasaruddin Minta Diaspora Buton Jaga Persaudaraan dan Tak Terpecah Politik

Penulis -

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menag Nasaruddin Umar menghadiri Halal Bihalal dan Silaturahmi Masyarakat Buton se-Jabodetabek di Gedung Graha Garda Dirgantara, Jakarta, Jumat (9/5/2026). (Foto: Kemenag)

Menag Nasaruddin Umar menghadiri Halal Bihalal dan Silaturahmi Masyarakat Buton se-Jabodetabek di Gedung Graha Garda Dirgantara, Jakarta, Jumat (9/5/2026). (Foto: Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengajak diaspora Buton menjaga persaudaraan dan tidak mudah terpecah oleh kepentingan politik.

Pesan itu disampaikan saat menghadiri Halal Bihalal dan Silaturahmi Masyarakat Buton se-Jabodetabek di Gedung Graha Garda Dirgantara, Jakarta, Jumat (9/5/2026).

Dalam sambutannya, Nasaruddin menyoroti sejarah panjang Islam di Nusantara yang menurutnya sering luput dari perhatian masyarakat.

Ia menegaskan Buton merupakan salah satu pusat peradaban Islam tertua di Indonesia, bahkan hadir lebih awal dibandingkan masuknya Islam ke Pulau Jawa.

Menurutnya, berbagai bukti sejarah menunjukkan peran penting Buton dalam penyebaran Islam di kawasan Nusantara.

Kesultanan Buton juga dinilai memiliki kontribusi besar dalam membangun tradisi keilmuan, kepemimpinan, dan tata nilai masyarakat di kawasan timur Indonesia.

“Masyarakat Buton memiliki perjalanan sejarah yang sangat panjang. Ini bukan sesuatu yang boleh kita lupakan, apalagi kita abaikan,” kata Nasaruddin di hadapan peserta halal bihalal.

Generasi Muda Diminta Jaga Warisan Leluhur

Nasaruddin meminta generasi muda diaspora Buton yang tinggal di Jabodetabek tetap menjaga hubungan dengan akar sejarah dan budaya leluhur mereka. Ia menilai pemahaman terhadap sejarah menjadi tanggung jawab moral sekaligus bekal penting membangun masa depan.

Menurutnya, masyarakat Buton perlu terus mempertahankan identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

Ia menegaskan budaya bukan penghalang kemajuan, melainkan fondasi yang membuat seseorang tetap kokoh menghadapi perubahan.

“Jaga budaya asli Buton. Jangan biarkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur kita terkikis oleh pengaruh luar,” ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda aktif mempelajari warisan Kesultanan Buton, mulai dari tradisi, kearifan lokal, hingga semangat keilmuan yang berkembang pada masa lalu.

Halal Bihalal Bukan Sekadar Seremonial

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin turut menjelaskan makna halal bihalal yang menurutnya sering dipahami secara sempit. Ia mengatakan banyak masyarakat menganggap halal bihalal hanya tradisi tahunan setelah Idulfitri.

Baca Juga :  Hilal Syawal 1447 H Belum Memenuhi Kriteria MABIMS, Kemenag: Idulfitri 2026 Berpotensi 21 Maret

Padahal, kata dia, halal bihalal memiliki makna memperkuat kasih sayang dan persaudaraan yang harus dijaga sepanjang waktu.

“Halal bihalal jangan hanya dikaitkan dengan Idul Fitri. Sejatinya, halal bihalal erat kaitannya dengan kasih sayang. Ia bukan sekadar seremonial, tetapi spirit yang harus hidup sepanjang waktu,” katanya.

Ia berharap momentum halal bihalal tidak hanya menjadi ajang silaturahmi tahunan, tetapi juga memperkuat semangat saling memaafkan, mendukung, dan membangun kontribusi nyata bagi daerah maupun Indonesia.

Ingatkan Bahaya Perpecahan Politik

Selain membahas budaya dan sejarah, Nasaruddin juga mengingatkan bahaya perpecahan akibat kepentingan politik. Ia menilai dinamika politik sering memanfaatkan sentimen suku, daerah, dan agama untuk memecah masyarakat.

Karena itu, ia meminta masyarakat Buton tetap menjaga persatuan meski memiliki pilihan politik berbeda.

“Jangan mudah terpecah belah oleh kepentingan politik. Kita boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai perbedaan itu merobek persaudaraan yang telah kita jaga selama berabad-abad,” tegasnya.

Menurut Nasaruddin, budaya Buton memiliki nilai yang sejalan dengan semangat Pancasila, gotong royong, dan persaudaraan. Nilai tersebut dinilai menjadi kekuatan utama masyarakat Buton di mana pun berada.

Diaspora Buton Himpun Dana Swadaya Rp180 Juta

Acara halal bihalal itu juga menunjukkan kuatnya solidaritas masyarakat Buton di perantauan. Panitia berhasil menghimpun dana swadaya sebesar Rp180 juta dari partisipasi masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Penasehat Diaspora Buton Drs. Laode Makbudu, perwakilan anggota DPR RI, serta tokoh masyarakat Buton dari berbagai daerah.

Ketua Panitia Suhardin Sulaiman SH MH dalam laporannya mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang membantu penyelenggaraan acara.

Mengusung tema “Mempererat Silaturahmi, Menjaga Warisan Kesultanan Buton”, kegiatan itu diharapkan menjadi penguat persaudaraan sekaligus mendorong kontribusi nyata masyarakat Buton bagi Indonesia. (*/red)

Baca Juga :  Camat Lubeg Instruksikan Patroli Siang Cegah Tawuran Pelajar

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru