Mendag Busan Inisiasi Gaspol, Pegawai Kemendag Pakai Produk Lokal Tiap Kamis

Penulis -

Jumat, 9 Mei 2025 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendag Budi Santoso meninjau pameran produk lokal di sela-sela peluncuran Gaspol di Kantor Kemendag, Kamis (8/5/2025). (Foto: Kemendag)

Mendag Budi Santoso meninjau pameran produk lokal di sela-sela peluncuran Gaspol di Kantor Kemendag, Kamis (8/5/2025). (Foto: Kemendag)

Jakarta, Javanusa—Menteri  Perdagangan  Budi  Santoso  meluncurkan “Gerakan Kamis Pakai Lokal” (Gaspol) di kantor Kementerian Perdagangan, Kamis pagi, (8/5/2025).

Melalui Gaspol, Mendag Busan mengajak pegawai Kemendag untuk menggunakan busana dan aksesori buatan dalam negeri setiap Kamis.

Inisiatif ini menjadi langkah konkret Kemendag mendukung penggunaan produk lokal. “Saya mengajak seluruh pegawai Kemendag untuk bangga, bela, beli, dan pakai produk lokal.  Kita akan gunakan pakaian, tas, alas  kaki, dan aksesori lokal setiap Kamis. Gaspol adalah  bentuk  dukungan Kemendag dan pegawainya untuk menggunakan produk dalam negeri,” kata Mendag Busan.

Dalam inisiasi Gaspol hari ini, Mendag Busan memimpin senam pagi bersama seluruh pejabat dan pegawai Kemendagdengan dress  code pakaian  dan  sepatu  olahraga  lokal.  Mendag  Busan  mengatakan, Gaspol menjadi momentum penguatan pasar dalam negeri melalui peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Penggunaan produk dalam negeri pun dimulai dari internal Kemendag.

Target Jadi Gerakan Nasional

Untuk langkah selanjutnya, Mendag Busan menargetkan Gaspol  untuk menjadi Gerakan massal. Menurutnya,   Gaspol dapat menginspirasi masyarakat luas untuk   memakai produk lokal sehingga menumbuhkan budaya bangga dengan produk lokal.

Selain itu, Gaspol juga sejalan dengan program prioritas Kemendag, yaitu Pengamanan Pasar Dalam Negeri. “Jika mengisi pasar dalam negeri dengan produk-produk kita sendiri, kita sedang mendorong pertumbuhan ekonomi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kita,” tambah Mendag Busan.

Gaspol juga menjadi respons positif dari meningkatnya indeks pengenalan publik terhadap produk lokal. Indeks tersebut naik dari 71,79 pada 2023 ke 73,4 pada 2024.

“Kenaikan ini menunjukkan persepsi masyarakat Indonesia terhadap produk lokal semakin membaik dari tahun ke tahun,” ujar Mendag Busan.

Mendag Busan menjelaskan, produk Indonesia memiliki kualitas sangat baik. Produk-produk Indonesia juga terus mengembangkan berbagaimodel yang mengikuti selera terkini. Kemendag akan terus mendorong dan memfasilitasi UMKM  Indonesia  untuk  mendapatkan  akses  pasar  dalam  dan  luar  negeri  melalui  berbagai program.

Baca Juga :  Pemko Padang Tingkatkan Layanan Publik: Wali Kota dan Ombudsman Bahas Transparansi dan Inovasi

Beberapa  program  ini,  yaitu  Bangga  Buatan  Indonesia,  promosi  melalui  pameran  dagang  dalam  dan  luar negeri, penjajakan kerja sama bisnis (business matching), serta fasilitasi kerja sama dengan toko serba ada (departement store), ritel modern, perhotelan, dan pusat perbelanjaan.

“Rasa memiliki dan kecintaan terhadap produk lokal harus terus ditanamkan di seluruh lapisan masyarakat. Melalui  budaya  membeli  produk  lokal,  kita  tidak  hanya  memperkuat  ekonomi  nasional,  tetapi  juga menjadikan produk lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri,” pungkas Mendag Busan.

Kemendag Gelar Pameran Produk Lokal

Sementara   Direktur   Jenderal   Perdagangan   Dalam   Negeri   Iqbal Shoffan   Shofwan menyampaikan, gerakan  ini mengejawantahkan  kembali program Bangga  Buatan  Indonesia.

Peluncuran Gaspol di Kemendag menghadirkan 18 produk terbaik jenama lokal melalui “Pameran Produk Lokal” yang dilaksanakan  pada  8-9  Mei  2025.

Jenama  lokal  tersebut  yaitu  Executive,  Wood,  Et  Cetera,  Colorbox, Wardah, Kahf, Make Over, KalanaScarves, Mivva Plus, Smitten by Pattern, Merche, IUMI, Clayt, Ortuseight, Dama Kara, Sovlo, Erspo, dan 910. Selain 18 produk lokal,pameran menghadirkan stan platform industri kreatif BEBEK (Bersama Bangun EKraf) dari  komunitas games board dan UMKM Delami.

Turut  memeriahkan  acara  ini,  yaitu  UMKM kuliner nusantara, seperti bakso, pempek, soto, batagor, aneka kue tradisional, serta berbagai minuman tradisional yang dapat dinikmati pengunjung dan masyarakat umum.

“Melalui gerakan ini, setidaknya setiap hari Kamis para pegawai Kemendag akan  menggunakan  produk Indonesia, mulai dari atasan sampai sepatu,” imbuh Iqbal. (*/red)

Berita Terkait

Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:20 WIB

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru