Mengapa Banyak Perempuan Beralih ke Menstrual Cup? Ini Dampaknya bagi Lingkungan

Penulis -

Senin, 22 Juni 2026 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi menstrual cup. (Foto: Pexels)

Ilustrasi menstrual cup. (Foto: Pexels)

Javanusa.com—Kesadaran masyarakat terhadap pengurangan sampah rumah tangga kini tidak hanya menyasar penggunaan plastik dan kemasan makanan.

Produk menstruasi yang digunakan setiap bulan juga mulai menjadi perhatian karena berkontribusi terhadap peningkatan limbah sekali pakai.

Salah satu alternatif yang semakin banyak dipilih adalah menstrual cup. Produk berbahan silikon ini dapat digunakan berulang kali setelah dibersihkan dengan benar, sehingga dinilai mampu membantu mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan dari produk menstruasi konvensional.

Limbah Produk Menstruasi Terus Bertambah

Produk menstruasi seperti pembalut dan tampon merupakan kebutuhan rutin yang digunakan selama bertahun-tahun. Karena pemakaiannya berlangsung setiap bulan, jumlah limbah yang dihasilkan terus bertambah seiring waktu.

Mengutip AllMatters.com, produk menstruasi sekali pakai menghasilkan limbah dalam jumlah besar. Sebagian material penyusunnya memerlukan waktu lama untuk terurai sehingga dapat bertahan di lingkungan dalam jangka panjang.

Selain itu, frekuensi penggantian pembalut atau tampon beberapa kali dalam sehari membuat volume sampah semakin meningkat. Setiap produk yang selesai digunakan langsung dibuang dan diganti dengan yang baru.

Kondisi tersebut mendorong sebagian orang untuk mencari pilihan yang lebih berkelanjutan tanpa mengurangi fungsi dan kenyamanan selama masa menstruasi.

Menstrual Cup Dinilai Lebih Berkelanjutan

Menstrual cup hadir sebagai salah satu solusi yang banyak dibahas dalam beberapa tahun terakhir. Produk ini dirancang untuk digunakan berulang kali sehingga tidak langsung menjadi limbah setelah satu kali pemakaian.

Dilansir dari Silicones.eu, penggunaan menstrual cup dapat membantu mengurangi konsumsi produk menstruasi sekali pakai sekaligus mendukung gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dalam jangka panjang.

Karena dapat digunakan kembali setelah dicuci dan disterilkan sesuai petunjuk, kebutuhan membeli produk sekali pakai secara rutin menjadi lebih sedikit. Dampaknya, jumlah sampah yang dihasilkan dari aktivitas menstruasi juga berpotensi berkurang.

Baca Juga :  Fadly Amran Dorong Pameran Bonsai Padang Naik Kelas Jadi Kontes Nasional
Mendorong Kebiasaan Konsumsi yang Lebih Bijak

Selain berkontribusi terhadap pengurangan limbah, penggunaan menstrual cup juga sering dikaitkan dengan perubahan pola konsumsi yang lebih sadar lingkungan.

Banyak pengguna mulai mempertimbangkan kembali barang yang digunakan setiap hari dan dampaknya terhadap lingkungan. Produk reusable seperti menstrual cup menjadi bagian dari upaya sederhana untuk mengurangi ketergantungan pada barang sekali pakai.

Di sisi lain, sejumlah orang memilih menstrual cup karena dinilai praktis untuk penggunaan jangka panjang. Dengan perawatan dan pembersihan yang tepat, produk ini dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama.

Meningkatnya pembahasan mengenai limbah produk menstruasi menunjukkan kebiasaan sehari-hari memiliki pengaruh terhadap lingkungan.

Meski terlihat sederhana, pilihan produk yang digunakan secara rutin dapat memberikan dampak kumulatif jika dilakukan oleh banyak orang dalam jangka panjang. (*/red)

Berita Terkait

Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan
Jangan Salah, Begini Cara Menghibur Orang Sedih agar Tidak Makin Tertekan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru