Menag: Saatnya Indonesia Jadi Produsen Ekonomi Syariah Dunia, Bukan Konsumen Timur Tengah

Penulis -

Senin, 25 Mei 2026 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menag Nasaruddin Umar dalam Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional Pengurus Pusat MES di Jakarta, Minggu (24/5/2026). (Foto: Thesa Putri/Kemenag)

Menag Nasaruddin Umar dalam Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional Pengurus Pusat MES di Jakarta, Minggu (24/5/2026). (Foto: Thesa Putri/Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menilai Indonesia sudah saatnya memimpin ekosistem keuangan Islam dunia.

Ia menegaskan Indonesia dapat menjadi produsen utama pemikiran sains, teknologi, dan ekonomi syariah global.
Menurutnya, Indonesia tidak boleh lagi menjadi konsumen pasif yang hanya mengikuti perkembangan Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan saat Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Jakarta. Acara berlangsung di The Tribrata Conventions Center pada Minggu (24/5/2026).

Keunggulan Indonesia dalam Ekonomi Syariah

Menag menyebut Indonesia memiliki keunggulan komparatif dibanding banyak negara muslim lain di dunia. Ia menilai kondisi Indonesia yang stabil membuat ruang berpikir lebih jernih dan produktif. Selain itu, ia menekankan Indonesia berada dalam situasi damai tanpa konflik besar di sekitarnya.

“Sekarang sudah waktunya kita memberikan kontribusi yang lebih produktif untuk menjadi konsumsi masyarakat dunia.

Bukan lagi kita harus menanti apa-apa yang lahir dari masyarakat Timur Tengah. Indonesia adalah wilayah yang paling kondusif untuk berpikir jernih, jenuin, dan tidak ada perang di sekitar kita,” tegas Menag.

Peran Strategis Masyarakat Ekonomi Syariah

MES merupakan organisasi nonprofit yang menaungi akademisi, praktisi, birokrat, dan pakar ekonomi Islam.
Organisasi ini berperan mempercepat pengembangan dan penerapan sistem ekonomi syariah di Indonesia.
MES juga menjadi penggerak sinergi dengan pemerintah, otoritas keuangan, dan pelaku usaha.

Selain itu, MES mendorong literasi keuangan syariah dan kemandirian ekonomi umat di masyarakat. Sejak berdiri, MES terus memperkuat peran sebagai lokomotif pengembangan ekonomi syariah nasional.

Arah Kebijakan dan Kolaborasi Nasional

Menag meminta pengurus MES yang baru dilantik segera menyelaraskan program kerja dengan kebijakan Presiden RI.

Ia menekankan pentingnya langkah taktis yang menyentuh sektor riil dan masyarakat kecil.
Kolaborasi lintas lembaga dinilai penting untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.

Baca Juga :  Pj Wako Sonny Buka Program Iktikaf di Islamic Centre

“Saya mohon kepada kita semuanya dengan dilantiknya pengurus baru MES, insya Allah paling tidak kita juga bisa memberikan kontribusi kepada Bapak Presiden kita yang selama ini banyak berbicara tentang ekonomi hilir, ekonomi mikro, hilirisasi, dan program yang pro-kerakyatan. Itu saya kira sangat paralel dengan misi-misi MES,” urai Menag.

Optimisme Masa Depan Ekonomi Syariah

Menag optimis ekonomi syariah Indonesia akan tumbuh lebih kuat di bawah kepengurusan baru MES. Ia menyebut kepengurusan baru diisi kombinasi menteri, pakar keuangan, dan tokoh agama.

Ia menilai kolaborasi MES dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) akan memperkuat kemandirian bangsa.

“Mudah-mudahan kolaborasi ini bisa melahirkan Indonesia baru di masa depan, yang sesuai dengan harapan umat dan juga sesuai dengan harapan bangsa Indonesia. Di mana syariah diurus, di situ ada berkah yang akan melimpah,” pungkas Menag.

Pelantikan dan Rakernas MES dihadiri Wakil Presiden RI ke-13 Ma’ruf Amin. Acara juga dihadiri tokoh ekonomi syariah nasional, jajaran pengurus MES, serta para menteri dan pimpinan lembaga Kabinet Merah Putih. (*/red)

Berita Terkait

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan
Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:17 WIB

BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:44 WIB

Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:08 WIB

Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB