Ukuran Payudara Kanan dan Kiri Berbeda? Jangan Panik, Ini Faktor yang Memengaruhinya

Penulis -

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Image by Pexels

Image by Pexels

Javanusa.com—Banyak perempuan merasa khawatir saat menyadari ukuran payudara kanan dan kiri tidak sama. Kondisi yang dikenal sebagai payudara asimetris ini sebenarnya cukup umum terjadi. Dalam banyak kasus, kondisi tersebut tidak menandakan adanya gangguan kesehatan yang serius.

Payudara asimetris merupakan kondisi ketika kedua payudara memiliki perbedaan ukuran, bentuk, posisi, atau volume. Dengan demikian, ketidaksimetrisan tidak hanya terlihat dari ukuran yang lebih besar atau lebih kecil, tetapi juga dapat tampak pada bentuk dan letaknya.

Para ahli menyebut sangat sedikit perempuan yang memiliki ukuran payudara benar-benar sama. Karena itu, perbedaan ringan hingga sedang pada kedua payudara masih tergolong normal.

Sering Terjadi Saat Masa Pubertas

Perbedaan ukuran payudara umumnya mulai terlihat saat masa pubertas. Pada periode ini, tubuh mengalami perubahan hormonal yang memengaruhi perkembangan jaringan payudara.

Sebagian remaja perempuan mengalami pertumbuhan payudara yang tidak seimbang pada awal masa pubertas. Namun, seiring bertambahnya usia, ukuran kedua payudara sering menjadi lebih seimbang tanpa memerlukan tindakan medis.

Meski demikian, apabila perbedaan ukuran tetap bertahan setelah perkembangan payudara selesai, kondisi tersebut kemungkinan menetap hingga usia dewasa.

Apa Penyebab Payudara Asimetris?

Hingga saat ini, belum ada penyebab pasti yang menjelaskan mengapa ukuran payudara dapat berbeda. Namun, sejumlah faktor diduga berperan, mulai dari perubahan hormon estrogen, faktor anatomi tubuh, hingga riwayat cedera pada area dada.

Secara anatomi, payudara tersusun atas jaringan lemak dan kelenjar yang berfungsi memproduksi ASI. Struktur jaringan tersebut dapat berkembang berbeda pada setiap sisi tubuh sehingga memengaruhi ukuran maupun bentuk payudara.

Selain itu, perubahan hormon selama siklus menstruasi juga dapat membuat ukuran payudara tampak berubah sementara. Menjelang ovulasi, misalnya, payudara sering terasa lebih penuh, kencang, dan sensitif akibat peningkatan aliran darah serta penumpukan cairan dalam jaringan payudara.

Baca Juga :  Kampung Pondok Bakal Jadi Perkampungan Modernisasi Beragama

Kondisi tersebut membuat perbedaan ukuran terlihat lebih jelas. Namun, ukuran payudara biasanya kembali normal setelah memasuki fase menstruasi.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Pada umumnya, payudara besar sebelah bukan kondisi berbahaya dan tidak memerlukan pengobatan khusus. Ketidaksimetrisan ukuran payudara juga tidak memengaruhi kemampuan menyusui maupun meningkatkan risiko kanker payudara.

Namun, perempuan perlu menjalani pemeriksaan medis apabila perbedaan ukuran muncul secara tiba-tiba. Pemeriksaan juga penting jika kondisi tersebut disertai benjolan, nyeri, perubahan bentuk kulit, atau keluarnya cairan tidak normal dari puting.

Selain itu, konsultasi dengan dokter perlu dilakukan ketika selisih ukuran sangat mencolok. Kondisi tersebut dapat menimbulkan gangguan kepercayaan diri, ketidaknyamanan fisik, maupun tekanan psikologis.

Dalam kasus yang sangat jarang, kondisi ini dapat berkaitan dengan Juvenile Breast Hypertrophy (JHB). Kelainan tersebut menyebabkan pertumbuhan berlebihan pada salah satu payudara selama masa remaja sehingga ukurannya jauh lebih besar dibandingkan sisi lainnya.

Apakah Payudara Asimetris Bisa Diatasi?

Bagi perempuan yang merasa terganggu dengan perbedaan ukuran payudara, langkah paling sederhana adalah memilih bra yang sesuai dengan ukuran payudara yang lebih besar. Selain itu, penggunaan bantalan tambahan pada sisi yang lebih kecil dapat membantu menciptakan tampilan yang lebih seimbang.

Apabila ketidaksimetrisan menimbulkan keluhan fisik maupun psikologis yang signifikan, dokter dapat mempertimbangkan tindakan bedah setelah melakukan evaluasi menyeluruh.

Beberapa prosedur yang umum digunakan meliputi operasi pengurangan ukuran payudara yang lebih besar (breast reduction surgery) atau pemasangan implan pada payudara yang lebih kecil. Kedua prosedur tersebut bertujuan menciptakan proporsi payudara yang lebih seimbang.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pasien yang menjalani operasi pengurangan pada payudara yang lebih besar cenderung melaporkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi dibandingkan pasien yang memilih pemasangan implan.

Baca Juga :  Fadly Amran-Maigus Nasir Bahas Sinkronisasi Visi Misi dan Progul dengan Jajaran Pemko Padang

Meski demikian, perempuan sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis bedah plastik sebelum memutuskan menjalani operasi. Konsultasi tersebut penting untuk mempertimbangkan manfaat, risiko, serta hasil yang diharapkan dari tindakan yang akan dilakukan. (*/red)

Berita Terkait

Lem Gigi Palsu: Jangan Asal Pilih, Ini Cara Menggunakannya dengan Aman
Jerawat Pasir di Wajah Sulit Hilang? Ini 5 Cara Mengatasinya dengan Aman
Jantung Koroner: Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Menurunkan Risikonya
Cacar Air pada Anak: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi dan Kapan Harus ke Dokter
Cara Membaca Hasil USG 4D Saat Hamil, Ini Istilah dan Angka yang Perlu Dipahami
Rutin Minum Jus Wortel, Apa Benar Bisa Menyehatkan Mata dan Kulit?
Toilet Jongkok atau Duduk, Mana yang Lebih Sehat? Ini Posisi yang Disarankan
Jangan Salah, Begini Cara Menghibur Orang Sedih agar Tidak Makin Tertekan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru