Jakarta, Javanusa—Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, mengajak pemerintah pusat dan daerah memperkuat soliditas serta koordinasi dalam mendorong pembangunan desa.
Langkah ini dinilai penting untuk melahirkan solusi konkret bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Ajakan tersebut disampaikan Yandri saat memberikan arahan pada agenda silaturahmi dan buka puasa bersama Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Hotel Raffles Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2026).
Menurut Yandri, forum dialog antara pemerintah pusat dan kepala daerah dapat menjadi ruang untuk membahas persoalan pembangunan desa sekaligus mencari solusi bersama.
Ia menilai diskusi yang intensif antarpemangku kepentingan dapat membantu menemukan titik temu dalam penyelesaian berbagai tantangan pembangunan di daerah.
Selain itu, Yandri menekankan pentingnya percepatan pembangunan daerah tertinggal melalui sinkronisasi program pusat dan daerah serta penguatan tata kelola desa.
Ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi daerah tertinggal, seperti keterbatasan kapasitas fiskal daerah, rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta mutu pelayanan dasar yang belum merata.
Untuk itu, peran kepala daerah dinilai penting dalam mendorong pemerataan ekonomi, pengurangan kemiskinan ekstrem, dan peningkatan kemandirian desa.
Yandri menyebutkan bahwa dua pekan sebelumnya pemerintah telah menggelar rapat koordinasi nasional percepatan pembangunan daerah tertinggal dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Dalam Negeri RI, Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, serta Kementerian PPN/Bappenas.
Ia menilai banyak potensi ekonomi yang dapat dikembangkan di tingkat kabupaten, terutama yang berada di desa.
Kementerian Desa, lanjut Yandri, berkomitmen memberikan pendampingan teknis agar desa di wilayah tertinggal dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki.
Pemerintah daerah juga diminta melaporkan potensi desa di wilayahnya kepada Kementerian Desa agar dapat dikembangkan melalui berbagai program ekonomi desa, seperti desa wisata, desa ekspor, maupun desa tematik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta Staf Khusus Menteri Desa M. Fahad Attamimi. (*/red)






